Oktober 4, 2026
Penis Keluar Nanah Saat Kencing: Penyebab dan Pemeriksaan

Klinik Apollo, Jakarta – Penis keluar nanah saat kencing, bukan kondisi yang sebaiknya diabaikan. Cairan kental berwarna putih, kuning, atau kehijauan yang keluar dari lubang penis, terutama jika disertai rasa perih atau panas saat buang air kecil, bisa menunjukkan adanya peradangan atau infeksi pada uretra.
Salah satu penyebab yang paling sering adalah gonore. Namun, kondisi lain seperti klamidia dan jenis uretritis lainnya juga bisa menyebabkan keluarnya cairan dari penis. Karena penyebabnya yang berbeda, pemeriksaan diperlukan agar pengobatan sesuai. Mari simak!
- Apa Arti Penis Keluar Nanah saat Kencing?
- Penyebab Penis Keluar Nanah saat Kencing
- Pemeriksaan Apa yang Dokter Perlukan?
- Mengapa Pemeriksaan Penting?
- Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?
- Pentingnya Pemeriksaan Penis Keluar Nanah
- FAQ Seputar Penis Keluar Nanah
- Jalani Pemeriksaan Penis Keluar Nanah saat Kencing di Klinik Apollo Jakarta
Apa Arti Penis Keluar Nanah saat Kencing?
Nanah dari penis umumnya berasal dari saluran uretra, yang mengalami peradangan. Dalam istilah medis, kondisi ini bisa berkaitan dengan uretritis, yaitu peradangan pada uretra.
Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, keluarnya cairan atau nanah dari lubang penis, terutama jika disertai nyeri saat kencing, dapat menjadi tanda infeksi pada saluran kemih atau infeksi menular seksual (IMS).
Salah satu penyebab yang sering adalah bakteri Neisseria gonorrhoeae (penyebab gonore) dan Chlamydia trachomatis (penyebab klamidia). Keluhan yang bisa menyertai, antara lain:
- Penis mengeluarkan cairan kental seperti nanah
- Rasa perih atau panas ketika kencing
- Lubang penis tampak kemerahan atau mengalami iritasi
- Lebih sering ingin buang air kecil
- Penis terasa nyeri atau tidak nyaman
- Nyeri saat berhubungan seksual atau ejakulasi
- Pada sebagian kasus, bisa muncul nyeri atau pembengkakan pada testis
Penyebab Penis Keluar Nanah saat Kencing
Berikut merupakan beberapa kondisi yang bisa menyebabkan penis mengeluarkan nanah, antara lain:
1. Gonore (Kencing Nanah)
Pada pria, salah satu gejala yang khas akibat infeksi bakteri adalah keluarnya cairan kental berwarna kuning atau kehijauan dari penis dan rasa perih saat kencing.
Kementerian Kesehatan RI menjelaskan bahwa gonore juga dikenal sebagai “kencing nanah”, karena keluhan tersebut cukup khas pada infeksi ini. Penularannya bisa terjadi melalui hubungan seksual vagina, oral, maupun anal yang berisiko.
2. Klamidia
Klamidia terjadi akibat infeksi bakteri Chlamydia trachomatis dan bisa menyebabkan uretritis pada pria. Gejalanya bisa berupa rasa terbakar saat kencing dan keluarnya cairan dari penis, meskipun pada sebagian orang infeksi bisa berlangsung tanpa gejala yang jelas.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), tes amplifikasi asam nukleat atau NAAT merupakan pemeriksaan yang sangat sensitif untuk mendeteksi klamidia. Pada pria, urine pancaran awal atau swab uretra, bisa dokter gunakan sebagai spesimen.
3. Uretritis Non-Gonore
Uretritis tidak selalu terjadi akibat gonore. Bakteri seperti Mycoplasma genitalium dan beberapa mikroorganisme lainnya, juga bisa menyebabkan peradangan pada uretra.
Kementerian Kesehatan RI menyebutkan bahwa uretritis bisa terjadi menjadi uretritis gonore dan uretritis non-gonore. Selain bakteri, beberapa virus, parasit, cedera, atau iritasi juga bisa berperan sebagai penyebab.
4. Infeksi Menular Seksual Lainnya
Pada kondisi tertentu, infeksi lain seperti trikomoniasis atau infeksi yang disebabkan oleh virus juga bisa berkaitan dengan uretritis.
Karena gejala beberapa IMS bisa menyerupai satu sama lain, keberadaan nanah dari penis tidak selalu cukup untuk menentukan jenis infeksi. Pemeriksaan bisa membantu dokter untuk menemukan penyebab yang lebih spesifik.
Pemeriksaan Apa yang Dokter Perlukan?
Pada umumnya, pemeriksaan penis keluar nanah dokter lakukan berdasarkan keluhan, riwayat seksual, pemeriksaan fisik, dan kebutuhan pemeriksaan laboratorium. Berikut beberapa pemeriksaan yang mungkin dokter lakukan, antara lain:
1. Pemeriksaan Fisik – Dokter akan memeriksa penis dan lubang uretra untuk melihat adanya cairan, kemerahan, pembengkakan, atau tanda peradangan. Dokter juga bisa menanyakan kapan keluhan mulai muncul, apakah terdapat rasa nyeri saat kencing, serta apakah terdapat gejala lain seperti nyeri testis.
2. Tes Urine – Sampel urine, terutama urine pancaran awal, bisa dokter gunakan untuk membantu mendeteksi tanda peradangan dan beberapa infeksi menular seksual. CDC merekomendasikan urine sebagai salah satu spesimen, yang digunakan untuk pemeriksaan NAAT pada pria dengan dugaan gonore atau klamidia.
3. Pemeriksaan NAAT – NAAT (Nucleic Acid Amplification Test) adalah pemeriksaan yang mendeteksi materi genetik mikroorganisme penyebab infeksi. Pemeriksaan ini bisa digunakan untuk mendeteksi klamidia atau gonore.
4. Pemeriksaan Swab Uretra – Jika diperlukan, dokter bisa mengambil sampel cairan dari uretra menggunakan swab untuk diperiksa di laboratorium. Kementerian Kesehatan RI menjelaskan bahwa sampel cairan dari muara saluran kencing pada pria, bisa dokter lakukan untuk membantu menegakkan diagnosis gonore.
5. Pemeriksaan Mikroskopis – Pada fasilitas yang tersedia, cairan uretra bisa diperiksa menggunakan mikroskop, termasuk dengan pewarnaan Gram. CDC menjelaskan bahwa pemeriksaan mikroskopis terhadap sekret uretra, bisa membantu menunjukkan adanya peradangan dan mendukung diagnosis gonore pada pria dengan gejala tertentu.
Mengapa Pemeriksaan Penting?
Penis keluar nanah tidak sebaiknya langsung Anda anggap sebagai gonore tanpa pemeriksaan. Beberapa infeksi bisa memberikan gejala yang mirip, tetapi membutuhkan penanganan yang berbeda.
Berdasarkan pengalaman tim medis Klinik Apollo Jakarta, pemeriksaan yang tepat membantu dokter menilai penyebab keluhan sebelum menentukan terapi. Diagnosis yang lebih spesifik juga bisa membantu mengurangi risiko infeksi berulang dan penularan kepada pasangan.
Selain itu, pada kasus IMS, pasangan seksual juga bisa membutuhkan pemeriksaan dan penanganan agar infeksi tidak terus menular di antara pasangan.
Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?
Penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter, terutama jika penis keluar nanah muncul bersamaan dengan gejala seperti:
- Nyeri atau panas saat kencing
- Cairan penis semakin banyak atau berbau
- Lubang penis merah atau bengkak
- Nyeri atau pembengkakan testis
- Demam atau tubuh terasa tidak enak
- Keluhan muncul setelah hubungan seksual berisiko
- Gejala tidak membaik atau muncul kembali setelah pengobatan
Sebaiknya hindari hubungan seksual sampai penyebab keluhan diketahui dan dokter menyatakan bahwa aktivitas seksual sudah aman.

Ilustrasi seorang pria yang mengalami penis keluar nanah saat kencing
Pentingnya Pemeriksaan Penis Keluar Nanah
Penis keluar nanah saat kencing bisa berkaitan dengan gonore, klamidia, atau penyebab uretritis lainnya. Oleh karena itu, pemeriksaan medis perlu untuk membantu mengetahui penyebab secara lebih tepat.
Klinik Apollo Jakarta menyediakan layanan konsultasi dan pemeriksaan, untuk keluhan kesehatan reproduksi pria dan infeksi menular seksual. Dokter akan mengevaluasi gejala dan menentukan pemeriksaan yang sesuai dengan kondisi pasien.
FAQ Seputar Penis Keluar Nanah
1. Apakah Penis Keluar Nanah Pasti Gonore?
Tidak selalu. Gonore memang merupakan salah satu penyebab yang sering, tetapi klamidia, uretritis non-gonore, dan beberapa infeksi lainnya juga bisa menyebabkan keluarnya cairan dari penis.
2. Apakah Klamidia Bisa Menyebabkan Penis Keluar Nanah?
Bisa. Klamidia bisa menyebabkan uretritis, sehingga muncul rasa perih saat kencing dan keluarnya cairan dari penis. Namun, gejalanya bisa lebih ringan dibandingkan gonore pada sebagian orang.
3. Apakah Penis Keluar Nanah Harus Diperiksa?
Sebaiknya diperiksa, terutama jika disertai nyeri saat kencing atau memiliki kemungkinan paparan IMS. Pemeriksaan membantu menentukan penyebab dan pengobatan yang sesuai.
4. Pemeriksaan Apa untuk Mengetahui Gonore?
Dokter bisa merekomendasikan pemeriksaan NAAT menggunakan urine atau swab sesuai kondisi pasine. Pemeriksaan mikroskopis atau kultur juga bisa digunakan pada situasi tertentu.
5. Bolehkah Berhubungan Seksual saat Penis Masih Keluar Nanah?
Sebaiknya tidak. Tunda hubungan seksual sampai penyebab diketahui, pengobatan telah dilakukan sesuai dengan anjuran dokter, dan risiko penularan sudah dinilai.
6. Apakah Pasangan Perlu Ikut Menjalani Pemeriksaan?
Jika penyebabnya adalah IMS, pasangan seksual bisa memerlukan pemeriksaan dan penanganan. Hal ini penting untuk mengurangi risiko penularan kembali.
Baca Juga: Tes Gonore: Pemeriksaan untuk Mengetahui Penyebab Penis Keluar Nanah
Jalani Pemeriksaan Penis Keluar Nanah saat Kencing di Klinik Apollo Jakarta
Penting untuk mengetahui penyebab dari penis keluar nanah saat kencing, untuk mengambil langkah penanganan yang tepat.
Namun, jangan cemas! Anda bisa berkonsultasi dengan dokter berpengalaman di Klinik Apollo Jakarta.
Dokter terbaik kami bisa mengevaluasi kondisi Anda secara menyeluruh, dengan fasilitas dan peralatan medis yang lengkap.
Kami juga manyediakan layanan Konsultasi Dokter Online, yang memudahkan pasien dalam berkonsultasi kapan saja.
Layanan ini bisa Anda akses melalui Chat WhatsApp, yang beroperasi selama 24 jam dan tersedia secara gratis.
Jadi, tunggu apalagi? Segera konsultasikan kondisi Anda dengan tim medis kami dan dapatkan perawatan yang tepat.
Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta
Artikel Menarik Lainnya
Oktober 4, 2026
Penis Keluar Nanah Saat Kencing: Penyebab dan Pemeriksaan

Klinik Apollo, Jakarta – Penis keluar nanah saat kencing, bukan kondisi yang sebaiknya diabaikan. Cairan kental berwarna putih, kuning, atau kehijauan yang keluar dari lubang penis, terutama jika disertai rasa perih atau panas saat buang air kecil, bisa menunjukkan adanya peradangan atau infeksi pada uretra.
Salah satu penyebab yang paling sering adalah gonore. Namun, kondisi lain seperti klamidia dan jenis uretritis lainnya juga bisa menyebabkan keluarnya cairan dari penis. Karena penyebabnya yang berbeda, pemeriksaan diperlukan agar pengobatan sesuai. Mari simak!
- Apa Arti Penis Keluar Nanah saat Kencing?
- Penyebab Penis Keluar Nanah saat Kencing
- Pemeriksaan Apa yang Dokter Perlukan?
- Mengapa Pemeriksaan Penting?
- Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?
- Pentingnya Pemeriksaan Penis Keluar Nanah
- FAQ Seputar Penis Keluar Nanah
- Jalani Pemeriksaan Penis Keluar Nanah saat Kencing di Klinik Apollo Jakarta
Apa Arti Penis Keluar Nanah saat Kencing?
Nanah dari penis umumnya berasal dari saluran uretra, yang mengalami peradangan. Dalam istilah medis, kondisi ini bisa berkaitan dengan uretritis, yaitu peradangan pada uretra.
Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, keluarnya cairan atau nanah dari lubang penis, terutama jika disertai nyeri saat kencing, dapat menjadi tanda infeksi pada saluran kemih atau infeksi menular seksual (IMS).
Salah satu penyebab yang sering adalah bakteri Neisseria gonorrhoeae (penyebab gonore) dan Chlamydia trachomatis (penyebab klamidia). Keluhan yang bisa menyertai, antara lain:
- Penis mengeluarkan cairan kental seperti nanah
- Rasa perih atau panas ketika kencing
- Lubang penis tampak kemerahan atau mengalami iritasi
- Lebih sering ingin buang air kecil
- Penis terasa nyeri atau tidak nyaman
- Nyeri saat berhubungan seksual atau ejakulasi
- Pada sebagian kasus, bisa muncul nyeri atau pembengkakan pada testis
Penyebab Penis Keluar Nanah saat Kencing
Berikut merupakan beberapa kondisi yang bisa menyebabkan penis mengeluarkan nanah, antara lain:
1. Gonore (Kencing Nanah)
Pada pria, salah satu gejala yang khas akibat infeksi bakteri adalah keluarnya cairan kental berwarna kuning atau kehijauan dari penis dan rasa perih saat kencing.
Kementerian Kesehatan RI menjelaskan bahwa gonore juga dikenal sebagai “kencing nanah”, karena keluhan tersebut cukup khas pada infeksi ini. Penularannya bisa terjadi melalui hubungan seksual vagina, oral, maupun anal yang berisiko.
2. Klamidia
Klamidia terjadi akibat infeksi bakteri Chlamydia trachomatis dan bisa menyebabkan uretritis pada pria. Gejalanya bisa berupa rasa terbakar saat kencing dan keluarnya cairan dari penis, meskipun pada sebagian orang infeksi bisa berlangsung tanpa gejala yang jelas.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), tes amplifikasi asam nukleat atau NAAT merupakan pemeriksaan yang sangat sensitif untuk mendeteksi klamidia. Pada pria, urine pancaran awal atau swab uretra, bisa dokter gunakan sebagai spesimen.
3. Uretritis Non-Gonore
Uretritis tidak selalu terjadi akibat gonore. Bakteri seperti Mycoplasma genitalium dan beberapa mikroorganisme lainnya, juga bisa menyebabkan peradangan pada uretra.
Kementerian Kesehatan RI menyebutkan bahwa uretritis bisa terjadi menjadi uretritis gonore dan uretritis non-gonore. Selain bakteri, beberapa virus, parasit, cedera, atau iritasi juga bisa berperan sebagai penyebab.
4. Infeksi Menular Seksual Lainnya
Pada kondisi tertentu, infeksi lain seperti trikomoniasis atau infeksi yang disebabkan oleh virus juga bisa berkaitan dengan uretritis.
Karena gejala beberapa IMS bisa menyerupai satu sama lain, keberadaan nanah dari penis tidak selalu cukup untuk menentukan jenis infeksi. Pemeriksaan bisa membantu dokter untuk menemukan penyebab yang lebih spesifik.
Pemeriksaan Apa yang Dokter Perlukan?
Pada umumnya, pemeriksaan penis keluar nanah dokter lakukan berdasarkan keluhan, riwayat seksual, pemeriksaan fisik, dan kebutuhan pemeriksaan laboratorium. Berikut beberapa pemeriksaan yang mungkin dokter lakukan, antara lain:
1. Pemeriksaan Fisik – Dokter akan memeriksa penis dan lubang uretra untuk melihat adanya cairan, kemerahan, pembengkakan, atau tanda peradangan. Dokter juga bisa menanyakan kapan keluhan mulai muncul, apakah terdapat rasa nyeri saat kencing, serta apakah terdapat gejala lain seperti nyeri testis.
2. Tes Urine – Sampel urine, terutama urine pancaran awal, bisa dokter gunakan untuk membantu mendeteksi tanda peradangan dan beberapa infeksi menular seksual. CDC merekomendasikan urine sebagai salah satu spesimen, yang digunakan untuk pemeriksaan NAAT pada pria dengan dugaan gonore atau klamidia.
3. Pemeriksaan NAAT – NAAT (Nucleic Acid Amplification Test) adalah pemeriksaan yang mendeteksi materi genetik mikroorganisme penyebab infeksi. Pemeriksaan ini bisa digunakan untuk mendeteksi klamidia atau gonore.
4. Pemeriksaan Swab Uretra – Jika diperlukan, dokter bisa mengambil sampel cairan dari uretra menggunakan swab untuk diperiksa di laboratorium. Kementerian Kesehatan RI menjelaskan bahwa sampel cairan dari muara saluran kencing pada pria, bisa dokter lakukan untuk membantu menegakkan diagnosis gonore.
5. Pemeriksaan Mikroskopis – Pada fasilitas yang tersedia, cairan uretra bisa diperiksa menggunakan mikroskop, termasuk dengan pewarnaan Gram. CDC menjelaskan bahwa pemeriksaan mikroskopis terhadap sekret uretra, bisa membantu menunjukkan adanya peradangan dan mendukung diagnosis gonore pada pria dengan gejala tertentu.
Mengapa Pemeriksaan Penting?
Penis keluar nanah tidak sebaiknya langsung Anda anggap sebagai gonore tanpa pemeriksaan. Beberapa infeksi bisa memberikan gejala yang mirip, tetapi membutuhkan penanganan yang berbeda.
Berdasarkan pengalaman tim medis Klinik Apollo Jakarta, pemeriksaan yang tepat membantu dokter menilai penyebab keluhan sebelum menentukan terapi. Diagnosis yang lebih spesifik juga bisa membantu mengurangi risiko infeksi berulang dan penularan kepada pasangan.
Selain itu, pada kasus IMS, pasangan seksual juga bisa membutuhkan pemeriksaan dan penanganan agar infeksi tidak terus menular di antara pasangan.
Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?
Penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter, terutama jika penis keluar nanah muncul bersamaan dengan gejala seperti:
- Nyeri atau panas saat kencing
- Cairan penis semakin banyak atau berbau
- Lubang penis merah atau bengkak
- Nyeri atau pembengkakan testis
- Demam atau tubuh terasa tidak enak
- Keluhan muncul setelah hubungan seksual berisiko
- Gejala tidak membaik atau muncul kembali setelah pengobatan
Sebaiknya hindari hubungan seksual sampai penyebab keluhan diketahui dan dokter menyatakan bahwa aktivitas seksual sudah aman.

Ilustrasi seorang pria yang mengalami penis keluar nanah saat kencing
Pentingnya Pemeriksaan Penis Keluar Nanah
Penis keluar nanah saat kencing bisa berkaitan dengan gonore, klamidia, atau penyebab uretritis lainnya. Oleh karena itu, pemeriksaan medis perlu untuk membantu mengetahui penyebab secara lebih tepat.
Klinik Apollo Jakarta menyediakan layanan konsultasi dan pemeriksaan, untuk keluhan kesehatan reproduksi pria dan infeksi menular seksual. Dokter akan mengevaluasi gejala dan menentukan pemeriksaan yang sesuai dengan kondisi pasien.
FAQ Seputar Penis Keluar Nanah
1. Apakah Penis Keluar Nanah Pasti Gonore?
Tidak selalu. Gonore memang merupakan salah satu penyebab yang sering, tetapi klamidia, uretritis non-gonore, dan beberapa infeksi lainnya juga bisa menyebabkan keluarnya cairan dari penis.
2. Apakah Klamidia Bisa Menyebabkan Penis Keluar Nanah?
Bisa. Klamidia bisa menyebabkan uretritis, sehingga muncul rasa perih saat kencing dan keluarnya cairan dari penis. Namun, gejalanya bisa lebih ringan dibandingkan gonore pada sebagian orang.
3. Apakah Penis Keluar Nanah Harus Diperiksa?
Sebaiknya diperiksa, terutama jika disertai nyeri saat kencing atau memiliki kemungkinan paparan IMS. Pemeriksaan membantu menentukan penyebab dan pengobatan yang sesuai.
4. Pemeriksaan Apa untuk Mengetahui Gonore?
Dokter bisa merekomendasikan pemeriksaan NAAT menggunakan urine atau swab sesuai kondisi pasine. Pemeriksaan mikroskopis atau kultur juga bisa digunakan pada situasi tertentu.
5. Bolehkah Berhubungan Seksual saat Penis Masih Keluar Nanah?
Sebaiknya tidak. Tunda hubungan seksual sampai penyebab diketahui, pengobatan telah dilakukan sesuai dengan anjuran dokter, dan risiko penularan sudah dinilai.
6. Apakah Pasangan Perlu Ikut Menjalani Pemeriksaan?
Jika penyebabnya adalah IMS, pasangan seksual bisa memerlukan pemeriksaan dan penanganan. Hal ini penting untuk mengurangi risiko penularan kembali.
Baca Juga: Tes Gonore: Pemeriksaan untuk Mengetahui Penyebab Penis Keluar Nanah
Jalani Pemeriksaan Penis Keluar Nanah saat Kencing di Klinik Apollo Jakarta
Penting untuk mengetahui penyebab dari penis keluar nanah saat kencing, untuk mengambil langkah penanganan yang tepat.
Namun, jangan cemas! Anda bisa berkonsultasi dengan dokter berpengalaman di Klinik Apollo Jakarta.
Dokter terbaik kami bisa mengevaluasi kondisi Anda secara menyeluruh, dengan fasilitas dan peralatan medis yang lengkap.
Kami juga manyediakan layanan Konsultasi Dokter Online, yang memudahkan pasien dalam berkonsultasi kapan saja.
Layanan ini bisa Anda akses melalui Chat WhatsApp, yang beroperasi selama 24 jam dan tersedia secara gratis.
Jadi, tunggu apalagi? Segera konsultasikan kondisi Anda dengan tim medis kami dan dapatkan perawatan yang tepat.
Artikel Menarik Lainnya






