September 30, 2026
Tes Gonore: Pemeriksaan untuk Mengetahui Penyebab Penis Keluar Nanah

Klinik Apollo, Jakarta – Tes gonore penting dilakukan ketika pria mengalami penis keluar nanah, terutama jika kencing terasa sakit atau sensasi terbakar. Keluhan tersebut bisa menjadi tanda infeksi menular seksual (IMS), salah satunya gonore yang terjadi akibat bakteri Neisseria gonorrhoeae.
Namun, penis keluar cairan atau nanah tidak selalu berarti gonore. Infeksi seperti klamidia juga bisa menyebabkan keluhan serupa. Oleh karena itu, pemeriksaan perlu untuk membantu memastikan penyebab dan menentukan penanganan yang sesuai.
- Apa Itu Gonore dan Mengapa Perlu Tes?
- Kapan Tes Gonore Perlu Penderita Lakukan?
- Jenis Tes Gonore yang Bisa Dokter Lakukan
- Bagaimana Prosedur Tes Gonore pada Pria?
- Apakah Penis Keluar Nanah Pasti Gonore?
- Mengapa Tes Gonore Penting Sebelum Mengonsumsi Antibiotik?
- Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
- Pentingnya Menjalani Tes Gonore
- FAQ Seputar Tes Gonore
- Jalani Tes Gonore dengan Fasilitas Medis Lengkap di Klinik Apollo Jakarta
Apa Itu Gonore dan Mengapa Perlu Tes?
Gonore merupakan infeksi menular seksual, yang bisa menular melalui hubungan seksual vaginal, anal, maupun oral. Pada pria, salah satu gejala yang cukup khas adalah keluarnya cairan putih, kuning, atau kehijauan dari penis, yang bisa terasa sakit atau terbakar saat buang air kecil.
Menurut World Health Organization (WHO), pemeriksaan molekuler merupakan pemeriksaan utama untuk mendiagnosis infeksi Neisseria gonorrhoeae. Sampel bisa berasal dari urine maupun usapan dari bagian tubuh yang dicurigai mengalami infeksi.
Tes gonore perlu karena gejala saja belum tentu, bisa memastikan penyebab infeksi. Hasil pemeriksaan bisa membantu dokter membedakan gonore dari infeksi lain dengan gejala yang serupa.
Kapan Tes Gonore Perlu Penderita Lakukan?
Tes gonore perlu bisa Anda pertimbangkan apabila terdapat gejala atau faktor risiko tertentu, seperti:
1. Penis Keluar Nanah atau Cairan yang Tidak Normal – Cairan bisa berwarna putih, kuning, atau kehijauan dari keluar dari lubang penis.
2. Kencing Terasa Sakit atau Terbakar – Keluhan ini bisa terjadi akibat peradangan pada bagian uretra.
3. Sering Ingin Buang Air Kecil – Peradangan pada saluran kemih bisa menyebabkan peningkatan frekuensi buang air kecil.
4. Nyeri atau Pembengkakan pada Testis – Pada sebagian kasus, infeksi bisa menyebar dan menyebabkan komplikasi pada saluran reproduksi.
5. Memiliki Pasangan Seksual yang Terdiagnosis IMS – Pemeriksaan bisa tetap penting meskipun belum mengalami gejala.
6. Melakukan Hubungan Seksual Tanpa Kondom dengan Pasangan yang Status IMS-nya Tidak Diketahui – Kondisi tersebut bisa meningkatkan risiko tertular gonore dan IMS lainnya.
WHO menyebutkan bahwa gonore bisa tidak menimbulkan gejala pada sebagian orang. Oleh karena itu, pemeriksaan juga bisa dipertimbangkan pada kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi, bukan hanya pada orang yang sudah mengalami keluhan.
Jenis Tes Gonore yang Bisa Dokter Lakukan
Dokter bisa menentukan jenis pemeriksaan berdasarkan gejala, lokasi yang mungkin mengalami infeksi, serta riwayat seksual pasien.
1. Tes NAAT
NAAT (Nucleic Acid Amplification Test) merupakan pemeriksaan molekular, yang mendeteksi materi genetik Neisseria gonorrhoeae.
Pada pria, sampel yang sering dokter gunakan adalah urine awal atau urine yang diambil dari bagian awal aliran buang air kecil. Dalam kondisi tertentu, dokter juga bisa mengambil sampel dari uretra.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), NAAT memiliki sensitivitas yang baik untuk mendeteksi gonore dan dapat menggunakan beberapa jenis sampel, termasuk urine dan swab uretra.
2. Kultur Gonore
Dokter akan melakukan kultur dengan mengambil sampel dari lokasi yang terinfeksi, kemudian menumbuhkan bakteri di laboratorium.
Pemeriksaan ini memiliki kelebihan karena bakteri yang ditemukan bisa dokter gunakan untuk kepekaan terhadap antibiotik. Hal tersebut menjadi penting apabila dokter mencurigai adanya kegagalan pengobatan atau resistensi antibiotik.
3. Pemeriksaan Gram
Pada pria dengan gejala radang uretra dan keluarnya cairan dari penis, dokter bisa mempertimbangkan pemeriksaan mikroskopis dengan pewarnaan Gram.
Pemeriksaan ini bisa membantu menemukan gambaran bakteri yang khas pada cairan uretra. Namun, hasil pemeriksaan perlu diinterpretasikan sesuai kondisi pasien. Hasil Gram negatif tidak selalu cukup untuk menyingkirkan gonore pada orang tanpa gejala.
Bagaimana Prosedur Tes Gonore pada Pria?
Prosedur bergantung pada jenis pemeriksaan yang dokter pilih atau tentukan. Secara umum, prosesnya bisa meliputi:
- Dokter menanyakan keluhan dan riwayat kesehatan
- Dokter menanyakan kemungkinan paparan IMS
- Area genital bisa dokter periksa untuk melihat adanya cairan, kemerahan, atau pembengkakan
- Sampel urine bisa dokter kumpulkan untuk pemeriksaan molekuler
- Jika perlu, dokter akan mengambil swab dari uretra atau lokasi lain yang terinfeksi
- Sampel kemudian akan dokter periksa di laboratorium
Jika terdapat riwayat hubungan seksual oral atau anal dan terdapat keluhan pada tenggorokan atau anus, dokter bisa mempertimbangkan pengambilan sampel dari lokasi tersebut.
Apakah Penis Keluar Nanah Pasti Gonore?
Belum tentu. Penis keluar nanah bisa terjadi akibat gonore, tetapi terdapat beberapa kondisi lain yang bisa menimbulkan keluhan serupa, terutama infeksi klamidia atau uretritis akibat penyebab lain.
Oleh karena itu, mengandalkan warna atau jumlah cairan saja tidak cukup untuk menentukan diagnosis. Pemeriksaan bisa membantu dokter mengetahui penyebab keluhan dengan lebih tepat.
Selain tes gonore, dokter juga bisa menyarankan pemeriksaan IMS lainnya, seperti klamidia, sifilis, atau HIV, sesuai dengan kondisi dan faktor risiko pasien. WHO juga menyebutkan bahwa pemeriksaan gonore sering berkaitan dengan pemeriksaan IMS lainnya.
Mengapa Tes Gonore Penting Sebelum Mengonsumsi Antibiotik?
Penggunaan antibiotik tanpa pemeriksaan atau anjuran dokter, sebaiknya Anda hindari. Salah satu alasannya adalah bakteri penyebab gonore semakin menghadapi masalah resistensi antimikroba.
WHO menyebut resistensi antibiotik pada Neisseria gonorrhoeae, sebagai masalah yang terus berkembang dan dapat mengurangi pilihan pengobatan yang efektif.
Dengan pemeriksaan yang sesuai, dokter bisa mempertimbangkan diagnosis dan penanganan berdasarkan kondisi pasien, bukan hanya berdasarkan dugaan dari gejala.
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
Segera konsultasikan kondisi Anda ke dokter jika penis mengeluarkan nanah, terutama apabila muncul keluhan seperti:
- Kencing terasa sakit atau terbakar
- Cairan penis berwarna putih, kuning, atau kehijauan
- Lubang penis tampak merah atau mengalami iritasi
- Testis terasa nyeri atau membengkak
- Demam
- Memiliki pasangan yang mengalami IMS
- Keluhan muncul setelah hubungan seksual berisiko
Berdasarkan pengalaman tim medis Klinik Apollo Jakarta, keluhan seperti penis keluar nanah sebaiknya tidak Anda tangani hanya berdasarkan perkiraan penyebab. Pemeriksaan sangat penting untuk membantu menentukan sumber infeksi dan penanganan yang sesuai.

Ilustrasi seorang dokter yang sedang melakukan tes gonore
Pentingnya Menjalani Tes Gonore
Jika mengalami penis keluar nanah atau gejala yang mengarah pada infeksi menular seksual, pemeriksaan bisa Anda lakukan untuk membantu mengetahui penyebabnya.
Konsultasikan keluhan kepada dokter agar jenis pemeriksaan bisa sesuai dengan kondisi dan lokasi infeksi. Hindari mengonsumsi antibiotik sendiri sebelum mendapatkan evaluasi medis.
FAQ Seputar Tes Gonore
1. Tes Gonore Menggunakan Urine atau Darah?
Untuk mendeteksi gonore pada saluran kemih pria, urine bisa dokter gunakan untuk pemeriksaan molekuler seperti NAAT. Sampel swab juga bisa dokter gunakan sesuai lokasi infeksi yang dicurigai. Tes darah bukan pemeriksaan utama, untuk mendiagnosis gonore pada saluran kemih.
2. Apakah Penis Keluar Nanah Harus Tes Gonore?
Penis keluar nanah dapat menjadi tanda gonore, tetapi juga bisa terjadi karena infeksi lain. Pemeriksaan membantu menentukan penyebabnya.
3. Apakah Tes Gonore Terasa Sakit?
Pengambilan urine umumnya tidak menyebabkan nyeri. Jika perlu swab uretra, prosedurnya bisa menimbulkan rasa tidak nyaman atau sementara.
4. Apakah Tes Gonore Bisa Mendeteksi Klamidia Juga?
Beberapa pemeriksaan molekular bisa dokter lakukan untuk mendeteksi gonore dan klamidia secara bersamaan. Jenis pemeriksaan bergantung pada fasilitas laboratorium dan pertimbangan dokter.
5. Jika Hasil Tes Gonore Positif, Apakah Pasangan Perlu Melakukan Pemeriksaan?
Ya. Pasangan seksual bisa memerlukan evaluasi, pemeriksaan, dan penanganan sesuai anjuran dokter untuk membantu mencegah penularan dan infeksi berulang. WHO menentukan pentingnya penanganan pasangan dalam pengendalian IMS.
6. Apakah Gonore Bisa Sembuh?
Gonore merupakan infeksi bakteri yang bisa terobati dengan antibiotik yang tepat. Namun, resistensi antibiotik menjadi salah satu alasan pentingnya mendapatkan diagnosis dan terapi dari tenaga medis.
Baca Juga: Obat untuk Penis Keluar Nanah: Kapan Antibiotik Diperlukan?
Jalani Tes Gonore dengan Fasilitas Medis Lengkap di Klinik Apollo Jakarta
Tes gonore dengan fasilitas medis yang lengkap, bisa membantu Anda untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.
Jangan khawatir! Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter berpengalaman di Klinik Apollo Jakarta.
Dokter bisa memberikan penanganan medis yang tepat, sesuai dengan kondisi dan juga keadaan yang Anda alami.
Kami juga menyediakan layanan Konsultasi Dokter Online, yang memudahkan Anda untuk berkonsultasi kapan dan di mana saja.
Layanan ini bisa Anda akses melalui Chat WhatsApp, yang tersedia selama 24 jam dan tersedia secara gratis.
Jadi, tunggu apalagi? Segera konsultasikan kondisi Anda dengan tim medis kami dan dapatkan perawatan yang tepat.
Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta
Artikel Menarik Lainnya
September 30, 2026
Tes Gonore: Pemeriksaan untuk Mengetahui Penyebab Penis Keluar Nanah

Klinik Apollo, Jakarta – Tes gonore penting dilakukan ketika pria mengalami penis keluar nanah, terutama jika kencing terasa sakit atau sensasi terbakar. Keluhan tersebut bisa menjadi tanda infeksi menular seksual (IMS), salah satunya gonore yang terjadi akibat bakteri Neisseria gonorrhoeae.
Namun, penis keluar cairan atau nanah tidak selalu berarti gonore. Infeksi seperti klamidia juga bisa menyebabkan keluhan serupa. Oleh karena itu, pemeriksaan perlu untuk membantu memastikan penyebab dan menentukan penanganan yang sesuai.
- Apa Itu Gonore dan Mengapa Perlu Tes?
- Kapan Tes Gonore Perlu Penderita Lakukan?
- Jenis Tes Gonore yang Bisa Dokter Lakukan
- Bagaimana Prosedur Tes Gonore pada Pria?
- Apakah Penis Keluar Nanah Pasti Gonore?
- Mengapa Tes Gonore Penting Sebelum Mengonsumsi Antibiotik?
- Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
- Pentingnya Menjalani Tes Gonore
- FAQ Seputar Tes Gonore
- Jalani Tes Gonore dengan Fasilitas Medis Lengkap di Klinik Apollo Jakarta
Apa Itu Gonore dan Mengapa Perlu Tes?
Gonore merupakan infeksi menular seksual, yang bisa menular melalui hubungan seksual vaginal, anal, maupun oral. Pada pria, salah satu gejala yang cukup khas adalah keluarnya cairan putih, kuning, atau kehijauan dari penis, yang bisa terasa sakit atau terbakar saat buang air kecil.
Menurut World Health Organization (WHO), pemeriksaan molekuler merupakan pemeriksaan utama untuk mendiagnosis infeksi Neisseria gonorrhoeae. Sampel bisa berasal dari urine maupun usapan dari bagian tubuh yang dicurigai mengalami infeksi.
Tes gonore perlu karena gejala saja belum tentu, bisa memastikan penyebab infeksi. Hasil pemeriksaan bisa membantu dokter membedakan gonore dari infeksi lain dengan gejala yang serupa.
Kapan Tes Gonore Perlu Penderita Lakukan?
Tes gonore perlu bisa Anda pertimbangkan apabila terdapat gejala atau faktor risiko tertentu, seperti:
1. Penis Keluar Nanah atau Cairan yang Tidak Normal – Cairan bisa berwarna putih, kuning, atau kehijauan dari keluar dari lubang penis.
2. Kencing Terasa Sakit atau Terbakar – Keluhan ini bisa terjadi akibat peradangan pada bagian uretra.
3. Sering Ingin Buang Air Kecil – Peradangan pada saluran kemih bisa menyebabkan peningkatan frekuensi buang air kecil.
4. Nyeri atau Pembengkakan pada Testis – Pada sebagian kasus, infeksi bisa menyebar dan menyebabkan komplikasi pada saluran reproduksi.
5. Memiliki Pasangan Seksual yang Terdiagnosis IMS – Pemeriksaan bisa tetap penting meskipun belum mengalami gejala.
6. Melakukan Hubungan Seksual Tanpa Kondom dengan Pasangan yang Status IMS-nya Tidak Diketahui – Kondisi tersebut bisa meningkatkan risiko tertular gonore dan IMS lainnya.
WHO menyebutkan bahwa gonore bisa tidak menimbulkan gejala pada sebagian orang. Oleh karena itu, pemeriksaan juga bisa dipertimbangkan pada kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi, bukan hanya pada orang yang sudah mengalami keluhan.
Jenis Tes Gonore yang Bisa Dokter Lakukan
Dokter bisa menentukan jenis pemeriksaan berdasarkan gejala, lokasi yang mungkin mengalami infeksi, serta riwayat seksual pasien.
1. Tes NAAT
NAAT (Nucleic Acid Amplification Test) merupakan pemeriksaan molekular, yang mendeteksi materi genetik Neisseria gonorrhoeae.
Pada pria, sampel yang sering dokter gunakan adalah urine awal atau urine yang diambil dari bagian awal aliran buang air kecil. Dalam kondisi tertentu, dokter juga bisa mengambil sampel dari uretra.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), NAAT memiliki sensitivitas yang baik untuk mendeteksi gonore dan dapat menggunakan beberapa jenis sampel, termasuk urine dan swab uretra.
2. Kultur Gonore
Dokter akan melakukan kultur dengan mengambil sampel dari lokasi yang terinfeksi, kemudian menumbuhkan bakteri di laboratorium.
Pemeriksaan ini memiliki kelebihan karena bakteri yang ditemukan bisa dokter gunakan untuk kepekaan terhadap antibiotik. Hal tersebut menjadi penting apabila dokter mencurigai adanya kegagalan pengobatan atau resistensi antibiotik.
3. Pemeriksaan Gram
Pada pria dengan gejala radang uretra dan keluarnya cairan dari penis, dokter bisa mempertimbangkan pemeriksaan mikroskopis dengan pewarnaan Gram.
Pemeriksaan ini bisa membantu menemukan gambaran bakteri yang khas pada cairan uretra. Namun, hasil pemeriksaan perlu diinterpretasikan sesuai kondisi pasien. Hasil Gram negatif tidak selalu cukup untuk menyingkirkan gonore pada orang tanpa gejala.
Bagaimana Prosedur Tes Gonore pada Pria?
Prosedur bergantung pada jenis pemeriksaan yang dokter pilih atau tentukan. Secara umum, prosesnya bisa meliputi:
- Dokter menanyakan keluhan dan riwayat kesehatan
- Dokter menanyakan kemungkinan paparan IMS
- Area genital bisa dokter periksa untuk melihat adanya cairan, kemerahan, atau pembengkakan
- Sampel urine bisa dokter kumpulkan untuk pemeriksaan molekuler
- Jika perlu, dokter akan mengambil swab dari uretra atau lokasi lain yang terinfeksi
- Sampel kemudian akan dokter periksa di laboratorium
Jika terdapat riwayat hubungan seksual oral atau anal dan terdapat keluhan pada tenggorokan atau anus, dokter bisa mempertimbangkan pengambilan sampel dari lokasi tersebut.
Apakah Penis Keluar Nanah Pasti Gonore?
Belum tentu. Penis keluar nanah bisa terjadi akibat gonore, tetapi terdapat beberapa kondisi lain yang bisa menimbulkan keluhan serupa, terutama infeksi klamidia atau uretritis akibat penyebab lain.
Oleh karena itu, mengandalkan warna atau jumlah cairan saja tidak cukup untuk menentukan diagnosis. Pemeriksaan bisa membantu dokter mengetahui penyebab keluhan dengan lebih tepat.
Selain tes gonore, dokter juga bisa menyarankan pemeriksaan IMS lainnya, seperti klamidia, sifilis, atau HIV, sesuai dengan kondisi dan faktor risiko pasien. WHO juga menyebutkan bahwa pemeriksaan gonore sering berkaitan dengan pemeriksaan IMS lainnya.
Mengapa Tes Gonore Penting Sebelum Mengonsumsi Antibiotik?
Penggunaan antibiotik tanpa pemeriksaan atau anjuran dokter, sebaiknya Anda hindari. Salah satu alasannya adalah bakteri penyebab gonore semakin menghadapi masalah resistensi antimikroba.
WHO menyebut resistensi antibiotik pada Neisseria gonorrhoeae, sebagai masalah yang terus berkembang dan dapat mengurangi pilihan pengobatan yang efektif.
Dengan pemeriksaan yang sesuai, dokter bisa mempertimbangkan diagnosis dan penanganan berdasarkan kondisi pasien, bukan hanya berdasarkan dugaan dari gejala.
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
Segera konsultasikan kondisi Anda ke dokter jika penis mengeluarkan nanah, terutama apabila muncul keluhan seperti:
- Kencing terasa sakit atau terbakar
- Cairan penis berwarna putih, kuning, atau kehijauan
- Lubang penis tampak merah atau mengalami iritasi
- Testis terasa nyeri atau membengkak
- Demam
- Memiliki pasangan yang mengalami IMS
- Keluhan muncul setelah hubungan seksual berisiko
Berdasarkan pengalaman tim medis Klinik Apollo Jakarta, keluhan seperti penis keluar nanah sebaiknya tidak Anda tangani hanya berdasarkan perkiraan penyebab. Pemeriksaan sangat penting untuk membantu menentukan sumber infeksi dan penanganan yang sesuai.

Ilustrasi seorang dokter yang sedang melakukan tes gonore
Pentingnya Menjalani Tes Gonore
Jika mengalami penis keluar nanah atau gejala yang mengarah pada infeksi menular seksual, pemeriksaan bisa Anda lakukan untuk membantu mengetahui penyebabnya.
Konsultasikan keluhan kepada dokter agar jenis pemeriksaan bisa sesuai dengan kondisi dan lokasi infeksi. Hindari mengonsumsi antibiotik sendiri sebelum mendapatkan evaluasi medis.
FAQ Seputar Tes Gonore
1. Tes Gonore Menggunakan Urine atau Darah?
Untuk mendeteksi gonore pada saluran kemih pria, urine bisa dokter gunakan untuk pemeriksaan molekuler seperti NAAT. Sampel swab juga bisa dokter gunakan sesuai lokasi infeksi yang dicurigai. Tes darah bukan pemeriksaan utama, untuk mendiagnosis gonore pada saluran kemih.
2. Apakah Penis Keluar Nanah Harus Tes Gonore?
Penis keluar nanah dapat menjadi tanda gonore, tetapi juga bisa terjadi karena infeksi lain. Pemeriksaan membantu menentukan penyebabnya.
3. Apakah Tes Gonore Terasa Sakit?
Pengambilan urine umumnya tidak menyebabkan nyeri. Jika perlu swab uretra, prosedurnya bisa menimbulkan rasa tidak nyaman atau sementara.
4. Apakah Tes Gonore Bisa Mendeteksi Klamidia Juga?
Beberapa pemeriksaan molekular bisa dokter lakukan untuk mendeteksi gonore dan klamidia secara bersamaan. Jenis pemeriksaan bergantung pada fasilitas laboratorium dan pertimbangan dokter.
5. Jika Hasil Tes Gonore Positif, Apakah Pasangan Perlu Melakukan Pemeriksaan?
Ya. Pasangan seksual bisa memerlukan evaluasi, pemeriksaan, dan penanganan sesuai anjuran dokter untuk membantu mencegah penularan dan infeksi berulang. WHO menentukan pentingnya penanganan pasangan dalam pengendalian IMS.
6. Apakah Gonore Bisa Sembuh?
Gonore merupakan infeksi bakteri yang bisa terobati dengan antibiotik yang tepat. Namun, resistensi antibiotik menjadi salah satu alasan pentingnya mendapatkan diagnosis dan terapi dari tenaga medis.
Baca Juga: Obat untuk Penis Keluar Nanah: Kapan Antibiotik Diperlukan?
Jalani Tes Gonore dengan Fasilitas Medis Lengkap di Klinik Apollo Jakarta
Tes gonore dengan fasilitas medis yang lengkap, bisa membantu Anda untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.
Jangan khawatir! Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter berpengalaman di Klinik Apollo Jakarta.
Dokter bisa memberikan penanganan medis yang tepat, sesuai dengan kondisi dan juga keadaan yang Anda alami.
Kami juga menyediakan layanan Konsultasi Dokter Online, yang memudahkan Anda untuk berkonsultasi kapan dan di mana saja.
Layanan ini bisa Anda akses melalui Chat WhatsApp, yang tersedia selama 24 jam dan tersedia secara gratis.
Jadi, tunggu apalagi? Segera konsultasikan kondisi Anda dengan tim medis kami dan dapatkan perawatan yang tepat.
Artikel Menarik Lainnya






