September 12, 2026
Perbedaan BPH dan Kanker Prostat: Gejala dan Cara Membedakannya

Klinik Apollo, Jakarta – Perbedaan BPH dan kanker prostat penting diketahui karena keduanya bisa menimbulkan keluhan yang hampir serupa, terutama gangguan saat buang air kecil. Namun BPH atau benign prostatic hyperplasia merupakan pembesaran prostat yang bersifat jinak, sedangkan kanker prostat terjadi ketika sel-sel prostat tumbuh secara tidak terkendali.
Keluhan seperti sering kencing, sulit memulai aliran urine, atau pancaran urine melemah tidak selalu berarti kanker prostat. Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), BPH merupakan salah satu masalah prostat yang umum terjadi pada pria berusia lebih dari 50 tahun.
Meski begitu, gejala yang menetap atau semakin berat tetap perlu diperika agar penyebabnya bisa diketahui secara tepat.
- Apa Itu BPH dan Kanker Prostat?
- Perbedaan Gejala BPH dan Kanker Prostat
- Apakah BPH Bisa Berubah Menjadi Kanker Prostat?
- Bagaimana Cara Membedakan BPH dan Kanker Prostat?
- Kapan Harus Memeriksakan Prostat?
- Penanganan BPH dan Kanker Prostat Berbeda
- Kesimpulan
- FAQ Seputar Perbedaan BPH dan Kanker Prostat
- Kenali Perbedaan BPH dan Kanker Prostat dengan Dokter di Klinik Apollo Jakarta
Apa Itu BPH dan Kanker Prostat?
Meskipun keduanya merupakan gangguan pada kelenjar prostat, tetapi kedua kondisi ini memiliki beberapa perbedaan, seperti:
1. BPH (Benign Prostatic Hyperplasia)
BPH adalah pembesaran kelenjar prostat yang bukan terjadi akibat kanker. Ketika prostat membesar, jaringan prostat bisa menekan uretra, sehingga aliran urine menjadi terganggu. Berikut beberapa gejalanya:
- Pancaran urine menjadi lemah
- Sulit memulai buang air kecil
- Aliran urine terputus-putus
- Sering buang air kecil
- Sering terbangun pada malam hari untuk kencing
- Merasa kandung kemih belum kosong sepenuhnya
- Urine menetes setelah selesai buang air kecil
- Rasa ingin buang air kecil yang sulit ditahan
NIDDK menjelaskan bahwa BPH bisa menyebabkan berbagai gejala saluran kemih bagian bawah, termasuk frekuensi buang air kecil yang meningkat, urgensi, nokturia, dan pancaran urine yeng lemah.
2. Kanker Prostat
Kanker prostat terjadi ketika sel-sel di dalam prostat tumbuh secara tidak normal dan tidak terkendali. Pada tahap awal, kanker prostat justru sering tidak menimbulkan gejala yang khas.
American Cancer Society menjelaskan bahwa kanker prostat stadium awal biasanya tidak menyebabkan gejala. Ketika gejala muncul, keluhannya bisa berupa gangguan buang air kecil, darah dalam urine atau air mani, dan pada kondisi yang lebih lanjut bisa muncul nyeri tulang atau penurunan berat badan.
Perbedaan Gejala BPH dan Kanker Prostat
BPH dan kanker prostat memang bisa memiliki gejala yang mirip. Oleh karena itu, gejala saja tidak cukup untuk memastikan seseorang mengalami BPH atau kanker prostat.
1. Gejala yang Lebih Sering Berkaitan dengan BPH
Keluhan beningn prostatic hyperplasia umumnya berkaitan dengan gangguan aliran urine, seperti:
- Sulit memulai buang air kecil
- Pancara urine melemah
- Sering kencing, terutama pada malam hari
- Aliran urine berhenti dan kembali mengalir
- Urine menetes setelah selesai kencing
- Rasa tidak tuntas setelah buang air kecil
Keluhan tersebut terjadi karena kelenjar prostat yang membesar memberikan tekanan pada uretra.
2. Gejala yang Bisa Muncul pada Kanker Prostat
Kanker prostat pada tahap awal, sering tidak menimbulkan gejala. Jika sudah menimbulkan keluhan, beberapa tanda yang mungkin muncul berupa:
- Kesulitan buang air kecil
- Pancaran urine melemah
- Lebih sering buang air kecil, terutama pada malam hari
- Darah dalam urine atau air mani
- Gangguan ereksi pada sebagian kasus
- Nyeri pada punggung, pinggul, atau tulang jika kanker sudah menyebar
- Penurunan berat badan dan mudah lelah pada kondisi lanjut
American Cancer Society menegaskan bahwa keluhan sulit buang air kecil lebih sering disebabkan oleh kondisi selain kanker prostat, termasuk BPH. Namun, keluhan tersebut tetap perlu dievaluasi apabila menetap atau mengganggu.
Apakah BPH Bisa Berubah Menjadi Kanker Prostat?
BPH dan kanker prostat merupakan dua kondisi yang berbeda. BPH bukan kanker dan tidak berarti seseorang pasti akan mengalami kanker prostat.
Meski demikian, seorang pria dapat mengalami BPH dan kanker prostat secara bersamaan. Karena gejalanya bisa tumpang tindih, pemeriksaan medis tetap perlu ketika terdapat keluhan prostat, terutama pada pria dengan faktor risiko kanker prostat.
Jadi, jangan menyimpulkan bahwa keluhan buang air kecil hanya terjadi akibat BPH tanpa pemeriksaan.
Bagaimana Cara Membedakan BPH dan Kanker Prostat?
Cara membedakan BPH dan kanker prostat, tidak cukup hanya berdasarkan gejala. Dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan sesuai kondisi pasien.
1. Pemeriksaan Riwayat Kesehatan
Dokter akan menanyakan keluhan yang pasien rasakan, sejak kapan muncul, perubahan pola buang air kecil, riwayat keluarga, serta faktor risiko lainnya.
2. Pemeriksaan Fisik dan Colok Dubur
Pemeriksaan colok dubur atau digital rectal examination (DRE) dapat membantu dokter menilai kondisi prostat. Pada pemeriksaan ini, dokter bisa menilai ukuran, bentuk, dan adanya area yang terasa tidak normal pada prostat. Namun, DRE tidak bisa digunakan sendirian untuk memastikan adanya kanker prostat.
3. Pemeriksaan PSA
PSA atau prostate-specific antigen adalah protein yang diproduksi oleh sel prostat. Pemeriksaan PSA dilakukan melalui sampel darah. Kadar PSA yang meningkat bisa ditemukan pada kanker prostat, tetapi peningkatan PSA tidak otomatis berarti kanker. BPH dan kondisi prostat lainnya juga bisa menyebabkan PSA meningkat.
4. Pemeriksaan Pencitraan
Dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan pencitraan, seperti ultrasonografi atau MRI prostat, apabila perlu untuk mengevaluasi kondisi prostat dan menentukan apakah terdapat area yang mencurigakan.
5. Biopsi Prostat
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kecurigaan terhadap kanker prostat, dokter dapat mempertimbangkan biopsi prostat. Biopsi dokter lakukan dengan mengambil sampel jaringan prostat, untuk diperiksa di laboratorium.
Kapan Harus Memeriksakan Prostat?
Jangan menunggu sampai keluhan semakin berat, untuk melakukan pemeriksaan. Konsultasikan dengan dokter Klinik Apollo Jakarta jika mengalami:
- Sulit buang air kecil secara berulang
- Pancaran urine semakin lemah
- Sering terbangun untuk buang air kecil
- Merasa urine tidak keluar sampai tuntas
- Terdapat darah dalam urine atau air mani
- Mengalami nyeri saat buang air kecil
- Mengalami gangguan buang air kecil semakin buruk
- Memiliki riwayat keluarga dengan kanker prostat
Jika sama sekali tidak bisa buang air kecil, kondisi tersebut memerlukan pertolongan medis segera. NIDDK juga menyarankan pria dengan gejala gangguan prostat, untuk mendapatkan evaluasi medis agar penyebabnya bisa diketahui.
Penanganan BPH dan Kanker Prostat Berbeda
Karena penyebabnya berbeda, penanganan BPH dan kanker prostat juga tidak sama. Pada BPH, dokter bisa merekomendasikan pemantauan, perubahan gaya hidup, obat-obatan, atau tindakan tertentu apabila gejalanya berat.
Sementara itu, pengobatan kanker prostat bergantung pada tingkat risiko, stadium, kondisi pasien, dan karakteristik kanker. Pilihan penanganan bisa mencakup pemantauan aktif pada kondisi tertentu, operasi, radioterapi, terapi hormon, atau terapi lainnya sesuai evaluasi dokter.
Oleh karena itu, diagnosis yang tepat sangat penting sebelum menentukan pengobatan yang akan dokter lakukan.
Kesimpulan
Perbedaan BPH dan kanker prostat, terutama terletak pada sifat penyakitnya. BPH merupakan pembesaran prostat yang bersifat jinak, sedangkan kanker prostat merupakan pertumbuhan sel abnormal yang dapat berkembang dan menyebar.
Keduanya bisa menyebabkan gangguan buang air kecil, sehingga tidak bisa dibedakan hanya berdasarkan gejala. Pemeriksaan seperti evaluasi medis, pemeriksaan fisik, PSA, pencitraan, dan bila perlu biopsi dapat membantu dokter menentukan penyebab keluhan.
Jika mengalami gejala atau keluhan yang tidak biasa, sebaiknya segera konsultasikan kondisi Anda dengan dokter agar kondisi prostat bisa dokter evaluasi secara tepat.

Ilustrasi seorang pria yang mengalami gangguan prostat
FAQ Seputar Perbedaan BPH dan Kanker Prostat
1. Apakah BPH sama dengan Kanker Prostat?
Tidak. BPH adalah pembesaran prostat yang bersifat jinak dan bukan kanker. Kanker prostat terjadi akibat pertumbuhan sel abnormal pada prostat.
2. Apakah BPH Bisa Menyebabkan Kanker Prostat?
BPH bukan kanker dan tidak berarti seseorang pasti akan mengalami kanker prostat. Namun, BPH dan kanker prostat bisa terjadi pada orang yang sama sehingga keluhan prostat tetap perlu pemeriksaan.
3. Apakah Kanker Prostat Selalu Menyebabkan Sulit Kencing?
Tidak. Kanker prostat pada tahap awal sering kali tidak menimbulkan gejala. Gangguan buang air kecil juga lebih sering disebabkan oleh kondisi lain, termasuk BPH.
4. Apakah PSA Tinggi Berarti Kanker Prostat?
Belum tentu. PSA bisa meningkat karena kanker prostat, tetapi juga bisa dipengaruhi oleh BPH dan kondisi prostat lainnya. Oleh karena itu, hasil PSA perlu diinterpretasikan bersama pemeriksaan lain.
5. Bagaimana Memastikan Apakah Saya Mengalami BPH atau Kanker Prostat?
Diagnosis tidak dapat Anda tentukan hanya dari gejala. Dokter bisa melakukan pemeriksaan riwayat kesehatan, pemeriksaan prostat, PSA, pemeriksaan pencitraan, dan bila perlu biopsi untuk memastikan penyebabnya.
Baca Juga: 7 Tanda Prostat Bermasalah yang Harus Diwaspadai Pria
Kenali Perbedaan BPH dan Kanker Prostat dengan Dokter di Klinik Apollo Jakarta
Mengenali perbedaan BPH dan kanker prostat dengan bantuan dokter berpengalaman di Klinik Apollo Jakarta, bisa membantu penderita untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Dengan fasilitas dan peralatan medis yang lengkap, Anda bisa mendapatkan penanganan dan pengobatan yang tepat.
Jangan cemas! Kami juga menyediakan layanan Konsultasi Dokter Online, yang memudahkan pasien dalam berkonsultasi kapan saja.
Layanan ini bisa Anda akses melalui Chat WhatsApp, yang beroperasi selama 24 jam dan tersedia secara gratis.
Jadi, tunggu apalagi? Segera konsultasikan kondisi Anda dengan tim medis kami dan dapatkan perawatan yang tepat.
Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta
Artikel Menarik Lainnya
September 12, 2026
Perbedaan BPH dan Kanker Prostat: Gejala dan Cara Membedakannya

Klinik Apollo, Jakarta – Perbedaan BPH dan kanker prostat penting diketahui karena keduanya bisa menimbulkan keluhan yang hampir serupa, terutama gangguan saat buang air kecil. Namun BPH atau benign prostatic hyperplasia merupakan pembesaran prostat yang bersifat jinak, sedangkan kanker prostat terjadi ketika sel-sel prostat tumbuh secara tidak terkendali.
Keluhan seperti sering kencing, sulit memulai aliran urine, atau pancaran urine melemah tidak selalu berarti kanker prostat. Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), BPH merupakan salah satu masalah prostat yang umum terjadi pada pria berusia lebih dari 50 tahun.
Meski begitu, gejala yang menetap atau semakin berat tetap perlu diperika agar penyebabnya bisa diketahui secara tepat.
- Apa Itu BPH dan Kanker Prostat?
- Perbedaan Gejala BPH dan Kanker Prostat
- Apakah BPH Bisa Berubah Menjadi Kanker Prostat?
- Bagaimana Cara Membedakan BPH dan Kanker Prostat?
- Kapan Harus Memeriksakan Prostat?
- Penanganan BPH dan Kanker Prostat Berbeda
- Kesimpulan
- FAQ Seputar Perbedaan BPH dan Kanker Prostat
- Kenali Perbedaan BPH dan Kanker Prostat dengan Dokter di Klinik Apollo Jakarta
Apa Itu BPH dan Kanker Prostat?
Meskipun keduanya merupakan gangguan pada kelenjar prostat, tetapi kedua kondisi ini memiliki beberapa perbedaan, seperti:
1. BPH (Benign Prostatic Hyperplasia)
BPH adalah pembesaran kelenjar prostat yang bukan terjadi akibat kanker. Ketika prostat membesar, jaringan prostat bisa menekan uretra, sehingga aliran urine menjadi terganggu. Berikut beberapa gejalanya:
- Pancaran urine menjadi lemah
- Sulit memulai buang air kecil
- Aliran urine terputus-putus
- Sering buang air kecil
- Sering terbangun pada malam hari untuk kencing
- Merasa kandung kemih belum kosong sepenuhnya
- Urine menetes setelah selesai buang air kecil
- Rasa ingin buang air kecil yang sulit ditahan
NIDDK menjelaskan bahwa BPH bisa menyebabkan berbagai gejala saluran kemih bagian bawah, termasuk frekuensi buang air kecil yang meningkat, urgensi, nokturia, dan pancaran urine yeng lemah.
2. Kanker Prostat
Kanker prostat terjadi ketika sel-sel di dalam prostat tumbuh secara tidak normal dan tidak terkendali. Pada tahap awal, kanker prostat justru sering tidak menimbulkan gejala yang khas.
American Cancer Society menjelaskan bahwa kanker prostat stadium awal biasanya tidak menyebabkan gejala. Ketika gejala muncul, keluhannya bisa berupa gangguan buang air kecil, darah dalam urine atau air mani, dan pada kondisi yang lebih lanjut bisa muncul nyeri tulang atau penurunan berat badan.
Perbedaan Gejala BPH dan Kanker Prostat
BPH dan kanker prostat memang bisa memiliki gejala yang mirip. Oleh karena itu, gejala saja tidak cukup untuk memastikan seseorang mengalami BPH atau kanker prostat.
1. Gejala yang Lebih Sering Berkaitan dengan BPH
Keluhan beningn prostatic hyperplasia umumnya berkaitan dengan gangguan aliran urine, seperti:
- Sulit memulai buang air kecil
- Pancara urine melemah
- Sering kencing, terutama pada malam hari
- Aliran urine berhenti dan kembali mengalir
- Urine menetes setelah selesai kencing
- Rasa tidak tuntas setelah buang air kecil
Keluhan tersebut terjadi karena kelenjar prostat yang membesar memberikan tekanan pada uretra.
2. Gejala yang Bisa Muncul pada Kanker Prostat
Kanker prostat pada tahap awal, sering tidak menimbulkan gejala. Jika sudah menimbulkan keluhan, beberapa tanda yang mungkin muncul berupa:
- Kesulitan buang air kecil
- Pancaran urine melemah
- Lebih sering buang air kecil, terutama pada malam hari
- Darah dalam urine atau air mani
- Gangguan ereksi pada sebagian kasus
- Nyeri pada punggung, pinggul, atau tulang jika kanker sudah menyebar
- Penurunan berat badan dan mudah lelah pada kondisi lanjut
American Cancer Society menegaskan bahwa keluhan sulit buang air kecil lebih sering disebabkan oleh kondisi selain kanker prostat, termasuk BPH. Namun, keluhan tersebut tetap perlu dievaluasi apabila menetap atau mengganggu.
Apakah BPH Bisa Berubah Menjadi Kanker Prostat?
BPH dan kanker prostat merupakan dua kondisi yang berbeda. BPH bukan kanker dan tidak berarti seseorang pasti akan mengalami kanker prostat.
Meski demikian, seorang pria dapat mengalami BPH dan kanker prostat secara bersamaan. Karena gejalanya bisa tumpang tindih, pemeriksaan medis tetap perlu ketika terdapat keluhan prostat, terutama pada pria dengan faktor risiko kanker prostat.
Jadi, jangan menyimpulkan bahwa keluhan buang air kecil hanya terjadi akibat BPH tanpa pemeriksaan.
Bagaimana Cara Membedakan BPH dan Kanker Prostat?
Cara membedakan BPH dan kanker prostat, tidak cukup hanya berdasarkan gejala. Dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan sesuai kondisi pasien.
1. Pemeriksaan Riwayat Kesehatan
Dokter akan menanyakan keluhan yang pasien rasakan, sejak kapan muncul, perubahan pola buang air kecil, riwayat keluarga, serta faktor risiko lainnya.
2. Pemeriksaan Fisik dan Colok Dubur
Pemeriksaan colok dubur atau digital rectal examination (DRE) dapat membantu dokter menilai kondisi prostat. Pada pemeriksaan ini, dokter bisa menilai ukuran, bentuk, dan adanya area yang terasa tidak normal pada prostat. Namun, DRE tidak bisa digunakan sendirian untuk memastikan adanya kanker prostat.
3. Pemeriksaan PSA
PSA atau prostate-specific antigen adalah protein yang diproduksi oleh sel prostat. Pemeriksaan PSA dilakukan melalui sampel darah. Kadar PSA yang meningkat bisa ditemukan pada kanker prostat, tetapi peningkatan PSA tidak otomatis berarti kanker. BPH dan kondisi prostat lainnya juga bisa menyebabkan PSA meningkat.
4. Pemeriksaan Pencitraan
Dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan pencitraan, seperti ultrasonografi atau MRI prostat, apabila perlu untuk mengevaluasi kondisi prostat dan menentukan apakah terdapat area yang mencurigakan.
5. Biopsi Prostat
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kecurigaan terhadap kanker prostat, dokter dapat mempertimbangkan biopsi prostat. Biopsi dokter lakukan dengan mengambil sampel jaringan prostat, untuk diperiksa di laboratorium.
Kapan Harus Memeriksakan Prostat?
Jangan menunggu sampai keluhan semakin berat, untuk melakukan pemeriksaan. Konsultasikan dengan dokter Klinik Apollo Jakarta jika mengalami:
- Sulit buang air kecil secara berulang
- Pancaran urine semakin lemah
- Sering terbangun untuk buang air kecil
- Merasa urine tidak keluar sampai tuntas
- Terdapat darah dalam urine atau air mani
- Mengalami nyeri saat buang air kecil
- Mengalami gangguan buang air kecil semakin buruk
- Memiliki riwayat keluarga dengan kanker prostat
Jika sama sekali tidak bisa buang air kecil, kondisi tersebut memerlukan pertolongan medis segera. NIDDK juga menyarankan pria dengan gejala gangguan prostat, untuk mendapatkan evaluasi medis agar penyebabnya bisa diketahui.
Penanganan BPH dan Kanker Prostat Berbeda
Karena penyebabnya berbeda, penanganan BPH dan kanker prostat juga tidak sama. Pada BPH, dokter bisa merekomendasikan pemantauan, perubahan gaya hidup, obat-obatan, atau tindakan tertentu apabila gejalanya berat.
Sementara itu, pengobatan kanker prostat bergantung pada tingkat risiko, stadium, kondisi pasien, dan karakteristik kanker. Pilihan penanganan bisa mencakup pemantauan aktif pada kondisi tertentu, operasi, radioterapi, terapi hormon, atau terapi lainnya sesuai evaluasi dokter.
Oleh karena itu, diagnosis yang tepat sangat penting sebelum menentukan pengobatan yang akan dokter lakukan.
Kesimpulan
Perbedaan BPH dan kanker prostat, terutama terletak pada sifat penyakitnya. BPH merupakan pembesaran prostat yang bersifat jinak, sedangkan kanker prostat merupakan pertumbuhan sel abnormal yang dapat berkembang dan menyebar.
Keduanya bisa menyebabkan gangguan buang air kecil, sehingga tidak bisa dibedakan hanya berdasarkan gejala. Pemeriksaan seperti evaluasi medis, pemeriksaan fisik, PSA, pencitraan, dan bila perlu biopsi dapat membantu dokter menentukan penyebab keluhan.
Jika mengalami gejala atau keluhan yang tidak biasa, sebaiknya segera konsultasikan kondisi Anda dengan dokter agar kondisi prostat bisa dokter evaluasi secara tepat.

Ilustrasi seorang pria yang mengalami gangguan prostat
FAQ Seputar Perbedaan BPH dan Kanker Prostat
1. Apakah BPH sama dengan Kanker Prostat?
Tidak. BPH adalah pembesaran prostat yang bersifat jinak dan bukan kanker. Kanker prostat terjadi akibat pertumbuhan sel abnormal pada prostat.
2. Apakah BPH Bisa Menyebabkan Kanker Prostat?
BPH bukan kanker dan tidak berarti seseorang pasti akan mengalami kanker prostat. Namun, BPH dan kanker prostat bisa terjadi pada orang yang sama sehingga keluhan prostat tetap perlu pemeriksaan.
3. Apakah Kanker Prostat Selalu Menyebabkan Sulit Kencing?
Tidak. Kanker prostat pada tahap awal sering kali tidak menimbulkan gejala. Gangguan buang air kecil juga lebih sering disebabkan oleh kondisi lain, termasuk BPH.
4. Apakah PSA Tinggi Berarti Kanker Prostat?
Belum tentu. PSA bisa meningkat karena kanker prostat, tetapi juga bisa dipengaruhi oleh BPH dan kondisi prostat lainnya. Oleh karena itu, hasil PSA perlu diinterpretasikan bersama pemeriksaan lain.
5. Bagaimana Memastikan Apakah Saya Mengalami BPH atau Kanker Prostat?
Diagnosis tidak dapat Anda tentukan hanya dari gejala. Dokter bisa melakukan pemeriksaan riwayat kesehatan, pemeriksaan prostat, PSA, pemeriksaan pencitraan, dan bila perlu biopsi untuk memastikan penyebabnya.
Baca Juga: 7 Tanda Prostat Bermasalah yang Harus Diwaspadai Pria
Kenali Perbedaan BPH dan Kanker Prostat dengan Dokter di Klinik Apollo Jakarta
Mengenali perbedaan BPH dan kanker prostat dengan bantuan dokter berpengalaman di Klinik Apollo Jakarta, bisa membantu penderita untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Dengan fasilitas dan peralatan medis yang lengkap, Anda bisa mendapatkan penanganan dan pengobatan yang tepat.
Jangan cemas! Kami juga menyediakan layanan Konsultasi Dokter Online, yang memudahkan pasien dalam berkonsultasi kapan saja.
Layanan ini bisa Anda akses melalui Chat WhatsApp, yang beroperasi selama 24 jam dan tersedia secara gratis.
Jadi, tunggu apalagi? Segera konsultasikan kondisi Anda dengan tim medis kami dan dapatkan perawatan yang tepat.
Artikel Menarik Lainnya






