Februari 13, 2026
Tes Infeksi Sifilis: Kapan Waktu yang Tepat untuk Melakukannya? Cek Penjelasan Dokter!

Klinik Apollo, Jakarta – Tes infeksi sifilis merupakan salah satu langkah penting, untuk mendeteksi penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum.
Sayangnya, masih banyak orang yang belum memahami kapan waktu yang tepat untuk melakukan pemeriksaan ini. Padahal, deteksi dini berperan dalam mencegah komplikasi.
Lalu, kapan sebenarnya waktu terbaik untuk menjalani tes infeksi sifilis? Simak penjelasan berikut ini!
Apa Itu Infeksi Sifilis?
Infeksi sifilis adalah penyakit menular seksual yang dapat menyerang siapa saja, baik pria maupun wanita. Penularannya sering terjadi melalui hubungan seks vagina, anal, atau oral.
Pada tahap awal, sifilis biasanya muncul dengan luka kecil yang tidak terasa nyeri (chancre) di area kelamin, anus, atau mulut.
Jika tidak terobati, infeksi sifilis bisa berkembang ke tahap yang lebih serius dan menyerang organ penting seperti jantung, otak, hingga sistem saraf.
Kapan Waktu yang Tepat untuk Tes Infeksi Sifilis?
Berikut beberapa kondisi yang menjadi waktu tepat untuk melakukan tes infeksi sifilis, antara lain:
1. Setelah Melakukan Hubungan Seks Berisiko
Jika Anda melakukan hubungan seksual tanpa kondom, berganti-ganti pasangan, atau berhubungan dengan pasangan yang terinfeksi, sebaiknya lakukan tes.
Biasanya, tes dapat dilakukan sekitar 2-4 minggu setelah paparan, untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat. Namun, dokter mungkin menyarankan tes ulang pada kondisi tertentu.
2. Muncul Gejala yang Mencurigakan
Segera lakukan pemeriksaan medis yang tepat, terutama jika Anda mengalami beberapa tanda berikut:
- Luka tidak nyeri di area kelamin atau mulut
- Ruam di telapak tangan atau kaki
- Demam ringan
- Pembengkakan kelenjar getah bening
Gejala bisa berbeda pada setiap tahap, sehingga pemeriksaan medis sangat penting untuk memastikan diagnosis.
3. Sedang Merencanakan Kehamilan atau Hamil
Wanita yang sedang merencanakan kehamilan atau sedang hamil, sangat dianjurkan untuk melakukan tes infeksi sifilis.
Infeksi yang tidak terdeteksi dapat menular ke janin dan menyebabkan komplikasi serius, termasuk keguguran atau sifilis kongenital pada bayi.
Jenis Tes untuk Mendeteksi Infeksi Sifilis
Untuk memastikan adanya infeksi sifilis, dokter biasanya akan menyarankan pemeriksaan darah. Beberapa jenis tes yang umum dilakukan berupa:
- Tes non-treponemal (seperti BDRL atau RPR)
- Tes treponemal untuk konfirmasi hasil
Dokter mungkin juga melakukan pemeriksaan tambahan sesuai dengan kondisi dan gejala yang dialami oleh pasien.
Mengapa Tidak Boleh Menunda Tes?
Menunda tes infeksi sifilis, dapat meningkatkan risiko komplikasi serius. Pada tahap lanjut, sifilis bisa menyebabkan gangguan pada:
- Sistem saraf (neurosifilis)
- Jantung dan pembuluh darah
- Organ vital lainnya
Selai itu, tanpa Anda sadari penderita bisa terus menularkan infeksi kepada pasangan lewat hubungan seksual berisiko.
Deteksi dan pengobatan sejak dini, umumnya lebih efektif serta dapat mencegah kerusakan permanen pada tubuh.

Ilustrasi seorang pria dan wanita yang terinfeksi bakteri sifilis
Pentingnya Berkonsultasi dengan Dokter Ahli
Dokter Klinik Apollo Jakarta menjelaskan bahwa tes infeksi saja tidak cukup tanpa disertai dengan konsultasi dokter ahli.
Pemeriksaan dan interpretasi hasil tes memerlukan penilaian medis yang tepat, agar diagnosis dan penanganan berjalan optimal. Berikut alasannya:
1. Interpretasi Hasil Tes yang Akurat – Hasil tes, tidak boleh ditafsirkan sendiri. Terkadang hasil bisa menunjukkan positif palsu atau masih berada dalam masa jendela.
2. Menentukan Jenis dan Tahap Infeksi – Infeksi sifilis memiliki beberapa tahap (primer, sekunder, laten, dan tersier). Setiap tahap memerlukan pengobatan yang berbeda.
3. Mendapatkan Pengobatan yang Tepat – Pengobatan sifilis umumnya menggunakan antibiotik tertentu sesuai dengan anjuran dokter.
4. Mencegah Komplikasi dan Penularan – Dengan penanganan yang tepat, risiko komplikasi seperti gangguan saraf atau jantung dapat Anda cegah.
5. Pemantauan Lanjutan – Setelah menjalani pengobatan, pasien tetap perlu pemeriksaan ulang untuk memastikan infeksi benar-benar sembuh.
Berkonsultasi dengan dokter ahli bukan hanya membantu memastikan diagnosis, tetapi juga memberikan rasa aman dan kepastian dalam menjalani pengobatan.
Baca Juga: Komplikasi Sifilis Raja Singa dari Stadium Awal hingga Lanjut
Jalani Tes Infeksi Sifilis dengan Peralatan Medis Terbaik di Klinik Apollo Jakarta
Tes infeksi sifilis penting untuk mendapatkan diagnosis yang pasti, serta menentukan pengobatan medis yang tepat.
Jangan cemas! Anda bisa menjalani pemeriksaan dan mendapatkan pengobatan di Klinik Apollo Jakarta.
Dokter dan tim medis berpengalaman, Anda bisa berkonsultasi dengan mudah dan mendapatkan saran terbaik.
Kami juga menyediakan layanan Konsultasi Dokter Online, yang memudahkan pasien dalam berkonsultasi kapan dan di mana saja.
Layanan ini bisa Anda akses melalui Chat Whatsapp, yang beroperasi selama 24 jam dan tersedia secara gratis!
Jadi, tunggu apalagi? Segeralah dapatkan perawatan medis yang tepat dan sesuai dengan bantuan dokter!
Artikel Menarik Lainnya
Februari 13, 2026
Tes Infeksi Sifilis: Kapan Waktu yang Tepat untuk Melakukannya? Cek Penjelasan Dokter!

Klinik Apollo, Jakarta – Tes infeksi sifilis merupakan salah satu langkah penting, untuk mendeteksi penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum.
Sayangnya, masih banyak orang yang belum memahami kapan waktu yang tepat untuk melakukan pemeriksaan ini. Padahal, deteksi dini berperan dalam mencegah komplikasi.
Lalu, kapan sebenarnya waktu terbaik untuk menjalani tes infeksi sifilis? Simak penjelasan berikut ini!
Apa Itu Infeksi Sifilis?
Infeksi sifilis adalah penyakit menular seksual yang dapat menyerang siapa saja, baik pria maupun wanita. Penularannya sering terjadi melalui hubungan seks vagina, anal, atau oral.
Pada tahap awal, sifilis biasanya muncul dengan luka kecil yang tidak terasa nyeri (chancre) di area kelamin, anus, atau mulut.
Jika tidak terobati, infeksi sifilis bisa berkembang ke tahap yang lebih serius dan menyerang organ penting seperti jantung, otak, hingga sistem saraf.
Kapan Waktu yang Tepat untuk Tes Infeksi Sifilis?
Berikut beberapa kondisi yang menjadi waktu tepat untuk melakukan tes infeksi sifilis, antara lain:
1. Setelah Melakukan Hubungan Seks Berisiko
Jika Anda melakukan hubungan seksual tanpa kondom, berganti-ganti pasangan, atau berhubungan dengan pasangan yang terinfeksi, sebaiknya lakukan tes.
Biasanya, tes dapat dilakukan sekitar 2-4 minggu setelah paparan, untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat. Namun, dokter mungkin menyarankan tes ulang pada kondisi tertentu.
2. Muncul Gejala yang Mencurigakan
Segera lakukan pemeriksaan medis yang tepat, terutama jika Anda mengalami beberapa tanda berikut:
- Luka tidak nyeri di area kelamin atau mulut
- Ruam di telapak tangan atau kaki
- Demam ringan
- Pembengkakan kelenjar getah bening
Gejala bisa berbeda pada setiap tahap, sehingga pemeriksaan medis sangat penting untuk memastikan diagnosis.
3. Sedang Merencanakan Kehamilan atau Hamil
Wanita yang sedang merencanakan kehamilan atau sedang hamil, sangat dianjurkan untuk melakukan tes infeksi sifilis.
Infeksi yang tidak terdeteksi dapat menular ke janin dan menyebabkan komplikasi serius, termasuk keguguran atau sifilis kongenital pada bayi.
Jenis Tes untuk Mendeteksi Infeksi Sifilis
Untuk memastikan adanya infeksi sifilis, dokter biasanya akan menyarankan pemeriksaan darah. Beberapa jenis tes yang umum dilakukan berupa:
- Tes non-treponemal (seperti BDRL atau RPR)
- Tes treponemal untuk konfirmasi hasil
Dokter mungkin juga melakukan pemeriksaan tambahan sesuai dengan kondisi dan gejala yang dialami oleh pasien.
Mengapa Tidak Boleh Menunda Tes?
Menunda tes infeksi sifilis, dapat meningkatkan risiko komplikasi serius. Pada tahap lanjut, sifilis bisa menyebabkan gangguan pada:
- Sistem saraf (neurosifilis)
- Jantung dan pembuluh darah
- Organ vital lainnya
Selai itu, tanpa Anda sadari penderita bisa terus menularkan infeksi kepada pasangan lewat hubungan seksual berisiko.
Deteksi dan pengobatan sejak dini, umumnya lebih efektif serta dapat mencegah kerusakan permanen pada tubuh.

Ilustrasi seorang pria dan wanita yang terinfeksi bakteri sifilis
Pentingnya Berkonsultasi dengan Dokter Ahli
Dokter Klinik Apollo Jakarta menjelaskan bahwa tes infeksi saja tidak cukup tanpa disertai dengan konsultasi dokter ahli.
Pemeriksaan dan interpretasi hasil tes memerlukan penilaian medis yang tepat, agar diagnosis dan penanganan berjalan optimal. Berikut alasannya:
1. Interpretasi Hasil Tes yang Akurat – Hasil tes, tidak boleh ditafsirkan sendiri. Terkadang hasil bisa menunjukkan positif palsu atau masih berada dalam masa jendela.
2. Menentukan Jenis dan Tahap Infeksi – Infeksi sifilis memiliki beberapa tahap (primer, sekunder, laten, dan tersier). Setiap tahap memerlukan pengobatan yang berbeda.
3. Mendapatkan Pengobatan yang Tepat – Pengobatan sifilis umumnya menggunakan antibiotik tertentu sesuai dengan anjuran dokter.
4. Mencegah Komplikasi dan Penularan – Dengan penanganan yang tepat, risiko komplikasi seperti gangguan saraf atau jantung dapat Anda cegah.
5. Pemantauan Lanjutan – Setelah menjalani pengobatan, pasien tetap perlu pemeriksaan ulang untuk memastikan infeksi benar-benar sembuh.
Berkonsultasi dengan dokter ahli bukan hanya membantu memastikan diagnosis, tetapi juga memberikan rasa aman dan kepastian dalam menjalani pengobatan.
Baca Juga: Komplikasi Sifilis Raja Singa dari Stadium Awal hingga Lanjut
Jalani Tes Infeksi Sifilis dengan Peralatan Medis Terbaik di Klinik Apollo Jakarta
Tes infeksi sifilis penting untuk mendapatkan diagnosis yang pasti, serta menentukan pengobatan medis yang tepat.
Jangan cemas! Anda bisa menjalani pemeriksaan dan mendapatkan pengobatan di Klinik Apollo Jakarta.
Dokter dan tim medis berpengalaman, Anda bisa berkonsultasi dengan mudah dan mendapatkan saran terbaik.
Kami juga menyediakan layanan Konsultasi Dokter Online, yang memudahkan pasien dalam berkonsultasi kapan dan di mana saja.
Layanan ini bisa Anda akses melalui Chat Whatsapp, yang beroperasi selama 24 jam dan tersedia secara gratis!
Jadi, tunggu apalagi? Segeralah dapatkan perawatan medis yang tepat dan sesuai dengan bantuan dokter!
Artikel Menarik Lainnya






