Agustus 7, 2025
Herpes di Kelamin Wanita Muncul Lagi, Kok Bisa? Cek Penyebabnya!

Klinik Utama Sentosa, Jakarta – Herpes di kelamin merupakan salah satu hal yang bisa sangat mengganggu kenyamanan, baik pada pria maupun wanita.
Meski sudah terobati dengan baik, ternyata herpes kelamin bisa kambuh kembali di kemudian hari dengan gejala yang sama, lebih ringan, atau lebih parah.
Lantas, apa saja penyeab herpes di kelamin wanita bisa kambuh kembali? Mari kita simak penjelasan lengkap di bawah ini.
Gejala Herpes di Kelamin Wanita
Herpes genital pada wanita biasanya memiliki gejala yang khas, meskipun tidak selalu sama pada setiap individu. Berikut beberapa gejala umumnya:
- Muncul luka melepuh kecil berisi cairan di vagina, anus, atau paha dalam
- Luka pecah dan berubah menjadi luka terbuka yang perih
- Rasa gatal, terbakar, atau nyeri saat buang air kecil
- Pembengkakan kelenjar getah bening di selangkangan
- Demam, sakit kepala, nyeri otot, dan tidak enak badan
Gejala biasanya muncul 2-12 hari setelah terpapar virus. Setelah luka sembuh, virus tidak hilang dari tubuh, melainkan “bersembunyi” di dalam sistem saraf dan bisa aktif kembali.
Penyebab Herpes di Kelamin Wanita Kambuh
Herpes yang kambuh disebabkan oleh virus yang aktif kembali, setelah sebelumnya tidak aktif (laten). Berikut beberapa faktor pemicu kambuhnya herpes di kelamin wanita:
1. Stres Fisik dan Emosional
Stres yang berkepanjangan atau kelelahan fisik berlebih, dapat menurunkan daya tahan tubuh. Saat imun menurun, virus HSV lebih mudah aktif kembali.
2. Kondisi Medis Lain yang Melemahkan imun
Penyakit lain seperti flu berat, demam, infeksi bakteri, atau kondisi seperti HIV/AIDS bisa menurunkan kekebalan tubuh. Hal ini menbuat tubuh tidak bisa menahan reaktivitas virus.
3. Perubahan Hormonal
Perubahan hormon yang terjadi saat menstruasi, kehamilan, atau penggunaan kontrasepsi hormonal dapat memicu reaktivitas virus.
4. Paparan Sinar Matahari Berlebihan
Terpapar sinar matahari dalam waktu lama, bisa menjadi pemicu kekambuhan herpes, terutama HSV-1.
5. Makanan dan Minuman Tertentu
Beberapa jenis makanan yang tinggi kandungan arginin seperti cokelat, kacang-kacangan, dan biji-bijian tertentu dipercaya bisa memicu reaktivitas virus.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Herpes Kambuh?
Kambuhnya herpes bukanlah hal yang bisa Anda anggap sepele. Selain menimbulkan rasa tidak nyaman, herpes di kelamin yang kambuh bisa meningkatkan risiko penularan.
Berikut adalah beberapa langkah perawatan yang direkomendasikan dokter Klinik Utama Sentosa yang bisa Anda lakukan, terutama saat herpes di kelamin wanita kambuh:
1. Segeralah berkonsultasi dengan dokter spesialis yang berpengalaman
2. Hindari aktivitas seksual sementara waktu, hingga herpes sembuh
3. Jaga kebersihan area genital dan gunakan pakaian yang tepat
4. Kompres dingin bisa Anda gunakan untuk meredakan rasa nyeri
5. Kelola stres dan istirahatlah yang cukup
Dengan menerapkan beberapa hal tersebut, lepuh herpes kelamin bisa cepat kering dan kekambuhan bisa Anda cegah.

Ilustrasi seorang wanita yang mengalami herpes di kelamin
Pentingnya Penanganan Medis yang Tepat
Herpes kelamin memang tidak bisa disembuhkan sepenuhnya, karena virus tetap berada dalam tubuh seumur hidup.
Namun, dengan pengobatan medis yang tepat, gejala bisa diredakan, frekuensi kambuh bisa ditekan, dan risiko penularan bisa berkurang secara signifikan.
Jangan mencobati mengobati herpes dengan salep sembarangan atau obat bebas tanpa resep dokter, karena hal tersebut hanya bisa memperparah luka.
Baca Juga: Ini Dampak Berbahaya Akibat Abaikan Gejala Herpes Kelamin pada Wanita, Simak!
Atasi Herpes di Kelamin yang Kambuh dengan Perawatan Terbaik di Klinik Utama Sentosa
Dengan bantuan dokter yang berpengalaman di Klinik Utama Sentosa, Anda bisa mengatasi gejala, mencegah kekambuhan, dan mencegah penularan herpes di kelamin wanita.
Anda juga bisa bertanya dan berkonsultasi kapan saja, melalui layanan Konsultasi Dokter Online.
Layanan ini tersedia selama 24 jam, melalui Chat Whatsapp yang bisa Anda akses secara gratis dan bisa di akses dengan mudah.
Jadi, tunggu apalagi? Segeralah konsultasikan kondisi Anda dengan tim medis kami dan dapatkan penanganan yang tepat.
Artikel Menarik Lainnya
Artikel Terkini
Agustus 7, 2025
Herpes di Kelamin Wanita Muncul Lagi, Kok Bisa? Cek Penyebabnya!

Klinik Utama Sentosa, Jakarta – Herpes di kelamin merupakan salah satu hal yang bisa sangat mengganggu kenyamanan, baik pada pria maupun wanita.
Meski sudah terobati dengan baik, ternyata herpes kelamin bisa kambuh kembali di kemudian hari dengan gejala yang sama, lebih ringan, atau lebih parah.
Lantas, apa saja penyeab herpes di kelamin wanita bisa kambuh kembali? Mari kita simak penjelasan lengkap di bawah ini.
Gejala Herpes di Kelamin Wanita
Herpes genital pada wanita biasanya memiliki gejala yang khas, meskipun tidak selalu sama pada setiap individu. Berikut beberapa gejala umumnya:
- Muncul luka melepuh kecil berisi cairan di vagina, anus, atau paha dalam
- Luka pecah dan berubah menjadi luka terbuka yang perih
- Rasa gatal, terbakar, atau nyeri saat buang air kecil
- Pembengkakan kelenjar getah bening di selangkangan
- Demam, sakit kepala, nyeri otot, dan tidak enak badan
Gejala biasanya muncul 2-12 hari setelah terpapar virus. Setelah luka sembuh, virus tidak hilang dari tubuh, melainkan “bersembunyi” di dalam sistem saraf dan bisa aktif kembali.
Penyebab Herpes di Kelamin Wanita Kambuh
Herpes yang kambuh disebabkan oleh virus yang aktif kembali, setelah sebelumnya tidak aktif (laten). Berikut beberapa faktor pemicu kambuhnya herpes di kelamin wanita:
1. Stres Fisik dan Emosional
Stres yang berkepanjangan atau kelelahan fisik berlebih, dapat menurunkan daya tahan tubuh. Saat imun menurun, virus HSV lebih mudah aktif kembali.
2. Kondisi Medis Lain yang Melemahkan imun
Penyakit lain seperti flu berat, demam, infeksi bakteri, atau kondisi seperti HIV/AIDS bisa menurunkan kekebalan tubuh. Hal ini menbuat tubuh tidak bisa menahan reaktivitas virus.
3. Perubahan Hormonal
Perubahan hormon yang terjadi saat menstruasi, kehamilan, atau penggunaan kontrasepsi hormonal dapat memicu reaktivitas virus.
4. Paparan Sinar Matahari Berlebihan
Terpapar sinar matahari dalam waktu lama, bisa menjadi pemicu kekambuhan herpes, terutama HSV-1.
5. Makanan dan Minuman Tertentu
Beberapa jenis makanan yang tinggi kandungan arginin seperti cokelat, kacang-kacangan, dan biji-bijian tertentu dipercaya bisa memicu reaktivitas virus.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Herpes Kambuh?
Kambuhnya herpes bukanlah hal yang bisa Anda anggap sepele. Selain menimbulkan rasa tidak nyaman, herpes di kelamin yang kambuh bisa meningkatkan risiko penularan.
Berikut adalah beberapa langkah perawatan yang direkomendasikan dokter Klinik Utama Sentosa yang bisa Anda lakukan, terutama saat herpes di kelamin wanita kambuh:
1. Segeralah berkonsultasi dengan dokter spesialis yang berpengalaman
2. Hindari aktivitas seksual sementara waktu, hingga herpes sembuh
3. Jaga kebersihan area genital dan gunakan pakaian yang tepat
4. Kompres dingin bisa Anda gunakan untuk meredakan rasa nyeri
5. Kelola stres dan istirahatlah yang cukup
Dengan menerapkan beberapa hal tersebut, lepuh herpes kelamin bisa cepat kering dan kekambuhan bisa Anda cegah.

Ilustrasi seorang wanita yang mengalami herpes di kelamin
Pentingnya Penanganan Medis yang Tepat
Herpes kelamin memang tidak bisa disembuhkan sepenuhnya, karena virus tetap berada dalam tubuh seumur hidup.
Namun, dengan pengobatan medis yang tepat, gejala bisa diredakan, frekuensi kambuh bisa ditekan, dan risiko penularan bisa berkurang secara signifikan.
Jangan mencobati mengobati herpes dengan salep sembarangan atau obat bebas tanpa resep dokter, karena hal tersebut hanya bisa memperparah luka.
Baca Juga: Ini Dampak Berbahaya Akibat Abaikan Gejala Herpes Kelamin pada Wanita, Simak!
Atasi Herpes di Kelamin yang Kambuh dengan Perawatan Terbaik di Klinik Utama Sentosa
Dengan bantuan dokter yang berpengalaman di Klinik Utama Sentosa, Anda bisa mengatasi gejala, mencegah kekambuhan, dan mencegah penularan herpes di kelamin wanita.
Anda juga bisa bertanya dan berkonsultasi kapan saja, melalui layanan Konsultasi Dokter Online.
Layanan ini tersedia selama 24 jam, melalui Chat Whatsapp yang bisa Anda akses secara gratis dan bisa di akses dengan mudah.
Jadi, tunggu apalagi? Segeralah konsultasikan kondisi Anda dengan tim medis kami dan dapatkan penanganan yang tepat.
Artikel Menarik Lainnya
Artikel Terkini







