September 8, 2023

Penyakit Klamidia Bisa Timbul Efek Samping Serius!

Penyakit Klamidia Bisa Timbul Efek Samping Serius!

Klinik Utama Sentosa, Jakarta – Klamidia adalah infeksi yang dapat menyebar dan timbul gangguan kesehatan berupa efek samping dengan jangka waktu yang panjang bila tidak segera mendapatkan tindakan medis.

Baca Juga : Penyakit Klamidia Ternyata Bisa Sebabkan Komplikasi Serius!

Sebagian besar kasus infeksi ini tidak menyebabkan ciri dan tanda. Klamidia bisa menyebar melalui hubungan seksual dengan seseorang yang mengidap penyakitnya, baik itu melalui kontak genital, oral, atau anal.

Infeksi tersebut dapat memengaruhi baik pria maupun wanita, dan seringkali tidak menimbulkan gejala yang mencolok.

[ez-toc]

Karena tidak adanya ciri yang jelas pada banyak kasus, klamidia sering kali tidak terdiagnosis, dan orang yang terinfeksi secara tidak sadar bisa menyebarkannya kepada pasangan seksual mereka.

Efek Samping Penyakit Kelamin

Klamidia adalah infeksi menular seksual (IMS) yang penyebabnya berasal dari bakteri Chlamydia trachomatis.

Bakteri tersebut dapat menginfeksi berbagai bagian tubuh, termasuk saluran kemih, uretra, leher rahim, rektum, tenggorokan, hingga mata. Infeksi klamidia adalah salah satu IMS yang paling umum di seluruh dunia.

Berikut adalah beberapa efek samping yang dapat muncul sebagai akibat dari infeksi klamidia yang tidak terobati antara lain:

1. Infeksi pada Organ Reproduksi Wanita

Pelvic Inflammatory Disease (PID)

Infeksi klamidia dapat naik ke organ reproduksi wanita, seperti rahim, indung telur, dan saluran tuba.

PID adalah infeksi serius yang bisa menyebabkan nyeri panggul kronis, ketidaksuburan (infertilitas), sampai peningkatan risiko kehamilan ektopik (hamil di luar rahim).

2. Infeksi pada Organ Reproduksi Pria

Epididimitis

Infeksi klamidia dapat menyebabkan epididimitis, yaitu peradangan pada epididimis (saluran yang membawa sperma). Ini bisa menyebabkan nyeri pada skrotum dan, jika tidak obati, maka akan berdampak pada kesuburan pria.

3. Komplikasi pada Kehamilan

Penyakit Pada Bayi

Jika seorang ibu terinfeksi klamidia pada masa kehamilan, bakteri akan menyebar ke bayi selama persalinan. Sehingga menyebabkan infeksi mata dan infeksi saluran pernapasan pada bayi baru lahir.

Peningkatan Risiko Penularan HIV

Infeksi klamidia juga bisa meningkatkan risiko penularan human immunodeficiency virus (HIV) jika seseorang terpapar virus tersebut.

4. Komplikasi pada Tenggorokan dan Mata

Faringitis Gonore (Gonococcal Pharyngitis)

Infeksi klamidia pada tenggorokan dapat menyebabkan gejala sakit tenggorokan, serupa dengan infeksi tenggorokan lainnya.

Konjungtivitis (Infeksi Mata)

Klamidia juga bisa menyebabkan konjungtivitis (infeksi mata), yang dapat menyebabkan mata merah, berair, dan perasaan terbakar.

Infeksi pada Rektum

Jika klamidia menyebar ke rektum (anus), ini bisa menyebabkan proctitis, yang dapat mengakibatkan nyeri pada rektum, perdarahan rektal, hingga diare.

Penting untuk catat bahwa gejala klamidia mungkin tidak selalu mencolok, dan banyak orang yang terinfeksi tidak bergejala.

Oleh karena itu, tes dan pengujian yang tepat itu sangat penting. Pengobatan yang bener dan tepat waktu sangat penting untuk menghindari komplikasi serius.

Klamidia adalah infeksi menular seksual (IMS) yang penyebabnya berasal dari bakteri Chlamydia trachomatis.Bakteri tersebut dapat menginfeksi berbagai bagian tubuh, termasuk saluran kemih, uretra, leher rahim, rektum, tenggorokan, hingga mata. Infeksi klamidia adalah salah satu IMS yang paling umum di seluruh dunia.

Kapan Harus Memeriksa Klamidia?

Penting untuk ingat bahwa klamidia adalah infeksi yang dapat mencegah dan mengobati. Diagnosa yang tepat dan pengobatan yang sesuai yaitu langkah penting dalam mengatasi infeksi ini dan mencegah komplikasi serius.

Selain itu, praktik seksual yang aman, seperti penggunaan alat kontrasepsi saat berhubungan seks, bisa membantu mengurangi risiko infeksi klamidia dan IMS lainnya.

Pemeriksaan klamidia sebaiknya dilakukan dalam beberapa situasi antara lain:

1. Risiko Tinggi

Jika Anda berisiko tinggi terkena klamidia atau IMS lainnya, sebaiknya memeriksakan diri secara rutin. Faktor risiko termasuk memiliki pasangan seksual baru, berhubungan intim tanpa pengaman, atau memiliki riwayat IMS sebelumnya.

2. Gejala atau Kecurigaan Infeksi

Jika mengalami gejala yang mencurigakan infeksi klamidia, seperti keluarnya cairan yang tidak normal dari uretra atau timbul rasa gatal yang tidak biasa di area genital, penting untuk segera memeriksakan diri kepada ahli profesional kesehatan.

3. Saat Tes Kesehatan Rutin

Beberapa orang mungkin akan menjalani tes IMS sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan rutin. Terutama bila mereka aktif secara seksual atau memiliki risiko tinggi terkena IMS.

Ini bisa menjadi langkah melindungi untuk mendeteksi IMS sedini mungkin.

4. Sebelum Berhubungan Seks dengan Pasangan Baru

Jika seseorang berencana untuk mulai berhubungan seks dengan pasangan baru, yaitu dengan melakukan langkah bijaksana untuk melakukan pemeriksaan klamidia dan IMS lainnya terlebih dahulu.

Ini dapat membantu untuk mengidentifikasi infeksi dan menghindari penyebaran IMS kepada pasangan baru Anda.

5. Selama Kehamilan

Perempuan hamil sebaiknya lakukan pengujian untuk IMS, termasuk klamidia, selama kunjungan prenatal. Infeksi klamidia yang tidak terobati selama kehamilan bisa berdampak negatif pada bayi yang sedang berkembang.

6. Setelah Kontak dengan Seseorang yang Terinfeksi

Bila telah melakukan kontak seksual dengan seseorang yang telah terdiagnosis dengan klamidia atau IMS lainnya, segeralah berkonsultasi dengan profesional kesehatan untuk pengujian dan mungkin pengobatan.

Pemeriksaan klamidia biasanya melibatkan pengambilan sampel cairan dari saluran kemih, serviks (leher rahim), sampai area yang terkena lainnya, yang kemudian akan diuji untuk deteksi bakteri Chlamydia trachomatis.

Anda dapat melakukan pemeriksaan ini di klinik kesehatan, pusat kesehatan reproduksi, bisa juga dengan berkonsultasi dengan dokter atau profesional kesehatan.

Periksa dan Konsultasi di Klinik Andrologi Terbaik dan Terpercaya di Jakarta

Klinik untuk penyakit menular seksual dan kelamin terdekat di Jakarta yang berstandar internasional hanya ada Klinik Utama Sentosa yang memiliki alat medis yang lengkap dan canggih.

Lakukan pengobatan dengan konsultasi online secara gratis, bila Anda mempunyai masalah seputar kelamin atau penyakit menular seksual lainnya, supaya bisa diatasi dengan cepat dan tepat.

Memiliki dokter ahli penyakit kelamin dan staf medis profesional yang bisa menangani penyakit Anda secara langsung. Untuk masalah biaya pengobatan tidak perlu khawatir karena sangat terjangkau.

Klinik Utama Sentosa memiliki lokasi yang strategis, berada di daerah Jakarta, Indonesia. Dan juga sangat mengutamakan kesembuhan dan kepuasan serta sangat memprioritaskan setiap pasien.

Baca Juga : 6 Efek Samping dan Komplikasi Penyakit Sifilis

Selain itu, terdapat fitur layanan konsultasi via WhatsApp yang dapat membantu kamu untuk berkonsultasi secara online dan gratis jika ada pertanyaan seputar penyakit kelamin.

About the Author: Klinik Sentosa

Klinik Utama Sentosa merupakan klinik spesialis penyakit kelamin dan penyakit menular seksual yang berada di Jakarta, memiliki dokter spesialis dan tenaga ahli profesinal serta didukung oleh fasilitas medis yang lengkap, canggih dan modern.

Artikel Menarik Lainnya

Artikel Terkini

klinik andrologi

September 8, 2023

Penyakit Klamidia Bisa Timbul Efek Samping Serius!

Penyakit Klamidia Bisa Timbul Efek Samping Serius!

Klinik Utama Sentosa, Jakarta – Klamidia adalah infeksi yang dapat menyebar dan timbul gangguan kesehatan berupa efek samping dengan jangka waktu yang panjang bila tidak segera mendapatkan tindakan medis.

Baca Juga : Penyakit Klamidia Ternyata Bisa Sebabkan Komplikasi Serius!

Sebagian besar kasus infeksi ini tidak menyebabkan ciri dan tanda. Klamidia bisa menyebar melalui hubungan seksual dengan seseorang yang mengidap penyakitnya, baik itu melalui kontak genital, oral, atau anal.

Infeksi tersebut dapat memengaruhi baik pria maupun wanita, dan seringkali tidak menimbulkan gejala yang mencolok.

[ez-toc]

Karena tidak adanya ciri yang jelas pada banyak kasus, klamidia sering kali tidak terdiagnosis, dan orang yang terinfeksi secara tidak sadar bisa menyebarkannya kepada pasangan seksual mereka.

Efek Samping Penyakit Kelamin

Klamidia adalah infeksi menular seksual (IMS) yang penyebabnya berasal dari bakteri Chlamydia trachomatis.

Bakteri tersebut dapat menginfeksi berbagai bagian tubuh, termasuk saluran kemih, uretra, leher rahim, rektum, tenggorokan, hingga mata. Infeksi klamidia adalah salah satu IMS yang paling umum di seluruh dunia.

Berikut adalah beberapa efek samping yang dapat muncul sebagai akibat dari infeksi klamidia yang tidak terobati antara lain:

1. Infeksi pada Organ Reproduksi Wanita

Pelvic Inflammatory Disease (PID)

Infeksi klamidia dapat naik ke organ reproduksi wanita, seperti rahim, indung telur, dan saluran tuba.

PID adalah infeksi serius yang bisa menyebabkan nyeri panggul kronis, ketidaksuburan (infertilitas), sampai peningkatan risiko kehamilan ektopik (hamil di luar rahim).

2. Infeksi pada Organ Reproduksi Pria

Epididimitis

Infeksi klamidia dapat menyebabkan epididimitis, yaitu peradangan pada epididimis (saluran yang membawa sperma). Ini bisa menyebabkan nyeri pada skrotum dan, jika tidak obati, maka akan berdampak pada kesuburan pria.

3. Komplikasi pada Kehamilan

Penyakit Pada Bayi

Jika seorang ibu terinfeksi klamidia pada masa kehamilan, bakteri akan menyebar ke bayi selama persalinan. Sehingga menyebabkan infeksi mata dan infeksi saluran pernapasan pada bayi baru lahir.

Peningkatan Risiko Penularan HIV

Infeksi klamidia juga bisa meningkatkan risiko penularan human immunodeficiency virus (HIV) jika seseorang terpapar virus tersebut.

4. Komplikasi pada Tenggorokan dan Mata

Faringitis Gonore (Gonococcal Pharyngitis)

Infeksi klamidia pada tenggorokan dapat menyebabkan gejala sakit tenggorokan, serupa dengan infeksi tenggorokan lainnya.

Konjungtivitis (Infeksi Mata)

Klamidia juga bisa menyebabkan konjungtivitis (infeksi mata), yang dapat menyebabkan mata merah, berair, dan perasaan terbakar.

Infeksi pada Rektum

Jika klamidia menyebar ke rektum (anus), ini bisa menyebabkan proctitis, yang dapat mengakibatkan nyeri pada rektum, perdarahan rektal, hingga diare.

Penting untuk catat bahwa gejala klamidia mungkin tidak selalu mencolok, dan banyak orang yang terinfeksi tidak bergejala.

Oleh karena itu, tes dan pengujian yang tepat itu sangat penting. Pengobatan yang bener dan tepat waktu sangat penting untuk menghindari komplikasi serius.

Klamidia adalah infeksi menular seksual (IMS) yang penyebabnya berasal dari bakteri Chlamydia trachomatis.Bakteri tersebut dapat menginfeksi berbagai bagian tubuh, termasuk saluran kemih, uretra, leher rahim, rektum, tenggorokan, hingga mata. Infeksi klamidia adalah salah satu IMS yang paling umum di seluruh dunia.

Kapan Harus Memeriksa Klamidia?

Penting untuk ingat bahwa klamidia adalah infeksi yang dapat mencegah dan mengobati. Diagnosa yang tepat dan pengobatan yang sesuai yaitu langkah penting dalam mengatasi infeksi ini dan mencegah komplikasi serius.

Selain itu, praktik seksual yang aman, seperti penggunaan alat kontrasepsi saat berhubungan seks, bisa membantu mengurangi risiko infeksi klamidia dan IMS lainnya.

Pemeriksaan klamidia sebaiknya dilakukan dalam beberapa situasi antara lain:

1. Risiko Tinggi

Jika Anda berisiko tinggi terkena klamidia atau IMS lainnya, sebaiknya memeriksakan diri secara rutin. Faktor risiko termasuk memiliki pasangan seksual baru, berhubungan intim tanpa pengaman, atau memiliki riwayat IMS sebelumnya.

2. Gejala atau Kecurigaan Infeksi

Jika mengalami gejala yang mencurigakan infeksi klamidia, seperti keluarnya cairan yang tidak normal dari uretra atau timbul rasa gatal yang tidak biasa di area genital, penting untuk segera memeriksakan diri kepada ahli profesional kesehatan.

3. Saat Tes Kesehatan Rutin

Beberapa orang mungkin akan menjalani tes IMS sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan rutin. Terutama bila mereka aktif secara seksual atau memiliki risiko tinggi terkena IMS.

Ini bisa menjadi langkah melindungi untuk mendeteksi IMS sedini mungkin.

4. Sebelum Berhubungan Seks dengan Pasangan Baru

Jika seseorang berencana untuk mulai berhubungan seks dengan pasangan baru, yaitu dengan melakukan langkah bijaksana untuk melakukan pemeriksaan klamidia dan IMS lainnya terlebih dahulu.

Ini dapat membantu untuk mengidentifikasi infeksi dan menghindari penyebaran IMS kepada pasangan baru Anda.

5. Selama Kehamilan

Perempuan hamil sebaiknya lakukan pengujian untuk IMS, termasuk klamidia, selama kunjungan prenatal. Infeksi klamidia yang tidak terobati selama kehamilan bisa berdampak negatif pada bayi yang sedang berkembang.

6. Setelah Kontak dengan Seseorang yang Terinfeksi

Bila telah melakukan kontak seksual dengan seseorang yang telah terdiagnosis dengan klamidia atau IMS lainnya, segeralah berkonsultasi dengan profesional kesehatan untuk pengujian dan mungkin pengobatan.

Pemeriksaan klamidia biasanya melibatkan pengambilan sampel cairan dari saluran kemih, serviks (leher rahim), sampai area yang terkena lainnya, yang kemudian akan diuji untuk deteksi bakteri Chlamydia trachomatis.

Anda dapat melakukan pemeriksaan ini di klinik kesehatan, pusat kesehatan reproduksi, bisa juga dengan berkonsultasi dengan dokter atau profesional kesehatan.

Periksa dan Konsultasi di Klinik Andrologi Terbaik dan Terpercaya di Jakarta

Klinik untuk penyakit menular seksual dan kelamin terdekat di Jakarta yang berstandar internasional hanya ada Klinik Utama Sentosa yang memiliki alat medis yang lengkap dan canggih.

Lakukan pengobatan dengan konsultasi online secara gratis, bila Anda mempunyai masalah seputar kelamin atau penyakit menular seksual lainnya, supaya bisa diatasi dengan cepat dan tepat.

Memiliki dokter ahli penyakit kelamin dan staf medis profesional yang bisa menangani penyakit Anda secara langsung. Untuk masalah biaya pengobatan tidak perlu khawatir karena sangat terjangkau.

Klinik Utama Sentosa memiliki lokasi yang strategis, berada di daerah Jakarta, Indonesia. Dan juga sangat mengutamakan kesembuhan dan kepuasan serta sangat memprioritaskan setiap pasien.

Baca Juga : 6 Efek Samping dan Komplikasi Penyakit Sifilis

Selain itu, terdapat fitur layanan konsultasi via WhatsApp yang dapat membantu kamu untuk berkonsultasi secara online dan gratis jika ada pertanyaan seputar penyakit kelamin.

About the Author: Klinik Sentosa

Klinik Utama Sentosa merupakan klinik spesialis penyakit kelamin dan penyakit menular seksual yang berada di Jakarta, memiliki dokter spesialis dan tenaga ahli profesinal serta didukung oleh fasilitas medis yang lengkap, canggih dan modern.

Artikel Menarik Lainnya