Oktober 22, 2026
Waspada Benjolan Berisi Nanah di Kelamin, Ini Penyebabnya

Klinik Apollo, Jakarta – Benjolan berisi nanah di kelamin merupakan keluhan yang tidak boleh Anda abaikan. Kondisi ini bisa muncul pada penis, skrotum, bibir vagina, maupun area kulit di sekitar organ intim.
Benjolan terkadang menimbulkan rasa nyeri, kemerahan, pembengkakan, hingga keluarnya cairan bernanah. Penyebabnya beragam, mulai dari peradangan folikel rambut hingga infeksi bakteri dan infeksi menular seksual (IMS).
Oleh karena itu, mengenali penyebab benjolan berisi nanah di kelamin sangat penting, agar penderita mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan yang sesuai.
- Penyebab Benjolan Berisi Nanah di Kelamin
- Gejala Benjolan Berisi Nanah di Kelamin yang Perlu Anda Waspadai
- Bagaimana Cara Mengatasi Benjolan Berisi Nanah di Kelamin?
- Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
- FAQ Seputar Benjolan Berisi Nanah di Kelamin
- Konsultasikan Penyebab Benjolan Berisi Nanah di Kelamin dengan Dokter Klinik Apollo
Penyebab Benjolan Berisi Nanah di Kelamin
Terdapat beberapa kondisi yang bisa menyebabkan munculnya benjolan bernanah di area kelamin, antara lain:
1. Folikulitis atau Peradangan Folikel Rambut
Folikulitis terjadi ketika folikel rambut mengalami peradangan atau infeksi. Kondisi ini bisa muncul setelah mencukur rambut kemaluan, akibat gesekan pakaian, atau karena masuknya bakteri ke dalam folikel rambut. Gejalanya berupa:
- Benjolan kecil berwarna merah di sekitar rambut kemaluan
- Ujung benjolan tampak putih atau berisi nanah
- Rasa gatal, perih, atau nyeri saat tersentuh
Folikulitis umumnya menyerang kulit yang memiliki rambut, sehingga bisa muncul di sekitar pangkal penis, skrotum, atau area luar vagina.
2. Bisul atau Abses pada Kelamin
Bisul merupakan benjolan akibat infeksi yang biasanya melibatkan folikel rambut dan jaringan di sekitarnya. Sementara itu, abses adalah kumpulan nanah yang terbentuk di dalam jaringan akibat infeksi.
Keduanya bisa menimbulkan benjolan yang membesar, terasa hangat, kemerahan, dan nyeri. Pada kondisi tertentu, benjolan bisa pecah dan mengeluarkan nanah.
3. Infeksi Menular Seksual (IMS)
Beberapa infeksi menular seksual bisa menimbulkan luka, lepuhan, atau benjolan pada area genital. Namun, tidak semua IMS menyebabkan benjolan yang benar-benar berisi nanah.
Berdasarkan informasi dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), IMS bisa memiliki gejala yang berbeda-beda dan terkadang tidak menimbulkan gejala. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan penyebabnya, terutama jika terdapat riwayat hubungan seksual berisiko.
4. Kista atau Infeksi Kelenjar Bartholin
Pada perempuan, benjolan di dekat lubang vagina bisa terjadi akibat penyumbatan kelenjar bartholin. Kelenjar ini berfungsi menghasilkan cairan pelumas di sekitar pintu masuk vagina.
Jika kista mengalami infeksi, kondisi tersebut bisa berkembang menjadi abses bartholin. Gejalanya bisa berupa:
- Benjolan di salah satu sisi lubang vagina
- Nyeri saat berjalan, duduk, atau berhubungan seksual
- Pembengkakan dan kemerahan
- Keluarnya nanah, terutama jika abses pecah
Benjolan yang terasa sangat nyeri atau membesar dengan cepat perlu diperiksa. Abses bartholin terkadang membutuhkan tindakan medis, untuk mengeluarkan nanah.
Gejala Benjolan Berisi Nanah di Kelamin yang Perlu Anda Waspadai
Selain munculnya benjolan, penderita bisa mengalami keluhan lain yang perlu diwaspadai, antara lain:
- Nyeri dan pembengkakan
- Kemerahan dan rasa hangat
- Nanah berbau tidak sedap
- Luka atau benjolan berulang
- Demam atau tubuh terasa lemas
Jika benjolan disertai demam, kemerahan yang menyebar, nyeri berat, atau pembengkakan yang cepat membesar, segera cari pertolongan medis. Jangan menunggu sampai benjolan pecah dengan sendirinya.
Bagaimana Cara Mengatasi Benjolan Berisi Nanah di Kelamin?
Penanganan benjolan bernanah harus sesuai dengan penyebabnya. Berikut beberapa langkah yang bisa Anda lakukan, antara lain:
1. Lakukan Pemeriksaan Medis
Dokter akan menilai bentuk, lokasi, ukuran, dan gejala yang menyertai benjolan. Jika perlu, dokter bisa menyarankan pemeriksaan cairan nanah, tes darah, atau pemeriksaan infeksi menular seksual berdasarkan kondisi dan riwayat pasien.
2. Gunakan Obat Sesuai Penyebab
Dokter bisa memberikan obat sesuai hasil pemeriksaan, infeksi bakteri tertentu mungkin memerlukan antibiotik, sedangkan kondisi kulit lainnya membutuhkan penanganan berbeda. Abses yang cukup besar, terkadang memerlukan tindakan untuk mengeluarkan nanah.
3. Hindari Memencet Benjolan
Memencet, menusuk, atau memecahkan benjolan sendiri bisa merusak jaringan dan menyebabkan infeksi. Jaga area genital tetap bersih dan kering, gunakan pakaian dalam yang tidak terlalu ketat, serta hindari mencukur area yang sedang meradang.

Ilustrasi seorang pria yang mengalami benjolan nanah di kelamin
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
Segera konsultasikan benjolan berisi nanah di kelamin jika benjolan semakin besar, terasa sangat nyeri, mengeluarkan cairan berbau, atau tidak kunjung membaik. Pemeriksaan juga penting jika benjolan terus berulang, muncul luka genital, atau disertai nyeri saat buang air kecil.
Berdasarkan pengalaman tim medis Klinik Apollo Jakarta, pemeriksaan yang tepat membantu mengidentifikasi penyebab keluhan sehingga penanganan bisa sesuai dengan kondisi pasien. Jangan menunda konsultasi hanya karena benjolan berada di area intim.
FAQ Seputar Benjolan Berisi Nanah di Kelamin
1. Apakah Benjolan Berisi Nanah di Kelamin Berbahaya?
Benjolan tersebut tidak selalu berbahaya, tetapi bisa menandakan infeksi yang membutuhkan pengobatan. Risiko bergantung pada penyebab, ukuran, lokasi, dan gejala yang menyertainya.
2. Apakah Benjolan Bernanah di Kelamin Selalu Terjadi Akibat IMS?
Tidak. Benjolan bisa terjadi akibat folikulitis, bisul, abses, atau penyakit kulit lainnya. Namun, pemeriksaan IMS perlu dipertimbangkan jika terdapat faktor risiko atau gejala yang mengarah pada infeksi seksual.
3. Bolehkan Memencet Benjolan Berisi Nanah di Kelamin?
Tidak dokter anjurkan. Memencet bisa memperparah peradangan, menyebabkan luka, dan menyebarkan infeksi ke jaringan sekitarnya.
4. Apakah Benjolan Bernanah di Kelamin Bisa Sembuh Sendiri?
Sebagian benjolan kecil bisa membaik, tetapi abses atau infeksi tertentu mungkin membutuhkan pengobatan maupun tindakan medis. Pemeriksaan diperlukan jika benjolan membesar, terasa nyeri, berulang, atau disertai demam.
5. Harus ke Dokter Apa untuk Memeriksa Benjolan Bernanah di Kelamin?
Anda bisa berkonsultasi dengan dokter kulit dan kelamin atau dokter umum, untuk pemeriksaan awal. Dokter bisa merujuk ke spesialis lain jika lokasi atau penyebab benjolan memerlukan penanganan khusus.
Baca Juga: Dokter Kulit dan Kelamin untuk Pemeriksaan IMS
Konsultasikan Penyebab Benjolan Berisi Nanah di Kelamin dengan Dokter Klinik Apollo
Benjolan berisi nanah di kelamin, bisa menjadi tanda dari masalah kesehatan yang membutuhkan penanganan medis.
Namun, jangan cemas! Anda bisa berkonsultasi dengan dokter berpengalaman di Klinik Apollo Jakarta.
Dengan fasilitas medis yang lengkap dan peralatan yang memadai, dokter bisa mengevaluasi kondisi Anda secara menyeluruh.
Selain itu, kami juga menyediakan layanan Konsultasi Dokter Online yang memudahkan pasien dalam berkonsultasi kapan dan di mana saja.
Layanan ini bisa Anda akses melalui Chat WhatsApp, yang tersedia secara gratis dan bisa Anda akses secara 24 jam.
Jadi, tunggu apalagi? Segera konsultasikan kondisi Anda dengan tim medis kami dan dapatkan perawatan yang tepat.
Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta
Artikel Menarik Lainnya
Oktober 22, 2026
Waspada Benjolan Berisi Nanah di Kelamin, Ini Penyebabnya

Klinik Apollo, Jakarta – Benjolan berisi nanah di kelamin merupakan keluhan yang tidak boleh Anda abaikan. Kondisi ini bisa muncul pada penis, skrotum, bibir vagina, maupun area kulit di sekitar organ intim.
Benjolan terkadang menimbulkan rasa nyeri, kemerahan, pembengkakan, hingga keluarnya cairan bernanah. Penyebabnya beragam, mulai dari peradangan folikel rambut hingga infeksi bakteri dan infeksi menular seksual (IMS).
Oleh karena itu, mengenali penyebab benjolan berisi nanah di kelamin sangat penting, agar penderita mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan yang sesuai.
- Penyebab Benjolan Berisi Nanah di Kelamin
- Gejala Benjolan Berisi Nanah di Kelamin yang Perlu Anda Waspadai
- Bagaimana Cara Mengatasi Benjolan Berisi Nanah di Kelamin?
- Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
- FAQ Seputar Benjolan Berisi Nanah di Kelamin
- Konsultasikan Penyebab Benjolan Berisi Nanah di Kelamin dengan Dokter Klinik Apollo
Penyebab Benjolan Berisi Nanah di Kelamin
Terdapat beberapa kondisi yang bisa menyebabkan munculnya benjolan bernanah di area kelamin, antara lain:
1. Folikulitis atau Peradangan Folikel Rambut
Folikulitis terjadi ketika folikel rambut mengalami peradangan atau infeksi. Kondisi ini bisa muncul setelah mencukur rambut kemaluan, akibat gesekan pakaian, atau karena masuknya bakteri ke dalam folikel rambut. Gejalanya berupa:
- Benjolan kecil berwarna merah di sekitar rambut kemaluan
- Ujung benjolan tampak putih atau berisi nanah
- Rasa gatal, perih, atau nyeri saat tersentuh
Folikulitis umumnya menyerang kulit yang memiliki rambut, sehingga bisa muncul di sekitar pangkal penis, skrotum, atau area luar vagina.
2. Bisul atau Abses pada Kelamin
Bisul merupakan benjolan akibat infeksi yang biasanya melibatkan folikel rambut dan jaringan di sekitarnya. Sementara itu, abses adalah kumpulan nanah yang terbentuk di dalam jaringan akibat infeksi.
Keduanya bisa menimbulkan benjolan yang membesar, terasa hangat, kemerahan, dan nyeri. Pada kondisi tertentu, benjolan bisa pecah dan mengeluarkan nanah.
3. Infeksi Menular Seksual (IMS)
Beberapa infeksi menular seksual bisa menimbulkan luka, lepuhan, atau benjolan pada area genital. Namun, tidak semua IMS menyebabkan benjolan yang benar-benar berisi nanah.
Berdasarkan informasi dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), IMS bisa memiliki gejala yang berbeda-beda dan terkadang tidak menimbulkan gejala. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan penyebabnya, terutama jika terdapat riwayat hubungan seksual berisiko.
4. Kista atau Infeksi Kelenjar Bartholin
Pada perempuan, benjolan di dekat lubang vagina bisa terjadi akibat penyumbatan kelenjar bartholin. Kelenjar ini berfungsi menghasilkan cairan pelumas di sekitar pintu masuk vagina.
Jika kista mengalami infeksi, kondisi tersebut bisa berkembang menjadi abses bartholin. Gejalanya bisa berupa:
- Benjolan di salah satu sisi lubang vagina
- Nyeri saat berjalan, duduk, atau berhubungan seksual
- Pembengkakan dan kemerahan
- Keluarnya nanah, terutama jika abses pecah
Benjolan yang terasa sangat nyeri atau membesar dengan cepat perlu diperiksa. Abses bartholin terkadang membutuhkan tindakan medis, untuk mengeluarkan nanah.
Gejala Benjolan Berisi Nanah di Kelamin yang Perlu Anda Waspadai
Selain munculnya benjolan, penderita bisa mengalami keluhan lain yang perlu diwaspadai, antara lain:
- Nyeri dan pembengkakan
- Kemerahan dan rasa hangat
- Nanah berbau tidak sedap
- Luka atau benjolan berulang
- Demam atau tubuh terasa lemas
Jika benjolan disertai demam, kemerahan yang menyebar, nyeri berat, atau pembengkakan yang cepat membesar, segera cari pertolongan medis. Jangan menunggu sampai benjolan pecah dengan sendirinya.
Bagaimana Cara Mengatasi Benjolan Berisi Nanah di Kelamin?
Penanganan benjolan bernanah harus sesuai dengan penyebabnya. Berikut beberapa langkah yang bisa Anda lakukan, antara lain:
1. Lakukan Pemeriksaan Medis
Dokter akan menilai bentuk, lokasi, ukuran, dan gejala yang menyertai benjolan. Jika perlu, dokter bisa menyarankan pemeriksaan cairan nanah, tes darah, atau pemeriksaan infeksi menular seksual berdasarkan kondisi dan riwayat pasien.
2. Gunakan Obat Sesuai Penyebab
Dokter bisa memberikan obat sesuai hasil pemeriksaan, infeksi bakteri tertentu mungkin memerlukan antibiotik, sedangkan kondisi kulit lainnya membutuhkan penanganan berbeda. Abses yang cukup besar, terkadang memerlukan tindakan untuk mengeluarkan nanah.
3. Hindari Memencet Benjolan
Memencet, menusuk, atau memecahkan benjolan sendiri bisa merusak jaringan dan menyebabkan infeksi. Jaga area genital tetap bersih dan kering, gunakan pakaian dalam yang tidak terlalu ketat, serta hindari mencukur area yang sedang meradang.

Ilustrasi seorang pria yang mengalami benjolan nanah di kelamin
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
Segera konsultasikan benjolan berisi nanah di kelamin jika benjolan semakin besar, terasa sangat nyeri, mengeluarkan cairan berbau, atau tidak kunjung membaik. Pemeriksaan juga penting jika benjolan terus berulang, muncul luka genital, atau disertai nyeri saat buang air kecil.
Berdasarkan pengalaman tim medis Klinik Apollo Jakarta, pemeriksaan yang tepat membantu mengidentifikasi penyebab keluhan sehingga penanganan bisa sesuai dengan kondisi pasien. Jangan menunda konsultasi hanya karena benjolan berada di area intim.
FAQ Seputar Benjolan Berisi Nanah di Kelamin
1. Apakah Benjolan Berisi Nanah di Kelamin Berbahaya?
Benjolan tersebut tidak selalu berbahaya, tetapi bisa menandakan infeksi yang membutuhkan pengobatan. Risiko bergantung pada penyebab, ukuran, lokasi, dan gejala yang menyertainya.
2. Apakah Benjolan Bernanah di Kelamin Selalu Terjadi Akibat IMS?
Tidak. Benjolan bisa terjadi akibat folikulitis, bisul, abses, atau penyakit kulit lainnya. Namun, pemeriksaan IMS perlu dipertimbangkan jika terdapat faktor risiko atau gejala yang mengarah pada infeksi seksual.
3. Bolehkan Memencet Benjolan Berisi Nanah di Kelamin?
Tidak dokter anjurkan. Memencet bisa memperparah peradangan, menyebabkan luka, dan menyebarkan infeksi ke jaringan sekitarnya.
4. Apakah Benjolan Bernanah di Kelamin Bisa Sembuh Sendiri?
Sebagian benjolan kecil bisa membaik, tetapi abses atau infeksi tertentu mungkin membutuhkan pengobatan maupun tindakan medis. Pemeriksaan diperlukan jika benjolan membesar, terasa nyeri, berulang, atau disertai demam.
5. Harus ke Dokter Apa untuk Memeriksa Benjolan Bernanah di Kelamin?
Anda bisa berkonsultasi dengan dokter kulit dan kelamin atau dokter umum, untuk pemeriksaan awal. Dokter bisa merujuk ke spesialis lain jika lokasi atau penyebab benjolan memerlukan penanganan khusus.
Baca Juga: Dokter Kulit dan Kelamin untuk Pemeriksaan IMS
Konsultasikan Penyebab Benjolan Berisi Nanah di Kelamin dengan Dokter Klinik Apollo
Benjolan berisi nanah di kelamin, bisa menjadi tanda dari masalah kesehatan yang membutuhkan penanganan medis.
Namun, jangan cemas! Anda bisa berkonsultasi dengan dokter berpengalaman di Klinik Apollo Jakarta.
Dengan fasilitas medis yang lengkap dan peralatan yang memadai, dokter bisa mengevaluasi kondisi Anda secara menyeluruh.
Selain itu, kami juga menyediakan layanan Konsultasi Dokter Online yang memudahkan pasien dalam berkonsultasi kapan dan di mana saja.
Layanan ini bisa Anda akses melalui Chat WhatsApp, yang tersedia secara gratis dan bisa Anda akses secara 24 jam.
Jadi, tunggu apalagi? Segera konsultasikan kondisi Anda dengan tim medis kami dan dapatkan perawatan yang tepat.
Artikel Menarik Lainnya






