Januari 24, 2026
Muncul Luka pada Kelamin? Jangan Diabaikan, Bisa Tanda Infeksi Raja Singa!

Klinik Apollo, Jakarta – Munculnya luka pada area kelamin sering kali dianggap sepele bahkan sekadar iritasi biasa, terutama jika luka bisa hilang tanpa pengobatan.
Namun, siapa sangka? Luka yang tidak terasa nyeri, gatal, atau bisa hilang dengan sendirinya ini bisa menjadi tanda dari infeksi raja singa (sifilis).
Ya, banyak penderita yang tidak sadar bahwa luka pada kelamin bisa jadi tanda infeksi menular seksual yang berbahaya. Mari simak penjelasannya berikut ini!
Apa Itu Infeksi Raja Singa (Sifilis)?
Infeksi raja singa atau sifilis, merupakan penyakit menular seksual (PMS) yang terjadi karena bakteri Treponema pallidum.
Penularannya terjadi saat kontak seksual langsung, baik secara vaginal, anal, maupun oral dengan pasangan yang terinfeksi.
Sifilis bisa berkembang secara bertahap dan pada tahap awal, infeksi bisa menunjukkan gejala yang ringan. Hal inilah yang membuat penderita tidak sadar telah terinfeksi.
Ciri-Ciri Luka pada Kelamin Akibat Infeksi Raja Singa
Luka pada kelamin akibat infeksi sifilis, biasanya memiliki ciri khas yang perlu Anda waspadai, antara lain:
- Luka berbentuk bulat atau oval dengan tepi yang tegas
- Tidak terasa nyeri meski disentuh
- Tidak gatal dan tidak perih
- Muncul di area kelamin, anus, atau mulut
- Bisa hilang dalam beberapa minggu tanpa pengobatan
Meski terlihat telah sembuh, bakteri sifilis bisa tetap berada di dalam tubuh dan dapat berkembang ke tahap selanjutnya yang lebih berbahaya.
Mengapa Luka pada Kelamin Tidak Boleh Diabaikan?
Mengabaikan keluhan atau luka pada kelamin sangat berisiko, karena sifilis yang tidak terobati bisa menyebabkan komplikasi serius, seperti:
1. Infeksi Menyebar ke Organ Tubuh Lain – Bakteri sifilis bisa menyebar melalui aliran darah dan menyerang berbagai organ tubuh, sehingga memicu gangguan kesehatan yang lebih serius.
2. Gangguan Saraf dan Otak – Pada tahap lanjut, sifilis bisa menyerang gangguan sistem saraf dan otak yang berisiko menimbulkan gangguan penglihatan, pendengaran, hingga penurunan fungsi kognitif.
3. Masalah Jantung dan Pembuluh Darah – Infeksi yang tidak tertangani, juga bisa memengaruhi jantung dan pembuluh darah, yang berpotensi mengancam keselamatan penderita.
4. Kerusakan Organ Dalam – Sifilis stadium lanjut bisa menyebabkan kerusakan permanen pada organ-organ penting seperti hati dan ginjal.
5. Meningkatkan Risiko Penularan HIV – Luka terbuka pada kelamin mempermudah masuknya virus HIV, sehingga risiko terular maupun menularkan HIV menjadi lebih tinggi.

Ilustrasi seorang pria yang mengalami luka pada kelamin dan sedang berkonsultasi dengan dokter
Pentingnya Diagnosis dan Pengobatan Dini
Pemeriksaan medis sejak dini, sangat penting untuk memastikan penyebab luka pada kelamin. Diagnosis sifilis umumnya dilakukan melalui tes darah dan pemeriksaan dokter.
Kabar baiknya, sifilis bisa sembuh jika tertangani sejak awal infeksi, dengan pengobatan yang tepat sesuai anjuran dokter.
Penanganan dini dengan bantuan dokter di Klinik Apollo tidak hanya mencegah komplikasi, tetapi juga mengurangi risiko penularan ke pasangan seksual.
Baca Juga: Perbedaan Sifilis dan Chancroid: Penyebab & Penanganannya
Cari Tahu Penyebab Luka pada Kelamin dan Obati di Klinik Apollo Jakarta
Dengan bantuan dokter yang berpengalaman, Anda bisa mengetahui dengan pasti penyebab dari munculnya luka pada area kelamin.
Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan perawatan dan pengobatan medis yang sesuai, serta mencegah masalah kesehatan serius.
Jangan khawatir! Anda bisa mendapatkan layanan kesehatan menyeluruh di Klinik Apollo Jakarta dengan bantuan tim medis berpengalaman.
Anda juga bisa menggunakan fasilitas serta layanan Konsultasi Dokter Online, yang bisa membantu memudahkan pasien untuk berkonsultasi.
Layanan ini bisa Anda akses melalui Chat Whatsapp, yang beroperasi selama 24 jam dan tersedia secara gratis!
Jadi, jangan tunggu kondisi Anda semakin parah! Segeralah konsultasikan dengan dokter berpengalaman dan dapatkan perawatan yang tepat.
Artikel Menarik Lainnya
Januari 24, 2026
Muncul Luka pada Kelamin? Jangan Diabaikan, Bisa Tanda Infeksi Raja Singa!

Klinik Apollo, Jakarta – Munculnya luka pada area kelamin sering kali dianggap sepele bahkan sekadar iritasi biasa, terutama jika luka bisa hilang tanpa pengobatan.
Namun, siapa sangka? Luka yang tidak terasa nyeri, gatal, atau bisa hilang dengan sendirinya ini bisa menjadi tanda dari infeksi raja singa (sifilis).
Ya, banyak penderita yang tidak sadar bahwa luka pada kelamin bisa jadi tanda infeksi menular seksual yang berbahaya. Mari simak penjelasannya berikut ini!
Apa Itu Infeksi Raja Singa (Sifilis)?
Infeksi raja singa atau sifilis, merupakan penyakit menular seksual (PMS) yang terjadi karena bakteri Treponema pallidum.
Penularannya terjadi saat kontak seksual langsung, baik secara vaginal, anal, maupun oral dengan pasangan yang terinfeksi.
Sifilis bisa berkembang secara bertahap dan pada tahap awal, infeksi bisa menunjukkan gejala yang ringan. Hal inilah yang membuat penderita tidak sadar telah terinfeksi.
Ciri-Ciri Luka pada Kelamin Akibat Infeksi Raja Singa
Luka pada kelamin akibat infeksi sifilis, biasanya memiliki ciri khas yang perlu Anda waspadai, antara lain:
- Luka berbentuk bulat atau oval dengan tepi yang tegas
- Tidak terasa nyeri meski disentuh
- Tidak gatal dan tidak perih
- Muncul di area kelamin, anus, atau mulut
- Bisa hilang dalam beberapa minggu tanpa pengobatan
Meski terlihat telah sembuh, bakteri sifilis bisa tetap berada di dalam tubuh dan dapat berkembang ke tahap selanjutnya yang lebih berbahaya.
Mengapa Luka pada Kelamin Tidak Boleh Diabaikan?
Mengabaikan keluhan atau luka pada kelamin sangat berisiko, karena sifilis yang tidak terobati bisa menyebabkan komplikasi serius, seperti:
1. Infeksi Menyebar ke Organ Tubuh Lain – Bakteri sifilis bisa menyebar melalui aliran darah dan menyerang berbagai organ tubuh, sehingga memicu gangguan kesehatan yang lebih serius.
2. Gangguan Saraf dan Otak – Pada tahap lanjut, sifilis bisa menyerang gangguan sistem saraf dan otak yang berisiko menimbulkan gangguan penglihatan, pendengaran, hingga penurunan fungsi kognitif.
3. Masalah Jantung dan Pembuluh Darah – Infeksi yang tidak tertangani, juga bisa memengaruhi jantung dan pembuluh darah, yang berpotensi mengancam keselamatan penderita.
4. Kerusakan Organ Dalam – Sifilis stadium lanjut bisa menyebabkan kerusakan permanen pada organ-organ penting seperti hati dan ginjal.
5. Meningkatkan Risiko Penularan HIV – Luka terbuka pada kelamin mempermudah masuknya virus HIV, sehingga risiko terular maupun menularkan HIV menjadi lebih tinggi.

Ilustrasi seorang pria yang mengalami luka pada kelamin dan sedang berkonsultasi dengan dokter
Pentingnya Diagnosis dan Pengobatan Dini
Pemeriksaan medis sejak dini, sangat penting untuk memastikan penyebab luka pada kelamin. Diagnosis sifilis umumnya dilakukan melalui tes darah dan pemeriksaan dokter.
Kabar baiknya, sifilis bisa sembuh jika tertangani sejak awal infeksi, dengan pengobatan yang tepat sesuai anjuran dokter.
Penanganan dini dengan bantuan dokter di Klinik Apollo tidak hanya mencegah komplikasi, tetapi juga mengurangi risiko penularan ke pasangan seksual.
Baca Juga: Perbedaan Sifilis dan Chancroid: Penyebab & Penanganannya
Cari Tahu Penyebab Luka pada Kelamin dan Obati di Klinik Apollo Jakarta
Dengan bantuan dokter yang berpengalaman, Anda bisa mengetahui dengan pasti penyebab dari munculnya luka pada area kelamin.
Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan perawatan dan pengobatan medis yang sesuai, serta mencegah masalah kesehatan serius.
Jangan khawatir! Anda bisa mendapatkan layanan kesehatan menyeluruh di Klinik Apollo Jakarta dengan bantuan tim medis berpengalaman.
Anda juga bisa menggunakan fasilitas serta layanan Konsultasi Dokter Online, yang bisa membantu memudahkan pasien untuk berkonsultasi.
Layanan ini bisa Anda akses melalui Chat Whatsapp, yang beroperasi selama 24 jam dan tersedia secara gratis!
Jadi, jangan tunggu kondisi Anda semakin parah! Segeralah konsultasikan dengan dokter berpengalaman dan dapatkan perawatan yang tepat.
Artikel Menarik Lainnya







