April 9, 2026

Meski Tak Berbau Keputihan Hijau Berair Bisa Jadi Tanda Infeksi, Waspada!

Keputihan Hijau Berair 1_5_11zon

Klinik Apollo, Jakarta – Keputihan hijau berair, bisa menjadi tanda dari masalah kesehatan yang memerlukan penanganan medis yang tepat.

Mengapa? Karena kondisi ini tidak sepele dan bisa menandakan infeksi pada organ reproduksi, yang jika dibiarkan bisa sangat berbahaya.

Lantas, apa infeksi penyebab keputihan hijau berair? Mari simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

Penyebab Keputihan Hijau Berair yang Perlu Diwaspadai

Terdapat beberapa kondisi yang bisa menyebabkan keputihan hijau berair, yang perlu wanita waspadai. Berikut di antaranya:

1. Infeksi Menular Seksual (IMS)

Salah satu penyebab utama keputihan hijau berair adalah infeksi menular seksual, seperti gonore atau trikomoniasis. Infeksi ini bisa menular melalui hubungan seksual tanpa pengaman.

2. Infeksi Bakteri

Ketidakseimbangan bakteri baik di area kewanitaan, dapat menyebabkan infeksi bakteri. Kondisi ini bisa memicu keputihan abnormal, termasuk warna kehijauan yang encer.

3. Kebersihan Area Kewanitaan yang Kurang Terjaga

Kebersihan yang tidak terjaga, dapat mempermudah pertumbuhan bakteri dan jamur. Hal ini berisiko menyebabkan infeksi yang ditandai dengan keputihan tidak normal.

4. Penggunaan Produk Iritatif

Produk seperti sabun pembersih kewanitaan, pewangi, atau pantylier dengan bahan tertentu dapat menyebabkan iritasi. Iritasi ini bisa memicu peradangan dan meningkatkan risiko infeksi.

Gejala yang Perlu Anda Waspadai

Keputihan hijau berair, sering kali disertai dengan keluhan lainnya. Berikut beberapa di antaranya:

  • Rasa gatal atau terbakar di area kewanitaan
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Nyeri saat berhubungan intim
  • Kemerahan atau pembengkakan pada area genital
  • Volume keputihan yang lebih banyak dari biasanya

Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan medis yang tepat.

Jadi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter berpengalaman di Klinik Apollo Jakarta, untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Risiko Jika Keputihan Hijau Berair Tidak Terobati

Mengabaikan kondisi ini, dapat menimbulkan berbagai komplikasi yang berbahaya. Oleh karena itu, penting untuk wanita mengenali risiko keputihan hijau berair, antara lain:

1. Penyebaran Infeksi ke Organ Reproduksi – Infeksi yang tidak segera tertangani, dapat menyebar ke area vagina ke organ reproduksi bagian dalam, seperti rahim dan saluran tuba.

2. Penyakit Radang Panggul (PID) – Infeksi yang menyebar bisa menyebabkan penyakit radang panggul, yaitu peradangan serius pada organ reproduksi wanita yang menimbulkan nyeri kronis.

3. Gangguan Kesuburan atau Infertilitas – Kerusakan pada organ reproduksi akibat infeksi yang berkelanjutan dapat mengganggu kesuburan, bahkan meningkatkan risiko infertilitas jika tidak segera tertangani.

4. Infeksi Kronis yang Sulit Terobati – Infeksi yang tidak terobati terlalu lama bisa berkembang menjadi kronis, sehingga memerlukan pengobatan yang lebih lama dan kompleks.

Semakin lama keputihan abnormal ini dibiarkan, maka risiko komplikasi akan semakin besar dan berbahaya.

Keputihan Hijau Berair 2_6_11zon

Ilustrasi seorang wanita yang mengalami keputihan hijau berair

Pentingnya Penanganan Medis yang Tepat

Keputihan hijau berair memerlukan diagnosis yang akurat, untuk mengetahui penyebab pastinya. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik dan tes laboratorium.

Pengobatan dapat berupa antibiotik atau obat antijamur, tergantung pada penyebab infeksinya. Selain itu, pasien juga disarankan untuk:

  • Menjaga kebersihan area kewanitaan
  • Menghindari penggunaan produk iritatif
  • Tidak melakukan hubungan seksual selama masa pengobatan
  • Menjaga pasangan untuk ikut diperiksa jika diperlukan

Dengan penanganan yang tepat, kondisi ini bisa diatasi dan risiko komplikasi serius bisa Anda cegah dengan baik.

Baca Juga: Nyeri di Bagian Dalam Miss V Disertai Keputihan, Tanda Infeksi?

Kenali Penyebab Keputihan Hijau Berair dan Obati di Klinik Apollo Jakarta

Mengenali penyebab keputihan hijau, dapat membantu wanita untuk mengambil penanganan medis yang tepat.

Jangan cemas! Anda bisa berkonsultasi kapan dan di mana saja bersama dokter berpengalaman di Klinik Apollo Jakarta.

Dokter terbaik kami, bisa melakukan pemeriksaan menyeluruh dengan fasilitas dan peralatan medis yang lengkap.

Anda juga bisa berkonsultasi kapan saja, melalui layanan Konsultasi Dokter Online yang memudahkan pasien.

Layanan ini juga bisa Anda akses melalui Chat Whatsaapp, yang beroperasi selama 24 jam dan tersedia secara gratis!

Jadi, tunggu apalagi? Segera konsultasikan kondisi Anda dengan tim medis kami dan dapatkan perawatan yang tepat.

konsultasi online

About the Author: Rara

Artikel Menarik Lainnya

Artikel Terkini

Tanya Apollo

April 9, 2026

Meski Tak Berbau Keputihan Hijau Berair Bisa Jadi Tanda Infeksi, Waspada!

Keputihan Hijau Berair 1_5_11zon

Klinik Apollo, Jakarta – Keputihan hijau berair, bisa menjadi tanda dari masalah kesehatan yang memerlukan penanganan medis yang tepat.

Mengapa? Karena kondisi ini tidak sepele dan bisa menandakan infeksi pada organ reproduksi, yang jika dibiarkan bisa sangat berbahaya.

Lantas, apa infeksi penyebab keputihan hijau berair? Mari simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

Penyebab Keputihan Hijau Berair yang Perlu Diwaspadai

Terdapat beberapa kondisi yang bisa menyebabkan keputihan hijau berair, yang perlu wanita waspadai. Berikut di antaranya:

1. Infeksi Menular Seksual (IMS)

Salah satu penyebab utama keputihan hijau berair adalah infeksi menular seksual, seperti gonore atau trikomoniasis. Infeksi ini bisa menular melalui hubungan seksual tanpa pengaman.

2. Infeksi Bakteri

Ketidakseimbangan bakteri baik di area kewanitaan, dapat menyebabkan infeksi bakteri. Kondisi ini bisa memicu keputihan abnormal, termasuk warna kehijauan yang encer.

3. Kebersihan Area Kewanitaan yang Kurang Terjaga

Kebersihan yang tidak terjaga, dapat mempermudah pertumbuhan bakteri dan jamur. Hal ini berisiko menyebabkan infeksi yang ditandai dengan keputihan tidak normal.

4. Penggunaan Produk Iritatif

Produk seperti sabun pembersih kewanitaan, pewangi, atau pantylier dengan bahan tertentu dapat menyebabkan iritasi. Iritasi ini bisa memicu peradangan dan meningkatkan risiko infeksi.

Gejala yang Perlu Anda Waspadai

Keputihan hijau berair, sering kali disertai dengan keluhan lainnya. Berikut beberapa di antaranya:

  • Rasa gatal atau terbakar di area kewanitaan
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Nyeri saat berhubungan intim
  • Kemerahan atau pembengkakan pada area genital
  • Volume keputihan yang lebih banyak dari biasanya

Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan medis yang tepat.

Jadi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter berpengalaman di Klinik Apollo Jakarta, untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Risiko Jika Keputihan Hijau Berair Tidak Terobati

Mengabaikan kondisi ini, dapat menimbulkan berbagai komplikasi yang berbahaya. Oleh karena itu, penting untuk wanita mengenali risiko keputihan hijau berair, antara lain:

1. Penyebaran Infeksi ke Organ Reproduksi – Infeksi yang tidak segera tertangani, dapat menyebar ke area vagina ke organ reproduksi bagian dalam, seperti rahim dan saluran tuba.

2. Penyakit Radang Panggul (PID) – Infeksi yang menyebar bisa menyebabkan penyakit radang panggul, yaitu peradangan serius pada organ reproduksi wanita yang menimbulkan nyeri kronis.

3. Gangguan Kesuburan atau Infertilitas – Kerusakan pada organ reproduksi akibat infeksi yang berkelanjutan dapat mengganggu kesuburan, bahkan meningkatkan risiko infertilitas jika tidak segera tertangani.

4. Infeksi Kronis yang Sulit Terobati – Infeksi yang tidak terobati terlalu lama bisa berkembang menjadi kronis, sehingga memerlukan pengobatan yang lebih lama dan kompleks.

Semakin lama keputihan abnormal ini dibiarkan, maka risiko komplikasi akan semakin besar dan berbahaya.

Keputihan Hijau Berair 2_6_11zon

Ilustrasi seorang wanita yang mengalami keputihan hijau berair

Pentingnya Penanganan Medis yang Tepat

Keputihan hijau berair memerlukan diagnosis yang akurat, untuk mengetahui penyebab pastinya. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik dan tes laboratorium.

Pengobatan dapat berupa antibiotik atau obat antijamur, tergantung pada penyebab infeksinya. Selain itu, pasien juga disarankan untuk:

  • Menjaga kebersihan area kewanitaan
  • Menghindari penggunaan produk iritatif
  • Tidak melakukan hubungan seksual selama masa pengobatan
  • Menjaga pasangan untuk ikut diperiksa jika diperlukan

Dengan penanganan yang tepat, kondisi ini bisa diatasi dan risiko komplikasi serius bisa Anda cegah dengan baik.

Baca Juga: Nyeri di Bagian Dalam Miss V Disertai Keputihan, Tanda Infeksi?

Kenali Penyebab Keputihan Hijau Berair dan Obati di Klinik Apollo Jakarta

Mengenali penyebab keputihan hijau, dapat membantu wanita untuk mengambil penanganan medis yang tepat.

Jangan cemas! Anda bisa berkonsultasi kapan dan di mana saja bersama dokter berpengalaman di Klinik Apollo Jakarta.

Dokter terbaik kami, bisa melakukan pemeriksaan menyeluruh dengan fasilitas dan peralatan medis yang lengkap.

Anda juga bisa berkonsultasi kapan saja, melalui layanan Konsultasi Dokter Online yang memudahkan pasien.

Layanan ini juga bisa Anda akses melalui Chat Whatsaapp, yang beroperasi selama 24 jam dan tersedia secara gratis!

Jadi, tunggu apalagi? Segera konsultasikan kondisi Anda dengan tim medis kami dan dapatkan perawatan yang tepat.

konsultasi online

About the Author: Rara

Artikel Menarik Lainnya