Desember 31, 2025

Sudah Masuk Fase Ini? Awas Penyakit Sifilis Bisa Merusak Organ Tubuh!

fase penyakit sifilis 1_3_11zon

Klinik Apollo, Jakarta – Fase tersier, merupakan salah satu fase penyakit sifilis yang paling berbahaya dan bisa memicu kerusakan organ tubuh.

Meskipun pada awalnya ringan, infeksi sifilis bisa berkembang dari tahap yang ringan hingga ke tahap yang lebih serius. Sayangnya, banyak penderita yang tidak menyadari.

Lantas, apa saja tanda dari fasee penyakit sifilis yang paling berbahaya ini? Mari kita simak penjelasan di bawah ini!

Apa Itu Penyakit Sifilis?

Penyakit sifilis merupakan infeksi menular seksual (IMS), yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum.

Penularannya paling sering terjadi melalui hubungan seksual tanpa pengaman, baik vaginal, anal, maupun oral. Selain itu, sifilis juga bisa menular dari ibu hamil kepada janin.

Tanpa pengobatan medis yang tepat, penyakit ini bisa berlangsung selama bertahun-tahun dan menimbulkan komplikasi serius.

Tahapan Fase Penyakit Sifilis

Sifilis dikenal sebagai penyakit yang memiliki beberapa tahapan, dengan gejala yang berbeda-beda di setiap fasenya. Berikut fase dan tanda-tandanya:

1. Fase Primer

Fase primer ditandai dengan munculnya luka kecil yang tidak nyeri, disebut chancre, di area kelamin, anus, atau mulut.

Luka ini sering kali tidak penderita sadari, karena tidak menimbulkan rasa sakit dan dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa minggu. Meski begitu, infeksi akan tetap ada.

2. Fase Sekunder

Pada fase sekunder, penderita dapat mengalami berbagai gejala seperti ruam di kulit (termasuk di talapak tangan dan kaki), demam, nyeri otot, dan pembengkakan kelenjar getah bening.

Penderita juga bisa mengalami kelelahan, serta gejalanya ini bisa hilang tumbuh dan sering disalahartikan sebagai penyakit lain.

3. Fase Laten

Fase laten merupakan tahap di mana sifilis tidak menimbulkan gejala sama sekalo. Pada fase ini, penderita tampak sehat, tetapi bakteri masih aktif di dalam tubuh.

pada umumnya, fase ini bisa berlangsung selama bertahun-tahun dan berisiko berkembang menjadi fase yang lebih berbahaya.

4. Fase Tersier

Fase penyakit sifilis yang paling berbahaya ini, bisa menyebabkan kerusakan permanen pada organ tubuh, termasuk jantung, pembuluh darah, otak, saraf, dan tulang.

Kondisi ini bisa muncul 10-30 tahun setelah infeksi awal, terutama jika tidak mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Bahaya Fase Tersier Penyakit Sifilis

Pada fase tersier, infeksi sifilis telah berkembang dan menyebabkan komplikasi serius, seperti berikut:

  • Gangguan jantung (sifilis kardiovaskular)
  • Kerusakan otak yang menyebabkan gangguan ingatan dan kepribadian
  • Kelumpuhan
  • Gangguan penglihatan hingga kebutaan
  • Kematian jika tidak segera ditangani

Kerusakan organ pada fase ini, umumnya bersifat permanen dan sulit dipulihkan. Oleh karena itu, pemeriksaan dan pengobatan medis sangatlah penting.

Jadi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter berpengalaman di Klinik Apollo Jakarta, untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

fase penyakit sifilis 2_4_11zon

Ilustrasi seorang pria yang terinfeksi penyakit sifilis di fase terparah

Pentingnya Deteksi dan Pengobatan Dini

Deteksi dini menjadi kunci utama, untuk mencegah sifilis berkembang ke fase yang lebih berbahaya dan serius.

Jangan cemas! Sifilis dapat terobati secara efektif dengan antibiotik jika terdeteksi sejak dini. Semakin cepat pengobatan Anda lakukan, semakin kecil risiko komplikasi serius.

Jika Anda mengalami gejala mencurigakan atau memiliki hubungan seksual berisiko, segeralah konsultasikan diri ke tenaga medis profesional.

Baca Juga: Obat Sifilis: Pilihan Pengobatan, Efektivitas, dan Pencegahannya

Cegah Fase Penyakit Sifilis Terparah dengan Pengobatan Dini di Klinik Apolllo Jakarta

Sebelum sifilis memasuki fase yang terparah, Anda bisa mencegahnya dengan diagnosis dan pengobatan sejak awal infeksi.

Mengapa hal ini penting? Karena pengobatan dini bisa mencegah infeksi berkembang dan menyebar ke organ tubuh lainnya.

Oleh karena itu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tim medis berpengalaman seperti di Klinik Apollo Jakarta.

Dokter terbaik kami bisa melakukan pemeriksaan menyeluruh, dengan fasilitas medis yang lengkap dan modern.

Anda juga bisa berkonsultasi dengan tim medis kami melalui layanan Konsultasi Dokter Online, yang kami sediakan untuk memudahkan pasien.

Selain itu, Anda juga bisa berkonsultasi kapan dan di mana saja, melalui Chat Whatsapp yang beroperasi selama 24 jam dan gratis!

Jadi, tunggu apalagi? Segeralah konsultasikan kondisi Anda dengan tim medis kami dan dapatkan perawatan yang tepat ya!

konsultasi online

About the Author: Rara

Artikel Menarik Lainnya

Artikel Terkini

Tanya Apollo

Desember 31, 2025

Sudah Masuk Fase Ini? Awas Penyakit Sifilis Bisa Merusak Organ Tubuh!

fase penyakit sifilis 1_3_11zon

Klinik Apollo, Jakarta – Fase tersier, merupakan salah satu fase penyakit sifilis yang paling berbahaya dan bisa memicu kerusakan organ tubuh.

Meskipun pada awalnya ringan, infeksi sifilis bisa berkembang dari tahap yang ringan hingga ke tahap yang lebih serius. Sayangnya, banyak penderita yang tidak menyadari.

Lantas, apa saja tanda dari fasee penyakit sifilis yang paling berbahaya ini? Mari kita simak penjelasan di bawah ini!

Apa Itu Penyakit Sifilis?

Penyakit sifilis merupakan infeksi menular seksual (IMS), yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum.

Penularannya paling sering terjadi melalui hubungan seksual tanpa pengaman, baik vaginal, anal, maupun oral. Selain itu, sifilis juga bisa menular dari ibu hamil kepada janin.

Tanpa pengobatan medis yang tepat, penyakit ini bisa berlangsung selama bertahun-tahun dan menimbulkan komplikasi serius.

Tahapan Fase Penyakit Sifilis

Sifilis dikenal sebagai penyakit yang memiliki beberapa tahapan, dengan gejala yang berbeda-beda di setiap fasenya. Berikut fase dan tanda-tandanya:

1. Fase Primer

Fase primer ditandai dengan munculnya luka kecil yang tidak nyeri, disebut chancre, di area kelamin, anus, atau mulut.

Luka ini sering kali tidak penderita sadari, karena tidak menimbulkan rasa sakit dan dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa minggu. Meski begitu, infeksi akan tetap ada.

2. Fase Sekunder

Pada fase sekunder, penderita dapat mengalami berbagai gejala seperti ruam di kulit (termasuk di talapak tangan dan kaki), demam, nyeri otot, dan pembengkakan kelenjar getah bening.

Penderita juga bisa mengalami kelelahan, serta gejalanya ini bisa hilang tumbuh dan sering disalahartikan sebagai penyakit lain.

3. Fase Laten

Fase laten merupakan tahap di mana sifilis tidak menimbulkan gejala sama sekalo. Pada fase ini, penderita tampak sehat, tetapi bakteri masih aktif di dalam tubuh.

pada umumnya, fase ini bisa berlangsung selama bertahun-tahun dan berisiko berkembang menjadi fase yang lebih berbahaya.

4. Fase Tersier

Fase penyakit sifilis yang paling berbahaya ini, bisa menyebabkan kerusakan permanen pada organ tubuh, termasuk jantung, pembuluh darah, otak, saraf, dan tulang.

Kondisi ini bisa muncul 10-30 tahun setelah infeksi awal, terutama jika tidak mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Bahaya Fase Tersier Penyakit Sifilis

Pada fase tersier, infeksi sifilis telah berkembang dan menyebabkan komplikasi serius, seperti berikut:

  • Gangguan jantung (sifilis kardiovaskular)
  • Kerusakan otak yang menyebabkan gangguan ingatan dan kepribadian
  • Kelumpuhan
  • Gangguan penglihatan hingga kebutaan
  • Kematian jika tidak segera ditangani

Kerusakan organ pada fase ini, umumnya bersifat permanen dan sulit dipulihkan. Oleh karena itu, pemeriksaan dan pengobatan medis sangatlah penting.

Jadi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter berpengalaman di Klinik Apollo Jakarta, untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

fase penyakit sifilis 2_4_11zon

Ilustrasi seorang pria yang terinfeksi penyakit sifilis di fase terparah

Pentingnya Deteksi dan Pengobatan Dini

Deteksi dini menjadi kunci utama, untuk mencegah sifilis berkembang ke fase yang lebih berbahaya dan serius.

Jangan cemas! Sifilis dapat terobati secara efektif dengan antibiotik jika terdeteksi sejak dini. Semakin cepat pengobatan Anda lakukan, semakin kecil risiko komplikasi serius.

Jika Anda mengalami gejala mencurigakan atau memiliki hubungan seksual berisiko, segeralah konsultasikan diri ke tenaga medis profesional.

Baca Juga: Obat Sifilis: Pilihan Pengobatan, Efektivitas, dan Pencegahannya

Cegah Fase Penyakit Sifilis Terparah dengan Pengobatan Dini di Klinik Apolllo Jakarta

Sebelum sifilis memasuki fase yang terparah, Anda bisa mencegahnya dengan diagnosis dan pengobatan sejak awal infeksi.

Mengapa hal ini penting? Karena pengobatan dini bisa mencegah infeksi berkembang dan menyebar ke organ tubuh lainnya.

Oleh karena itu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tim medis berpengalaman seperti di Klinik Apollo Jakarta.

Dokter terbaik kami bisa melakukan pemeriksaan menyeluruh, dengan fasilitas medis yang lengkap dan modern.

Anda juga bisa berkonsultasi dengan tim medis kami melalui layanan Konsultasi Dokter Online, yang kami sediakan untuk memudahkan pasien.

Selain itu, Anda juga bisa berkonsultasi kapan dan di mana saja, melalui Chat Whatsapp yang beroperasi selama 24 jam dan gratis!

Jadi, tunggu apalagi? Segeralah konsultasikan kondisi Anda dengan tim medis kami dan dapatkan perawatan yang tepat ya!

konsultasi online

About the Author: Rara

Artikel Menarik Lainnya