September 19, 2026
Penyebab Penis Keluar Nanah: Gonore atau Penyakit Lain?

Klinik Apollo, Jakarta – Penis keluar nanah sering berkaitan dengan gonore atau kencing nanah. Namun, kondisi ini tidak selalu terjadi akibat gonore. Beberapa infeksi menular seksual (IMS) dan kondisi lain juga bisa menyebabkan keluarnya cairan bernanah dari penis.
Nanah dari penis umumnya menunjukkan adanya peradangan atau infeksi pada uretra. Karena penyebabnya bisa berbeda, pemeriksaan medis perlu untuk menentukan infeksi yang mendasarinya dan memberikan pengobatan yang sesuai.
- Apakah Penis Keluar Nanah Selalu Gonore?
- Penyebab Penis Keluar Nanah
- Ciri Penis Keluar Nanah yang Perlu Anda Waspadai
- Bagaimana Mengetahui Penyebab Penis Keluar Nanah?
- Cara Mengobati Penis Keluar Nanah
- Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
- Pentingnya Pemeriksaan Penis Keluar Nanah Secara Medis
- FAQ Seputar Penis Keluar Nanah
- Kenali Penyebab Penis Keluar Nanah dengan Dokter Klinik Apollo Jakarta
Apakah Penis Keluar Nanah Selalu Gonore?
Tidak selalu. Gonore memang merupakan salah satu penyebab utama keluarnya cairan bernanah dari penis. Penyakit ini terjadi akibat bakteri Neisseria gonorrhoeae dan bisa menular melalui hubungan seksual vaginal, anal, maupun oral.
Namun, menurut World Health Organization (WHO), keluarnya cairan dari uretra pada pria juga bisa terjadi akibat Chlamydia trachomatis, Mycoplasma genitalium, Trichomonas vaginalis, serta penyebab uretritis lainnya. Gejala dan tampilan cairan saja tidak cukup untuk membedakan penyebabnya.
Penyebab Penis Keluar Nanah
Berikut adalah beberapa kondisi yang bisa menyebabkan penis mengeluarkan cairan bernanah, antara lain:
1. Gonore (Kencing Nanah)
Gonore merupakan salah satu penyebab yang paling perlu dicurigai ketika penis mengeluarkan cairan seperti nanah. Gejala gonore pada pria bisa berupa:
- Cairan putih, kuning, atau kehijauan dari penis
- Rasa perih atau terbakar ketika buang air kecil
- Ujung penis terasa gatal atau mengalami iritasi
- Testis terasa nyeri atau mengalami pembengkakan
Menurut World Health Organization (WHO), sebagian besar pria dengan gonore bergejala mengalami keluarnya cairan dari penis. Jika tidak tertangani, infeksi bisa menyebabkan komplkasi pada sistem reproduksi dan meningkatkan risiko penularan kepada pasangan.
2. Klamidia
Klamidia terjadi akibat bakteri Chlamydia trachomatis. Infeksi ini juga bisa menyebabkan uretritis atau peradangan pada uretra. Pada pria, gejalanya bisa berupa:
- Cairan dari penis
Rasa terbakar saat buang air kecil - Gatal atau iritasi pada ujung penis
- Nyeri pada testis
WHO menyebutkan bahwa klamidia sering kali tidak menimbulkan gejala. Ketika gejala muncul, keluarnya cairan dari uretra bisa mengalami salah satu tandanya.
3. Uretritis Non-Gonore
Uretritis adalah peradangan pada saluran uretra. Jika penyebabnya bukan Neisseria gonorrhoeae, kondisi ini bisa disebut uretritis non-gonore. Salah satu penyebabnya adalah Mycoplasma genitalium.
Selain itu, beberapa mikroorganisme lain juga bisa menyebabkan peradangan pada uretra. Gejalanya bisa menyerupai gonore, seperti:
- Penis mengeluarkan cairan
- Perih saat buang air kecil
- Ujung penis terasa gatal atau teriritasi
- Rasa tidak nyaman di sekitar saluran kemih
Centers for Disease Control and Prevention (CDC), menjelaskan bahwa uretritis dapat menyebabkan cairan mukoid, mukopurulen, atau bernanah sehingga pemeriksaan penting untuk mengetahui penyebabnya.
4. Trikomoniasis
Trikomoniasis merupakan IMS yang disebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis. Pada pria, infeksi bisa menyebabkan uretritis dan pada beberapa kasus menimbulkan cairan dari penis.
Gejalanya tidak selalu jelas, sehingga seseorang bisa mengalami infeksi tanpa menyadarinya. WHO memasukkan Trichomonas vaginalis, sebagai salah satu kemungkinan penyebab keluarnya cairan dari uretra.
5. Infeksi atau Peradangan pada Saluran Kemih
Infeksi pada saluran kemih juga bisa menyebabkan gejala yang menyerupai uretritis, meskipun penyebabnya tidak selalu merupakan IMS. Keluhan bisa berupa:
- Nyeri atau perih saat buang air kecil
- Sering ingin buang air kecil
- Rasa tidak nyaman pada saluran kemih
- Cairan yang keluar dari uretra pada kondisi tertentu
Karena beberapa kondisi memiliki gejala yang mirip, penis keluar nanah sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai gonore tanpa pemeriksaan.
Ciri Penis Keluar Nanah yang Perlu Anda Waspadai
Perhatikan beberapa gejala yang menyertai keluarnya nanah dari penis, terutama jika muncul setelah aktivitas seksual berisiko, seperti:
- Nanah berwarna putih, kuning, atau kehijauan
- Perih atau terbakar saat buang air kecil
- Ujung penis terasa gatal atau iritasi
- Testis terasa nyeri atau membengkak
- Sering buang air kecil atau muncul rasa ingin buang air kecil terus-menerus
- Nyeri pada area genital atau panggul
WHO menjelaskan bahwa cairan uretra bisa memiliki konsistensi dan jumlah yang berbeda-beda, mulai dari sedikit hingga banyak. Karena tampilan cairan tidak bisa memastikan penyebabnya, pemeriksaan laboratorium bisa sangat penting.
Bagaimana Mengetahui Penyebab Penis Keluar Nanah?
Diagnosis tidak sebaiknya hanya berdasarkan warna atau jumlah nanah. Dokter bisa melakukan wawancara mengenai gejala dan riwayat seksual, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan laboratorium.
Salah satu pemeriksaan yang bisa digunakan adalah NAAT (Nurleic Acid Amplification Test) untuk mendeteksi bakteri penyebab gonore dan klamidia dari sampel urine atau swab sesuai kebutuhan.
WHO menyebutkan bahwa NAAT merupakan metode utama, untuk mendeteksi Neisseria gonorrhoeae dan Chlamydia trachomatis.
Cara Mengobati Penis Keluar Nanah
Pengobatan harus sesuai dengan penyebabnya. Gonore, klamidia, dan infeksi lainnya memiliki pilihan terapi yang berbeda.
Oleh karena itu, jangan sembarangan membeli atau mengonsumsi antibiotik sendiri. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat, bisa menyebabkan pengobatan tidak efektif dan berkontribusi terhadap masalah resistensi antimikroba.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC), memiliki pedoman pengobatan IMS yang menekankan pentingnya diagnosis dan penanganan sesuai penyebab infeksi. Gonore juga menjadi perhatian khusus karena resistensi antimikroba terhadap bakteri penyebabnya terus menjadi masalah kesehatan global.
Jika gonore atau IMS terdiagnosis, pasangan seksual juga perlu mendapatkan evaluasi dan penanganan yang sesuai untuk mengurangi risiko penularan dan infeksi berulang.
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
Segera konsultasikan kondisi ke dokter apabila penis mengeluarkan nanah, terutama jika disertai nyeri saat buang air kecil, testis bengkak atau nyeri, demam, maupun riwayat hubungan seksual berisiko.
Semakin cepat penyebab diketahui, semakin cepat pula pengobatan yang sesuai dapat diberikan. Hindari hubungan seksual sampai mendapatkan arahan medis dan penanganan yang tepat.
Pentingnya Pemeriksaan Penis Keluar Nanah Secara Medis
Berdasarkan pengalaman tim medis Klinik Apollo Jakarta, keluhan penis keluar nanah perlu Anda periksakan untuk mengetahui penyebab yang mendasarinya. Pemeriksaan bisa membantu membedakan gonore dengan penyebab uretritis lainnya, sehingga penanganan bisa sesuai dengan kondisi pasien.
Jika Anda mengalami penis keluar nanah atau gejala infeksi lainnya, dokter menyediakan layanan konsultasi dan pemeriksaan terkait infeksi menular seksual serta keluhan kesehatan pria.

Ilustrasi seorang pria yang mengalami penis keluar nanah
FAQ Seputar Penis Keluar Nanah
1. Apakah Penis Keluar Nanah Pasti Gonore?
Tidak. Gonore merupakan salah satu penyebab yang umum, tetapi klamidia, Mycoplasma genitalium, trikomoniasis, dan penyebab uretritis lainnya juga bisa menyebabkan cairan dari penis.
2. Apakah Klamidia Bisa Menyebabkan Penis Keluar Nanah?
Bisa. Pada pria, klamidia bisa menyebabkan keluarnya cairan dari penis, rasa terbakar saat buang air kecil, dan nyeri pada testis.
3. Bisakah Mengetahui Gonore Hanya dari Warna Nanah?
Tidak bisa dipastikan hanya dari warna cairan. Gonore bisa menyebabkan cairan putih, kuning, atau kehijauan, tetapi penyakit lain juga bisa menimbulkan cairan dari uretra. Pemeriksaan perlu untuk memastikan diagnosis.
4. Apakah Penis Keluar Nanah Harus Segera Terobati?
Sebaiknya segera periksa ke dokter. Penanganan yang terlambat bisa meningkatkan risiko komplikasi dan penularan kepada pasangan.
5. Bolehkah Minum Antibiotik Sendiri saat Penis Keluar Nanah?
Sebaiknya tidak. Antibiotik harus dipilih berdasarkan dugaan atau hasil pemeriksaan penyebab infeksi dan kondisi pasien. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat, juga bisa berkontribusi terhadap resistensi antimikroba.
Baca Juga: Cara Mengobati Penis Keluar Nanah, Jangan Sembarangan Minum Obat!
Kenali Penyebab Penis Keluar Nanah dengan Dokter Klinik Apollo Jakarta
Mengenali penyebab penis keluar nanah, bisa membantu pasien untuk mengambil langkah penanganan yang tepat dan optimal.
Jangan cemas! Anda bisa berkonsultasi dan menjalani pemeriksaan dengan dokter berpengalaman di Klinik Apollo Jakarta.
Dokter terbaik kami bisa mengevaluasi kondisi Anda secara menyeluruh, dengan fasilitas dan peralatan medis yang lengkap.
Kami juga menyediakan layanan Konsultasi Dokter Online, yang memudahkan pasien dalam berkonsultasi kapan saja.
Layanan ini bisa Anda akses melalui Chat WhatsApp, yang beroperasi selama 24 jam dan tersedia secara gratis.
Jadi, tunggu apalagi? Segera konsultasikan kondisi Anda dengan tim medis kami dan dapatkan perawatan yang tepat.
Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta
Artikel Menarik Lainnya
September 19, 2026
Penyebab Penis Keluar Nanah: Gonore atau Penyakit Lain?

Klinik Apollo, Jakarta – Penis keluar nanah sering berkaitan dengan gonore atau kencing nanah. Namun, kondisi ini tidak selalu terjadi akibat gonore. Beberapa infeksi menular seksual (IMS) dan kondisi lain juga bisa menyebabkan keluarnya cairan bernanah dari penis.
Nanah dari penis umumnya menunjukkan adanya peradangan atau infeksi pada uretra. Karena penyebabnya bisa berbeda, pemeriksaan medis perlu untuk menentukan infeksi yang mendasarinya dan memberikan pengobatan yang sesuai.
- Apakah Penis Keluar Nanah Selalu Gonore?
- Penyebab Penis Keluar Nanah
- Ciri Penis Keluar Nanah yang Perlu Anda Waspadai
- Bagaimana Mengetahui Penyebab Penis Keluar Nanah?
- Cara Mengobati Penis Keluar Nanah
- Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
- Pentingnya Pemeriksaan Penis Keluar Nanah Secara Medis
- FAQ Seputar Penis Keluar Nanah
- Kenali Penyebab Penis Keluar Nanah dengan Dokter Klinik Apollo Jakarta
Apakah Penis Keluar Nanah Selalu Gonore?
Tidak selalu. Gonore memang merupakan salah satu penyebab utama keluarnya cairan bernanah dari penis. Penyakit ini terjadi akibat bakteri Neisseria gonorrhoeae dan bisa menular melalui hubungan seksual vaginal, anal, maupun oral.
Namun, menurut World Health Organization (WHO), keluarnya cairan dari uretra pada pria juga bisa terjadi akibat Chlamydia trachomatis, Mycoplasma genitalium, Trichomonas vaginalis, serta penyebab uretritis lainnya. Gejala dan tampilan cairan saja tidak cukup untuk membedakan penyebabnya.
Penyebab Penis Keluar Nanah
Berikut adalah beberapa kondisi yang bisa menyebabkan penis mengeluarkan cairan bernanah, antara lain:
1. Gonore (Kencing Nanah)
Gonore merupakan salah satu penyebab yang paling perlu dicurigai ketika penis mengeluarkan cairan seperti nanah. Gejala gonore pada pria bisa berupa:
- Cairan putih, kuning, atau kehijauan dari penis
- Rasa perih atau terbakar ketika buang air kecil
- Ujung penis terasa gatal atau mengalami iritasi
- Testis terasa nyeri atau mengalami pembengkakan
Menurut World Health Organization (WHO), sebagian besar pria dengan gonore bergejala mengalami keluarnya cairan dari penis. Jika tidak tertangani, infeksi bisa menyebabkan komplkasi pada sistem reproduksi dan meningkatkan risiko penularan kepada pasangan.
2. Klamidia
Klamidia terjadi akibat bakteri Chlamydia trachomatis. Infeksi ini juga bisa menyebabkan uretritis atau peradangan pada uretra. Pada pria, gejalanya bisa berupa:
- Cairan dari penis
Rasa terbakar saat buang air kecil - Gatal atau iritasi pada ujung penis
- Nyeri pada testis
WHO menyebutkan bahwa klamidia sering kali tidak menimbulkan gejala. Ketika gejala muncul, keluarnya cairan dari uretra bisa mengalami salah satu tandanya.
3. Uretritis Non-Gonore
Uretritis adalah peradangan pada saluran uretra. Jika penyebabnya bukan Neisseria gonorrhoeae, kondisi ini bisa disebut uretritis non-gonore. Salah satu penyebabnya adalah Mycoplasma genitalium.
Selain itu, beberapa mikroorganisme lain juga bisa menyebabkan peradangan pada uretra. Gejalanya bisa menyerupai gonore, seperti:
- Penis mengeluarkan cairan
- Perih saat buang air kecil
- Ujung penis terasa gatal atau teriritasi
- Rasa tidak nyaman di sekitar saluran kemih
Centers for Disease Control and Prevention (CDC), menjelaskan bahwa uretritis dapat menyebabkan cairan mukoid, mukopurulen, atau bernanah sehingga pemeriksaan penting untuk mengetahui penyebabnya.
4. Trikomoniasis
Trikomoniasis merupakan IMS yang disebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis. Pada pria, infeksi bisa menyebabkan uretritis dan pada beberapa kasus menimbulkan cairan dari penis.
Gejalanya tidak selalu jelas, sehingga seseorang bisa mengalami infeksi tanpa menyadarinya. WHO memasukkan Trichomonas vaginalis, sebagai salah satu kemungkinan penyebab keluarnya cairan dari uretra.
5. Infeksi atau Peradangan pada Saluran Kemih
Infeksi pada saluran kemih juga bisa menyebabkan gejala yang menyerupai uretritis, meskipun penyebabnya tidak selalu merupakan IMS. Keluhan bisa berupa:
- Nyeri atau perih saat buang air kecil
- Sering ingin buang air kecil
- Rasa tidak nyaman pada saluran kemih
- Cairan yang keluar dari uretra pada kondisi tertentu
Karena beberapa kondisi memiliki gejala yang mirip, penis keluar nanah sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai gonore tanpa pemeriksaan.
Ciri Penis Keluar Nanah yang Perlu Anda Waspadai
Perhatikan beberapa gejala yang menyertai keluarnya nanah dari penis, terutama jika muncul setelah aktivitas seksual berisiko, seperti:
- Nanah berwarna putih, kuning, atau kehijauan
- Perih atau terbakar saat buang air kecil
- Ujung penis terasa gatal atau iritasi
- Testis terasa nyeri atau membengkak
- Sering buang air kecil atau muncul rasa ingin buang air kecil terus-menerus
- Nyeri pada area genital atau panggul
WHO menjelaskan bahwa cairan uretra bisa memiliki konsistensi dan jumlah yang berbeda-beda, mulai dari sedikit hingga banyak. Karena tampilan cairan tidak bisa memastikan penyebabnya, pemeriksaan laboratorium bisa sangat penting.
Bagaimana Mengetahui Penyebab Penis Keluar Nanah?
Diagnosis tidak sebaiknya hanya berdasarkan warna atau jumlah nanah. Dokter bisa melakukan wawancara mengenai gejala dan riwayat seksual, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan laboratorium.
Salah satu pemeriksaan yang bisa digunakan adalah NAAT (Nurleic Acid Amplification Test) untuk mendeteksi bakteri penyebab gonore dan klamidia dari sampel urine atau swab sesuai kebutuhan.
WHO menyebutkan bahwa NAAT merupakan metode utama, untuk mendeteksi Neisseria gonorrhoeae dan Chlamydia trachomatis.
Cara Mengobati Penis Keluar Nanah
Pengobatan harus sesuai dengan penyebabnya. Gonore, klamidia, dan infeksi lainnya memiliki pilihan terapi yang berbeda.
Oleh karena itu, jangan sembarangan membeli atau mengonsumsi antibiotik sendiri. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat, bisa menyebabkan pengobatan tidak efektif dan berkontribusi terhadap masalah resistensi antimikroba.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC), memiliki pedoman pengobatan IMS yang menekankan pentingnya diagnosis dan penanganan sesuai penyebab infeksi. Gonore juga menjadi perhatian khusus karena resistensi antimikroba terhadap bakteri penyebabnya terus menjadi masalah kesehatan global.
Jika gonore atau IMS terdiagnosis, pasangan seksual juga perlu mendapatkan evaluasi dan penanganan yang sesuai untuk mengurangi risiko penularan dan infeksi berulang.
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
Segera konsultasikan kondisi ke dokter apabila penis mengeluarkan nanah, terutama jika disertai nyeri saat buang air kecil, testis bengkak atau nyeri, demam, maupun riwayat hubungan seksual berisiko.
Semakin cepat penyebab diketahui, semakin cepat pula pengobatan yang sesuai dapat diberikan. Hindari hubungan seksual sampai mendapatkan arahan medis dan penanganan yang tepat.
Pentingnya Pemeriksaan Penis Keluar Nanah Secara Medis
Berdasarkan pengalaman tim medis Klinik Apollo Jakarta, keluhan penis keluar nanah perlu Anda periksakan untuk mengetahui penyebab yang mendasarinya. Pemeriksaan bisa membantu membedakan gonore dengan penyebab uretritis lainnya, sehingga penanganan bisa sesuai dengan kondisi pasien.
Jika Anda mengalami penis keluar nanah atau gejala infeksi lainnya, dokter menyediakan layanan konsultasi dan pemeriksaan terkait infeksi menular seksual serta keluhan kesehatan pria.

Ilustrasi seorang pria yang mengalami penis keluar nanah
FAQ Seputar Penis Keluar Nanah
1. Apakah Penis Keluar Nanah Pasti Gonore?
Tidak. Gonore merupakan salah satu penyebab yang umum, tetapi klamidia, Mycoplasma genitalium, trikomoniasis, dan penyebab uretritis lainnya juga bisa menyebabkan cairan dari penis.
2. Apakah Klamidia Bisa Menyebabkan Penis Keluar Nanah?
Bisa. Pada pria, klamidia bisa menyebabkan keluarnya cairan dari penis, rasa terbakar saat buang air kecil, dan nyeri pada testis.
3. Bisakah Mengetahui Gonore Hanya dari Warna Nanah?
Tidak bisa dipastikan hanya dari warna cairan. Gonore bisa menyebabkan cairan putih, kuning, atau kehijauan, tetapi penyakit lain juga bisa menimbulkan cairan dari uretra. Pemeriksaan perlu untuk memastikan diagnosis.
4. Apakah Penis Keluar Nanah Harus Segera Terobati?
Sebaiknya segera periksa ke dokter. Penanganan yang terlambat bisa meningkatkan risiko komplikasi dan penularan kepada pasangan.
5. Bolehkah Minum Antibiotik Sendiri saat Penis Keluar Nanah?
Sebaiknya tidak. Antibiotik harus dipilih berdasarkan dugaan atau hasil pemeriksaan penyebab infeksi dan kondisi pasien. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat, juga bisa berkontribusi terhadap resistensi antimikroba.
Baca Juga: Cara Mengobati Penis Keluar Nanah, Jangan Sembarangan Minum Obat!
Kenali Penyebab Penis Keluar Nanah dengan Dokter Klinik Apollo Jakarta
Mengenali penyebab penis keluar nanah, bisa membantu pasien untuk mengambil langkah penanganan yang tepat dan optimal.
Jangan cemas! Anda bisa berkonsultasi dan menjalani pemeriksaan dengan dokter berpengalaman di Klinik Apollo Jakarta.
Dokter terbaik kami bisa mengevaluasi kondisi Anda secara menyeluruh, dengan fasilitas dan peralatan medis yang lengkap.
Kami juga menyediakan layanan Konsultasi Dokter Online, yang memudahkan pasien dalam berkonsultasi kapan saja.
Layanan ini bisa Anda akses melalui Chat WhatsApp, yang beroperasi selama 24 jam dan tersedia secara gratis.
Jadi, tunggu apalagi? Segera konsultasikan kondisi Anda dengan tim medis kami dan dapatkan perawatan yang tepat.
Artikel Menarik Lainnya






