Oktober 26, 2026
Kelamin Pria Keluar Nanah dan Darah, Ini Penyebabnya!

Klinik Apollo, Jakarta – Kelamin pria keluar nanah dan darah merupakan kondisi yang tidak boleh Anda abaikan. Keluhan ini bisa menandakan infeksi pada saluran kemih, uretra (saluran keluarnya urine), atau infeksi menular seksual (IMS).
Selain itu, cedera maupun peradangan pada organ reproduksi juga bisa menyebabkan keluarnya cairan abnormal yang bercampur darah.
Nanah yang keluar dari penis, terutama jika disertai nyeri saat buang air kecil, rasa panas, atau darah, perlu mendapatkan pemeriksaan medis. Penanganan yang tepat, bergantung pada penyebabnya sehingga pasien tidak disarankan menggunakan obat sembarangan.
- Penyebab Kelamin Pria Keluar Nanah dan Darah
- Gejala yang Perlu Anda Waspadai
- Bagaimana Cara Mengatasi Kelamin Pria Keluar Nanah dan Darah?
- Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
- FAQ Seputar Kelamin Pria Keluar Nanah dan Darah
- Cek Penyebab Kelamin Pria Keluar Nanah dan Darah di Klinik Apollo Jakarta
Penyebab Kelamin Pria Keluar Nanah dan Darah
Ada beberapa kondisi yang bisa menyebabkan penis mengeluarkan nanah dan darah. Berikut penjelasannya:
1. Gonore (Kencing Nanah)
Gonore merupakan infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Infeksi ini bisa menyerang uretra dan menimbulkan keluarnya cairan bernanah dari penis. Gejala yang bisa menyertai gonore berupa:
- Keluar nanah berwarna putih, kuning, atau kehijauan dari penis
- Nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil
- Ujung penis terasa gatal atau mengalami iritasi
- Terkadang terdapat darah pada cairan yang keluar atau urine
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), gonore pada pria bisa menyebabkan keluarnya cairan dari penis dan nyeri saat buang air kecil. Jika mengalami gejala tersebut, pemeriksaan dan pengobatan perlu dilakukan untuk mencegah komplikasi serta penularan kepada pasangan.
2. Uretritis
Uretritis adalah peradangan pada uretra yang bisa terjadi akibat infeksi bakteri, termasuk bakteri penyebab gonore dan klamidia. Kondisi ini juga bisa terjadi akibat iritasi atau cedera pada saluran kemih.
Selain keluarnya nanah, uretritis bisa menimbulkan rasa perih ketika buang air kecil, gatal di ujung penis, dan terkadang perdarahan. Darah bisa muncul akibat peradangan atau iritasi pada lapisan uretra.
3. Infeksi Saluran Kemih (ISK)
Infeksi saluran kemih terjadi ketika bakteri menginfeksi bagian saluran kemih, seperti kandung kemih atau uretra. Pada pria, kondisi ini bisa menimbulkan nyeri saat buang air kecil, sering ingin kencing, urine keruh, dan terkadang urine berdarah.
Nanah yang terlihat keluar dari lubang penis tidak selalu disebabkan oleh ISK biasa. Jika terdapat cairan bernanah, dokter juga perlu mempertimbangkan uretritis atau infeksi menular seksual.
4. Klamidia
Klamidia merupakan infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Infeksi ini bisa menyebabkan peradangan pada uretra dan terkadang tidak menimbulkan gejala yang jelas. Pada pria, gejalanya bisa berupa:
- Keluar cairan abnormal dari penis
- Nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil
- Rasa tidak nyaman pada ujung penis
- Perdarahan yang tidak biasa jika terjadi peradangan atau gangguan lain pada saluran reproduksi
Klamidia bisa terjadi bersamaan dengan gonore. Oleh karena itu, dokter bisa menyarankan pemeriksaan untuk kedua infeksi tersebut berdasarkan riwayat seksual dan gejala yang dialami.
5. Cedera atau Iritasi pada Uretra
Cedera pada penis atau uretra, bisa menyebabkan keluarnya darah. Penyebabnya bisa berupa benturan, aktivitas seksual yang menimbulkan trauma, atau tindakan medis tertentu seperti pemasangan kateter.
Namun, cedera saja tidak selalu menjelaskan keluarnya nanah. Jika nanah dan darah muncul bersamaan, dokter perlu memeriksa kemungkinan infeksi yang menyertai cedera tersebut.
Gejala yang Perlu Anda Waspadai
Kelamin pria yang mengeluarkan nanah dan darah perlu Anda perhatikan, terutama jika muncul gejala berikut:
- Nyeri saat buang air kecil
- Urine bercampur dengan darah
- Bengkak dan kemerahan
- Nyeri pada area testis
- Demam dan menggigil
Jika perdarahan cukup banyak, tidak bisa buang air kecil, mengalami nyeri hebat, atau demam muncul dengan kondisi tubuh yang memburuk, segera cari pertolongan medis.
Bagaimana Cara Mengatasi Kelamin Pria Keluar Nanah dan Darah?
Penanganan harus sesuai dengan penyebab yang mengatasinya. Dokter bisa melakukan beberapa langkah berikut:
1. Pemeriksaan Medis
Dokter akan menanyakan gejala, riwayat keluhan, dan kemungkinan paparan infeksi. Pemeriksaan fisik juga bisa dokter lakukan untuk menilai kondisi penis dan organ di sekitarnya.
2. Tes Urine dan Pemeriksaan Infeksi Menular Seksual
Dokter bisa menyarankan tes urine, pemeriksaan sampel cairan dari uretra, atau tes moleuler seperti Nucleic Acid Amplification Test (NAAT) untuk mendeteksi gonore dan klamidia. Jika terdapat darah dalam urine, pemeriksaan tambahan mungkin perlu sesuai kondisi pasien.
3. Pengobatan Sesuai Penyebab
Jika keluhan terjadi akibat infeksi bakteri, dokter bisa memberikan antibiotik yang sesuai. Jenis obat dan durasi penggunaannya bergantung pada diagnosis, pedoman pengobatan, serta kondis pasien.
Hindari membeli obat sendiri atau menggunakan obat sisa. Penggunaan obat yang tidak tepat, bisa menyebabkan pengobatan gagal dan meingkatkan risiko resistensi antibiotik.
4. Menghindari Hubungan Seksual Sementara
Jika infeksi menular seksual dicurigai atau telah terdiagnosis, hindari hubungan seksual sampai pengobatan selesai dan dokter menyatakan aktivitas seksual aman dilakukan kembali. Pasangan seksual juga mungkin perlu menjalani pemeriksaan dan pengobatan, untuk mencegah infeksi berulang.
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
Segera konsultasikan keluhan kepada dokter jika penis mengeluarkan nanah dan darah, terutama bila muncul rasa nyeri saat kencing, luka, atau cairan berbau tidak biasa. Jangan menunggu sampai gejala bertambah parah, meskipun rasa sakit masih ringan.
Berdasarkan prinsip pemeriksana infeksi saluran kemih dan IMS, penentuan penyebab melalui evaluasi medis lebih tepat daripada hanya mengandalkan gejala. Pemeriksaan sejak dini juga bisa membantu mengurangi risiko komplikasi dan penularan.
Klinik Apollo Jakarta, bisa menjadi pilihan utama untuk berkonsultasi mengenai keluhan pada organ intim pria. Dokter akan membantu menentukan pemeriksaan yang sesuai, dan memberikan rekomendasi penanganan berdasarkan hasil evaluasi medis.

Ilustrasi seorang pria yang mengalami kelamin keluar nanah dan darah
FAQ Seputar Kelamin Pria Keluar Nanah dan Darah
1. Apakah Kelamin Pria Keluar Nanah dan Darah Berbahaya?
Kondisi ini bisa menandakan infeksi atau cedera pada saluran kemih maupun organ reproduksi. Tingkat keparahannya bergantung pada penyebab, sehingga pemeriksaan medis dokter anjurkan.
2. Apakah Gonore Bisa Menyebabkan Penis Keluar Darah?
Gonore bisa menyebabkan peradangan pada uretra dan keluarnya nanah. Darah juga bisa muncul, tetapi bukan gejala yang boleh langsung dianggap sebagai gonore tanpa pemeriksaan.
3. Apakah Keluhan Ini Selalu Terjadi Akibat Infeksi Menular Seksual?
Tidak selalu. Infeksi saluran kemih, cedera, batu saluran kemih, dan gangguan lainnya juga bisa menyebabkan perdarahan. Namun, keluarnya nanah dari penis perlu evaluasi medis untuk mengetahui kemungkinan infeksi, termasuk IMS.
4. Apakah Kelamin Pria Keluar Nanah dan Darah Bisa Sembuh?
Banyak penyebabnya bisa tertangani dengan pengobatan yang tepat. Kesembuhan bergantung pada penyebab, tingkat keparahan, dan kepatuhan menjalani pengobatan sesuai petunjuk dokter.
5. Bolehkah Mengobatinya Sendiri dengan Antibiotik?
Tidak dokter sarankan. Oleh karena itu, antibiotik harus dipilih berdasarkan kemungkinan penyebab dan hasil pemeriksaan yang diperlukan. Penggunaan antibiotik tanpa pengawasan dokter, bisa membuat infeksi tidak tertangani dengan baik.
Baca Juga: Penis Keluar Lendir: Penyebab dan Kapan Harus Waspada
Cek Penyebab Kelamin Pria Keluar Nanah dan Darah di Klinik Apollo Jakarta
Berkonsultasi dengan dokter yang berpengalaman, seperti di Klinik Apollo Jakarta, bisa membantu Anda untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Dengan fasilitas dan peralatan medis yang lengkap serta memadai, tim medis kami bisa mengevaluasi kondisi Anda secara menyeluruh.
Selain itu, kami juga menyediakan layanan Konsultasi Dokter Online yang memudahkan pasien dalam berkonsultasi kapan dan di mana saja.
Layanan ini bisa Anda akses melalui Chat WhatsApp, yang beroperasi selama 24 jam dan tersedia secara gratis.
Jadi, tunggu apalagi? Segera konsultasikan kondisi Anda dengan tim medis kami dan dapatkan perawatan yang tepat.
Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta
Artikel Menarik Lainnya
Oktober 26, 2026
Kelamin Pria Keluar Nanah dan Darah, Ini Penyebabnya!

Klinik Apollo, Jakarta – Kelamin pria keluar nanah dan darah merupakan kondisi yang tidak boleh Anda abaikan. Keluhan ini bisa menandakan infeksi pada saluran kemih, uretra (saluran keluarnya urine), atau infeksi menular seksual (IMS).
Selain itu, cedera maupun peradangan pada organ reproduksi juga bisa menyebabkan keluarnya cairan abnormal yang bercampur darah.
Nanah yang keluar dari penis, terutama jika disertai nyeri saat buang air kecil, rasa panas, atau darah, perlu mendapatkan pemeriksaan medis. Penanganan yang tepat, bergantung pada penyebabnya sehingga pasien tidak disarankan menggunakan obat sembarangan.
- Penyebab Kelamin Pria Keluar Nanah dan Darah
- Gejala yang Perlu Anda Waspadai
- Bagaimana Cara Mengatasi Kelamin Pria Keluar Nanah dan Darah?
- Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
- FAQ Seputar Kelamin Pria Keluar Nanah dan Darah
- Cek Penyebab Kelamin Pria Keluar Nanah dan Darah di Klinik Apollo Jakarta
Penyebab Kelamin Pria Keluar Nanah dan Darah
Ada beberapa kondisi yang bisa menyebabkan penis mengeluarkan nanah dan darah. Berikut penjelasannya:
1. Gonore (Kencing Nanah)
Gonore merupakan infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Infeksi ini bisa menyerang uretra dan menimbulkan keluarnya cairan bernanah dari penis. Gejala yang bisa menyertai gonore berupa:
- Keluar nanah berwarna putih, kuning, atau kehijauan dari penis
- Nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil
- Ujung penis terasa gatal atau mengalami iritasi
- Terkadang terdapat darah pada cairan yang keluar atau urine
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), gonore pada pria bisa menyebabkan keluarnya cairan dari penis dan nyeri saat buang air kecil. Jika mengalami gejala tersebut, pemeriksaan dan pengobatan perlu dilakukan untuk mencegah komplikasi serta penularan kepada pasangan.
2. Uretritis
Uretritis adalah peradangan pada uretra yang bisa terjadi akibat infeksi bakteri, termasuk bakteri penyebab gonore dan klamidia. Kondisi ini juga bisa terjadi akibat iritasi atau cedera pada saluran kemih.
Selain keluarnya nanah, uretritis bisa menimbulkan rasa perih ketika buang air kecil, gatal di ujung penis, dan terkadang perdarahan. Darah bisa muncul akibat peradangan atau iritasi pada lapisan uretra.
3. Infeksi Saluran Kemih (ISK)
Infeksi saluran kemih terjadi ketika bakteri menginfeksi bagian saluran kemih, seperti kandung kemih atau uretra. Pada pria, kondisi ini bisa menimbulkan nyeri saat buang air kecil, sering ingin kencing, urine keruh, dan terkadang urine berdarah.
Nanah yang terlihat keluar dari lubang penis tidak selalu disebabkan oleh ISK biasa. Jika terdapat cairan bernanah, dokter juga perlu mempertimbangkan uretritis atau infeksi menular seksual.
4. Klamidia
Klamidia merupakan infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Infeksi ini bisa menyebabkan peradangan pada uretra dan terkadang tidak menimbulkan gejala yang jelas. Pada pria, gejalanya bisa berupa:
- Keluar cairan abnormal dari penis
- Nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil
- Rasa tidak nyaman pada ujung penis
- Perdarahan yang tidak biasa jika terjadi peradangan atau gangguan lain pada saluran reproduksi
Klamidia bisa terjadi bersamaan dengan gonore. Oleh karena itu, dokter bisa menyarankan pemeriksaan untuk kedua infeksi tersebut berdasarkan riwayat seksual dan gejala yang dialami.
5. Cedera atau Iritasi pada Uretra
Cedera pada penis atau uretra, bisa menyebabkan keluarnya darah. Penyebabnya bisa berupa benturan, aktivitas seksual yang menimbulkan trauma, atau tindakan medis tertentu seperti pemasangan kateter.
Namun, cedera saja tidak selalu menjelaskan keluarnya nanah. Jika nanah dan darah muncul bersamaan, dokter perlu memeriksa kemungkinan infeksi yang menyertai cedera tersebut.
Gejala yang Perlu Anda Waspadai
Kelamin pria yang mengeluarkan nanah dan darah perlu Anda perhatikan, terutama jika muncul gejala berikut:
- Nyeri saat buang air kecil
- Urine bercampur dengan darah
- Bengkak dan kemerahan
- Nyeri pada area testis
- Demam dan menggigil
Jika perdarahan cukup banyak, tidak bisa buang air kecil, mengalami nyeri hebat, atau demam muncul dengan kondisi tubuh yang memburuk, segera cari pertolongan medis.
Bagaimana Cara Mengatasi Kelamin Pria Keluar Nanah dan Darah?
Penanganan harus sesuai dengan penyebab yang mengatasinya. Dokter bisa melakukan beberapa langkah berikut:
1. Pemeriksaan Medis
Dokter akan menanyakan gejala, riwayat keluhan, dan kemungkinan paparan infeksi. Pemeriksaan fisik juga bisa dokter lakukan untuk menilai kondisi penis dan organ di sekitarnya.
2. Tes Urine dan Pemeriksaan Infeksi Menular Seksual
Dokter bisa menyarankan tes urine, pemeriksaan sampel cairan dari uretra, atau tes moleuler seperti Nucleic Acid Amplification Test (NAAT) untuk mendeteksi gonore dan klamidia. Jika terdapat darah dalam urine, pemeriksaan tambahan mungkin perlu sesuai kondisi pasien.
3. Pengobatan Sesuai Penyebab
Jika keluhan terjadi akibat infeksi bakteri, dokter bisa memberikan antibiotik yang sesuai. Jenis obat dan durasi penggunaannya bergantung pada diagnosis, pedoman pengobatan, serta kondis pasien.
Hindari membeli obat sendiri atau menggunakan obat sisa. Penggunaan obat yang tidak tepat, bisa menyebabkan pengobatan gagal dan meingkatkan risiko resistensi antibiotik.
4. Menghindari Hubungan Seksual Sementara
Jika infeksi menular seksual dicurigai atau telah terdiagnosis, hindari hubungan seksual sampai pengobatan selesai dan dokter menyatakan aktivitas seksual aman dilakukan kembali. Pasangan seksual juga mungkin perlu menjalani pemeriksaan dan pengobatan, untuk mencegah infeksi berulang.
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
Segera konsultasikan keluhan kepada dokter jika penis mengeluarkan nanah dan darah, terutama bila muncul rasa nyeri saat kencing, luka, atau cairan berbau tidak biasa. Jangan menunggu sampai gejala bertambah parah, meskipun rasa sakit masih ringan.
Berdasarkan prinsip pemeriksana infeksi saluran kemih dan IMS, penentuan penyebab melalui evaluasi medis lebih tepat daripada hanya mengandalkan gejala. Pemeriksaan sejak dini juga bisa membantu mengurangi risiko komplikasi dan penularan.
Klinik Apollo Jakarta, bisa menjadi pilihan utama untuk berkonsultasi mengenai keluhan pada organ intim pria. Dokter akan membantu menentukan pemeriksaan yang sesuai, dan memberikan rekomendasi penanganan berdasarkan hasil evaluasi medis.

Ilustrasi seorang pria yang mengalami kelamin keluar nanah dan darah
FAQ Seputar Kelamin Pria Keluar Nanah dan Darah
1. Apakah Kelamin Pria Keluar Nanah dan Darah Berbahaya?
Kondisi ini bisa menandakan infeksi atau cedera pada saluran kemih maupun organ reproduksi. Tingkat keparahannya bergantung pada penyebab, sehingga pemeriksaan medis dokter anjurkan.
2. Apakah Gonore Bisa Menyebabkan Penis Keluar Darah?
Gonore bisa menyebabkan peradangan pada uretra dan keluarnya nanah. Darah juga bisa muncul, tetapi bukan gejala yang boleh langsung dianggap sebagai gonore tanpa pemeriksaan.
3. Apakah Keluhan Ini Selalu Terjadi Akibat Infeksi Menular Seksual?
Tidak selalu. Infeksi saluran kemih, cedera, batu saluran kemih, dan gangguan lainnya juga bisa menyebabkan perdarahan. Namun, keluarnya nanah dari penis perlu evaluasi medis untuk mengetahui kemungkinan infeksi, termasuk IMS.
4. Apakah Kelamin Pria Keluar Nanah dan Darah Bisa Sembuh?
Banyak penyebabnya bisa tertangani dengan pengobatan yang tepat. Kesembuhan bergantung pada penyebab, tingkat keparahan, dan kepatuhan menjalani pengobatan sesuai petunjuk dokter.
5. Bolehkah Mengobatinya Sendiri dengan Antibiotik?
Tidak dokter sarankan. Oleh karena itu, antibiotik harus dipilih berdasarkan kemungkinan penyebab dan hasil pemeriksaan yang diperlukan. Penggunaan antibiotik tanpa pengawasan dokter, bisa membuat infeksi tidak tertangani dengan baik.
Baca Juga: Penis Keluar Lendir: Penyebab dan Kapan Harus Waspada
Cek Penyebab Kelamin Pria Keluar Nanah dan Darah di Klinik Apollo Jakarta
Berkonsultasi dengan dokter yang berpengalaman, seperti di Klinik Apollo Jakarta, bisa membantu Anda untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Dengan fasilitas dan peralatan medis yang lengkap serta memadai, tim medis kami bisa mengevaluasi kondisi Anda secara menyeluruh.
Selain itu, kami juga menyediakan layanan Konsultasi Dokter Online yang memudahkan pasien dalam berkonsultasi kapan dan di mana saja.
Layanan ini bisa Anda akses melalui Chat WhatsApp, yang beroperasi selama 24 jam dan tersedia secara gratis.
Jadi, tunggu apalagi? Segera konsultasikan kondisi Anda dengan tim medis kami dan dapatkan perawatan yang tepat.
Artikel Menarik Lainnya






