Oktober 8, 2026

Keluar Nanah dari Kemaluan Wanita, Apakah Berbahaya?

Keluar nanah dari kemaluan wanita 1

Klinik Apollo, Jakarta – Keluar nanah dari kemaluan wanita, bukan kondisi yang sebaiknya diabaikan. Cairan yang tampak seperti nanah, terutama jika berwarna kuning atau kehijauan, berbau tidak sedap, atau disertai nyeri saat buang air kecil, dapat menunjukkan adanya infeksi pada vagina, leher rahim, atau saluran kemih.

Salah satu penyebab yang perlu Anda perhatikan adalah infeksi menular seksual, seperti gonore dan klamidia. Namun, tidak semua cairan abnormal dari vagina disebabkan oleh IMS. Infeksi seperti trikomoniasis, vaginosis bakterialis, atau kondisi lain juga bisa menyebabkan perubahan cairan vagina. Mari simak penjelasannya!

Apakah Keluar Nanah dari Kemaluan Wanita Berbahaya?

Keluar cairan yang menyerupai nanah dapat menjadi tanda adanya infeksi yang membutuhkan pemeriksaan. Tingkat keparahannya bergantung pada penyebab dan lokasi infeksi.

Pada sebagian wanita, infeksi bisa menimbulkan gejala ringan atau bahkan tidak menimbulkan gejala. Centers for Disease Control and Prevention (CDC), menjelaskan bahwa gonore pada wanita sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas. Jika muncul gejala, keluhan bisa berupa peningkatan cairan vagina, nyeri atau rasa terbakar ketika buang air kecil, serta perdarahan di luar menstruasi.

Jika infeksi tidak tertangani, beberapa jenis IMS seperti gonore dan klamidia, bisa menyebabkan penyakit radang panggul atau pelvic inflammatory disease (PID). Kondisi tersebut bisa berdampak pada kesehatan reproduksi, termasuk meningkatkan risiko infertilitas dan kehamilan ektopik.

Penyebab Keluar Nanah dari Kemaluan Wanita

Berikut adalah beberapa kondisi yang bisa menyebabkan cairan vagina tampak seperti nanah, antara lain:

1. Gonore

Gonore merupakan IMS yang terjadi akibat bakteri Neisseria gonorrhoeae. Pada wanita, infeksi bisa menyerang leher rahim dan menimbulkan cairan yang tidak normal. Keluhan lain yang mungkin muncul meliputi:

  • Cairan vagina berwarna kekuningan atau kehijauan
  • Nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil
  • Perdarahan di luar jadwal menstruasi
  • Nyeri pada bagian bawah perut
  • Nyeri ketika berhubungan seksual

Menurut World Health Organization (WHO), gonore pada wanita sering kali tidak menimbulkan gejala. Ketika bergejala, keluhannya bisa berupa cairan vagina abnormal, nyeri saat buang air kecil, nyeri perut bagian bawah, atau nyeri saat berhubungan seksual.

2. Klamidia

Klamidia terjadi karena infeksi bakteri Chlamydia trachomatis, dan bisa meninfeksi leher rahim serta saluran reproduksi.

Infeksi ini juga sering tidak menimbulkan gejala. Jika muncul keluhan, wanita bisa mengalami cairna vagina yang tidak biasa, rasa terbakar saat buang air kecil, nyeri perut bagian bawah, atau perdarahan yang tidak sesuai siklus.

WHO menyebutkan bahwa klamidia yang tidak tertangani, bisa berkembang menjadi penyakit radang panggul dan meningkatkan risiko gangguan kesuburan pada wanita.

3. Trikomoniasis

Trikomonasis merupakan IMS yang disebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis. Infeksi ini bisa menyebabkan cairan vagina yang tidak normal dan terkadang tampak kekuningan atau kehijauan. Keluhannya bisa berupa:

  • Gatal dan kemerahan pada vagina
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Nyeri ketika berhubungan seksual
  • Cairan vagina berbau tidak sedap

WHO menyebutkan bahwa cairan vagina merupakan salah satu gejala utama trikomoniasis pada wanita, dan pada kasus bergejala cairan tersebut bisa tampak seperti nanah.

4. Vaginosis Bakterialis

Vaginosis bakterialis atau bacterial vaginosis (BV), terjadi akibat ketidakseimbangan bakteri normal di vagina. Kondisi ini bukan IMS, meskipun faktor seksual bisa berhubungan dengan risikonya.

Biasanya cairan lebih sering berwarna putih atau abu-abu dan memiliki bau amis. Namun, perubahan cairan vagina bisa membuatnya terlihat tidak normal, dan sering disalahartikan sebagai nanah.

WHO menyebutkan bahwa BV merupakan salah satu penyebab umum cairan vagina pada wanita usia reproduktif dan bisa tertangani dengan pengobatan yang tepat.

5. Infeksi atau Peradangan pada Organ Reproduksi

Cairan seperti nanah juga bisa berkaitan dengan peradangan pada leher rahim atau bagian lain dari saluran reproduksi. Kondisi ini bisa terjadi karena bakteri tertentu, termasuk bakteri penyebab IMS.

Karena penyebabnya beragam, warna atau bentuk cairan saja tidak cukup untuk menentukan jenis infeksi. Pemeriksaan dokter dan, bila perlu, pemeriksaan laboratorium bisa membantu mengetahui penyebabnya.

Gejala yang Bisa Menyertai Keluar Nanah

Selain cairan seperti nanah, perhatikan juga apakah terdapat keluhan lain yang muncul, seperti:

  • Nyeri atau panas saat buang air kecil
  • Gatal atau iritasi pada vagina
  • Bau vagina yang lebih menyengat dari biasanya
  • Nyeri perut bagian bawah
  • Nyeri saat berhubungan seksual
  • Perdarahan di luar menstruasi
  • Kemerahan atau pembengkakan pada area genital
  • Demam atau tubuh terasa tidak enak badan

Adanya nyeri perut bagian bawah, cairan dari leher rahim yang bernanah, dan tanda peradangan dapat menjadi pertimbangan dokter dalam mengevaluasi kemungkinan penyakit radang panggul.

Bagaimana Cara Mengetahui Penyebabnya?

Keluar nanah dari kemaluan wanita, tidak bisa Anda pastikan penyebabnya hanya berdasarkan warna cairan. Dokter biasanya akan menanyakan riwayat keluhan, aktivitas seksual, waktu munculnya gejala, serta keluhan lain yang menyertai. Pemeriksaan bisa berupa:

  • Pemeriksaan area genital untuk melihat adanya tanda peradangan, luka, atau cairan abnormal
  • Pemeriksaan cairan vagina atau serviks untuk membantu mencari penyebab infeksi
  • Tes IMS, terutama jika terdapat faktor risiko atau gejala yang mengarah ke gonore dan klamidia
  • Pemeriksaan urine jika terdapat keluhan nyeri atau rasa terbakar ketika buang air kecil

WHO juga menekankan pentingnya pemeriksaan laboratorium apabila tersedia, karena banyak infeksi menular seksual yang tidak menimbulkan gejala yang jelas.

Bagaimana Cara Mengobati Keluar Nanah dari Kemaluan Wanita?

Pengobatan harus sesuai dengan penyebabnya. Jika dokter menemukan infeksi bakteri, obat antibiotik dapat diberikan sesuai hasil pemeriksaan dan diagnosis. Sementara itu, infeksi akibat parasit atau penyebab lain membutuhkan jenis pengobatan yang berbeda.

Hindari membeli dan menggunakan antibiotik sendiri. Penggunaan obat yang tidak sesuai penyebab, bisa membuat infeksi tidak tertangani dengan baik dan berkontribusi terhadap resistensi antimikroba, terutama pada gonore yang saat ini menjadi perhatian dunia.

Jika penyebabnya merupakan IMS, pasangan seksual juga mungkin perlu menjalani pemeriksaan dan pengobatan untuk menegah terjadinya infeksi berulang. WHO menyebutkan bahwa penanganan pasangan merupakan bagian penting dalam memutus penularan dan mencegah re-infeksi IMS.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Penting untuk segera melakukan pemeriksaan medis, terutama jika keluar nanah atau cairan vagina abnormal disertai:

  • Nyeri perut bagian bawah yang cukup kuat
  • Demam
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Perdarahan di luar menstruasi
  • Nyeri saat berhubungan seksual
  • Bau cairan yang sangat menyengat
  • Keluhan setelah melakukan hubungan seksual berisiko

Berdasarkan pengalaman tim medis Klinik Apollo Jakarta, keluhan cairan abnormal dari kemaluan sebaiknya tidak langsung Anda obati sendiri karena penyebabnya bisa berbeda pada setiap wanita. Pemeriksaan membantu menentukan penyebab, sehingga penanganan bisa diberikan secara lebih tepat.

Jika mengalami keluar nanah dari kemaluan wanita, konsultasikan kondisi tersebut dengan dokter kulit dan kelamin atau dokter yang menangani infeksi saluran reproduksi untuk mendapatkan pemeriksaan sesuai keluhan.

Keluar nanah dari kemaluan wanita 2

Ilustrasi seorang wanita yang mengalami keluar nanah dari kemaluan wanita

FAQ Seputar Keluar Nanah dari Kemaluan Wanita

1. Apakah Keluar Nanah dari Kemaluan Wanita Pasti Gonore?

Tidak. Gonore memang bisa menyebabkan cairan abnormal atau bernanah, tetapi keluhan serupa juga bisa terjadi pada klamidia, trikomoniasis, vaginosis bakterialis, dan infeksi lainnya. Pemeriksaan perlu untuk memastikan penyebabnya.

2. Apakah Gonore pada Wanita Selalu Menimbulkan Nanah?

Tidak. Banyak wanita dengan gonore justru tidak mengalami gejala yang jelas. Oleh karena itu, tidak adanya nanah bukan berarti seseorang pasti bebas dari gonore.

3. Apakah Keluar Nanah dari Vagina Bisa Menyebabkan Mandul?

Jika penyebabnya adalah IMS seperti gonore atau klamidia dan tidak mendapatkan penanganan, infeksi bisa menyebar ke organ reproduksi dan menyebabkan penyakit radang panggul. Kondisi tersebut bisa meningkatkan risiko infertilitas.

4. Bolehkah Mengobati Keluar Nanah dengan Obat yang Dibeli Sendiri?

Sebaiknya tidak. Jenis obat bergantung pada penyebab infeksi. Pemeriksaan dokter sangat penting agar pengobatan tidak salah sasaran.

5. Apakah Pasangan Juga Perlu Melakukan Pemeriksaan?

Jika penyebabnya terbukti merupakan IMS, pasangan seksual perlu dipertimbangkan untuk menjalani pemeriksaan dan pengobatan sesuai anjuran dokter, guna mengurangi risiko penularan dan infeksi berulang.

Baca Juga: Dokter Kulit dan Kelamin untuk Pemeriksaan IMS

Cek Penyebab Keluar Cairan dari Kemaluan Wanita di Klinik Apollo Jakarta

Mengenali penyebab keluar cairan dari kemaluan wanita, bisa membantu untuk mendapatkan perawatan medis yang tepat.

Dokter berpengalaman di Klinik Apollo Jakarta, bisa membantu wanita untuk mengambil langkah penanganan medis yang tepat.

Dengan fasilitas medis dan peralatan medis yang lengkap, dokter bisa memberikan perawatan yang sesuai dengan kondisi Anda.

Selain itu, Anda juga bisa berkonsultasi kapan dan di mana saja, melalui layanan Konsultasi Dokter Online.

Layanan ini bisa Anda akses melalui Chat WhatsApp, yang beroperasi selama 24 jam dan tersedia secara gratis.

Jadi, tunggu apalagi? Segera konsultasikan kondisi Anda dengan tim medis kami dan dapatkan perawatan yang tepat.

Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta

konsultasi online

About the Author: Rara

Artikel Menarik Lainnya

Artikel Terkini

Tanya Apollo

Oktober 8, 2026

Keluar Nanah dari Kemaluan Wanita, Apakah Berbahaya?

Keluar nanah dari kemaluan wanita 1

Klinik Apollo, Jakarta – Keluar nanah dari kemaluan wanita, bukan kondisi yang sebaiknya diabaikan. Cairan yang tampak seperti nanah, terutama jika berwarna kuning atau kehijauan, berbau tidak sedap, atau disertai nyeri saat buang air kecil, dapat menunjukkan adanya infeksi pada vagina, leher rahim, atau saluran kemih.

Salah satu penyebab yang perlu Anda perhatikan adalah infeksi menular seksual, seperti gonore dan klamidia. Namun, tidak semua cairan abnormal dari vagina disebabkan oleh IMS. Infeksi seperti trikomoniasis, vaginosis bakterialis, atau kondisi lain juga bisa menyebabkan perubahan cairan vagina. Mari simak penjelasannya!

Apakah Keluar Nanah dari Kemaluan Wanita Berbahaya?

Keluar cairan yang menyerupai nanah dapat menjadi tanda adanya infeksi yang membutuhkan pemeriksaan. Tingkat keparahannya bergantung pada penyebab dan lokasi infeksi.

Pada sebagian wanita, infeksi bisa menimbulkan gejala ringan atau bahkan tidak menimbulkan gejala. Centers for Disease Control and Prevention (CDC), menjelaskan bahwa gonore pada wanita sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas. Jika muncul gejala, keluhan bisa berupa peningkatan cairan vagina, nyeri atau rasa terbakar ketika buang air kecil, serta perdarahan di luar menstruasi.

Jika infeksi tidak tertangani, beberapa jenis IMS seperti gonore dan klamidia, bisa menyebabkan penyakit radang panggul atau pelvic inflammatory disease (PID). Kondisi tersebut bisa berdampak pada kesehatan reproduksi, termasuk meningkatkan risiko infertilitas dan kehamilan ektopik.

Penyebab Keluar Nanah dari Kemaluan Wanita

Berikut adalah beberapa kondisi yang bisa menyebabkan cairan vagina tampak seperti nanah, antara lain:

1. Gonore

Gonore merupakan IMS yang terjadi akibat bakteri Neisseria gonorrhoeae. Pada wanita, infeksi bisa menyerang leher rahim dan menimbulkan cairan yang tidak normal. Keluhan lain yang mungkin muncul meliputi:

  • Cairan vagina berwarna kekuningan atau kehijauan
  • Nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil
  • Perdarahan di luar jadwal menstruasi
  • Nyeri pada bagian bawah perut
  • Nyeri ketika berhubungan seksual

Menurut World Health Organization (WHO), gonore pada wanita sering kali tidak menimbulkan gejala. Ketika bergejala, keluhannya bisa berupa cairan vagina abnormal, nyeri saat buang air kecil, nyeri perut bagian bawah, atau nyeri saat berhubungan seksual.

2. Klamidia

Klamidia terjadi karena infeksi bakteri Chlamydia trachomatis, dan bisa meninfeksi leher rahim serta saluran reproduksi.

Infeksi ini juga sering tidak menimbulkan gejala. Jika muncul keluhan, wanita bisa mengalami cairna vagina yang tidak biasa, rasa terbakar saat buang air kecil, nyeri perut bagian bawah, atau perdarahan yang tidak sesuai siklus.

WHO menyebutkan bahwa klamidia yang tidak tertangani, bisa berkembang menjadi penyakit radang panggul dan meningkatkan risiko gangguan kesuburan pada wanita.

3. Trikomoniasis

Trikomonasis merupakan IMS yang disebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis. Infeksi ini bisa menyebabkan cairan vagina yang tidak normal dan terkadang tampak kekuningan atau kehijauan. Keluhannya bisa berupa:

  • Gatal dan kemerahan pada vagina
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Nyeri ketika berhubungan seksual
  • Cairan vagina berbau tidak sedap

WHO menyebutkan bahwa cairan vagina merupakan salah satu gejala utama trikomoniasis pada wanita, dan pada kasus bergejala cairan tersebut bisa tampak seperti nanah.

4. Vaginosis Bakterialis

Vaginosis bakterialis atau bacterial vaginosis (BV), terjadi akibat ketidakseimbangan bakteri normal di vagina. Kondisi ini bukan IMS, meskipun faktor seksual bisa berhubungan dengan risikonya.

Biasanya cairan lebih sering berwarna putih atau abu-abu dan memiliki bau amis. Namun, perubahan cairan vagina bisa membuatnya terlihat tidak normal, dan sering disalahartikan sebagai nanah.

WHO menyebutkan bahwa BV merupakan salah satu penyebab umum cairan vagina pada wanita usia reproduktif dan bisa tertangani dengan pengobatan yang tepat.

5. Infeksi atau Peradangan pada Organ Reproduksi

Cairan seperti nanah juga bisa berkaitan dengan peradangan pada leher rahim atau bagian lain dari saluran reproduksi. Kondisi ini bisa terjadi karena bakteri tertentu, termasuk bakteri penyebab IMS.

Karena penyebabnya beragam, warna atau bentuk cairan saja tidak cukup untuk menentukan jenis infeksi. Pemeriksaan dokter dan, bila perlu, pemeriksaan laboratorium bisa membantu mengetahui penyebabnya.

Gejala yang Bisa Menyertai Keluar Nanah

Selain cairan seperti nanah, perhatikan juga apakah terdapat keluhan lain yang muncul, seperti:

  • Nyeri atau panas saat buang air kecil
  • Gatal atau iritasi pada vagina
  • Bau vagina yang lebih menyengat dari biasanya
  • Nyeri perut bagian bawah
  • Nyeri saat berhubungan seksual
  • Perdarahan di luar menstruasi
  • Kemerahan atau pembengkakan pada area genital
  • Demam atau tubuh terasa tidak enak badan

Adanya nyeri perut bagian bawah, cairan dari leher rahim yang bernanah, dan tanda peradangan dapat menjadi pertimbangan dokter dalam mengevaluasi kemungkinan penyakit radang panggul.

Bagaimana Cara Mengetahui Penyebabnya?

Keluar nanah dari kemaluan wanita, tidak bisa Anda pastikan penyebabnya hanya berdasarkan warna cairan. Dokter biasanya akan menanyakan riwayat keluhan, aktivitas seksual, waktu munculnya gejala, serta keluhan lain yang menyertai. Pemeriksaan bisa berupa:

  • Pemeriksaan area genital untuk melihat adanya tanda peradangan, luka, atau cairan abnormal
  • Pemeriksaan cairan vagina atau serviks untuk membantu mencari penyebab infeksi
  • Tes IMS, terutama jika terdapat faktor risiko atau gejala yang mengarah ke gonore dan klamidia
  • Pemeriksaan urine jika terdapat keluhan nyeri atau rasa terbakar ketika buang air kecil

WHO juga menekankan pentingnya pemeriksaan laboratorium apabila tersedia, karena banyak infeksi menular seksual yang tidak menimbulkan gejala yang jelas.

Bagaimana Cara Mengobati Keluar Nanah dari Kemaluan Wanita?

Pengobatan harus sesuai dengan penyebabnya. Jika dokter menemukan infeksi bakteri, obat antibiotik dapat diberikan sesuai hasil pemeriksaan dan diagnosis. Sementara itu, infeksi akibat parasit atau penyebab lain membutuhkan jenis pengobatan yang berbeda.

Hindari membeli dan menggunakan antibiotik sendiri. Penggunaan obat yang tidak sesuai penyebab, bisa membuat infeksi tidak tertangani dengan baik dan berkontribusi terhadap resistensi antimikroba, terutama pada gonore yang saat ini menjadi perhatian dunia.

Jika penyebabnya merupakan IMS, pasangan seksual juga mungkin perlu menjalani pemeriksaan dan pengobatan untuk menegah terjadinya infeksi berulang. WHO menyebutkan bahwa penanganan pasangan merupakan bagian penting dalam memutus penularan dan mencegah re-infeksi IMS.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Penting untuk segera melakukan pemeriksaan medis, terutama jika keluar nanah atau cairan vagina abnormal disertai:

  • Nyeri perut bagian bawah yang cukup kuat
  • Demam
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Perdarahan di luar menstruasi
  • Nyeri saat berhubungan seksual
  • Bau cairan yang sangat menyengat
  • Keluhan setelah melakukan hubungan seksual berisiko

Berdasarkan pengalaman tim medis Klinik Apollo Jakarta, keluhan cairan abnormal dari kemaluan sebaiknya tidak langsung Anda obati sendiri karena penyebabnya bisa berbeda pada setiap wanita. Pemeriksaan membantu menentukan penyebab, sehingga penanganan bisa diberikan secara lebih tepat.

Jika mengalami keluar nanah dari kemaluan wanita, konsultasikan kondisi tersebut dengan dokter kulit dan kelamin atau dokter yang menangani infeksi saluran reproduksi untuk mendapatkan pemeriksaan sesuai keluhan.

Keluar nanah dari kemaluan wanita 2

Ilustrasi seorang wanita yang mengalami keluar nanah dari kemaluan wanita

FAQ Seputar Keluar Nanah dari Kemaluan Wanita

1. Apakah Keluar Nanah dari Kemaluan Wanita Pasti Gonore?

Tidak. Gonore memang bisa menyebabkan cairan abnormal atau bernanah, tetapi keluhan serupa juga bisa terjadi pada klamidia, trikomoniasis, vaginosis bakterialis, dan infeksi lainnya. Pemeriksaan perlu untuk memastikan penyebabnya.

2. Apakah Gonore pada Wanita Selalu Menimbulkan Nanah?

Tidak. Banyak wanita dengan gonore justru tidak mengalami gejala yang jelas. Oleh karena itu, tidak adanya nanah bukan berarti seseorang pasti bebas dari gonore.

3. Apakah Keluar Nanah dari Vagina Bisa Menyebabkan Mandul?

Jika penyebabnya adalah IMS seperti gonore atau klamidia dan tidak mendapatkan penanganan, infeksi bisa menyebar ke organ reproduksi dan menyebabkan penyakit radang panggul. Kondisi tersebut bisa meningkatkan risiko infertilitas.

4. Bolehkah Mengobati Keluar Nanah dengan Obat yang Dibeli Sendiri?

Sebaiknya tidak. Jenis obat bergantung pada penyebab infeksi. Pemeriksaan dokter sangat penting agar pengobatan tidak salah sasaran.

5. Apakah Pasangan Juga Perlu Melakukan Pemeriksaan?

Jika penyebabnya terbukti merupakan IMS, pasangan seksual perlu dipertimbangkan untuk menjalani pemeriksaan dan pengobatan sesuai anjuran dokter, guna mengurangi risiko penularan dan infeksi berulang.

Baca Juga: Dokter Kulit dan Kelamin untuk Pemeriksaan IMS

Cek Penyebab Keluar Cairan dari Kemaluan Wanita di Klinik Apollo Jakarta

Mengenali penyebab keluar cairan dari kemaluan wanita, bisa membantu untuk mendapatkan perawatan medis yang tepat.

Dokter berpengalaman di Klinik Apollo Jakarta, bisa membantu wanita untuk mengambil langkah penanganan medis yang tepat.

Dengan fasilitas medis dan peralatan medis yang lengkap, dokter bisa memberikan perawatan yang sesuai dengan kondisi Anda.

Selain itu, Anda juga bisa berkonsultasi kapan dan di mana saja, melalui layanan Konsultasi Dokter Online.

Layanan ini bisa Anda akses melalui Chat WhatsApp, yang beroperasi selama 24 jam dan tersedia secara gratis.

Jadi, tunggu apalagi? Segera konsultasikan kondisi Anda dengan tim medis kami dan dapatkan perawatan yang tepat.

konsultasi online

About the Author: Rara

Artikel Menarik Lainnya