November 5, 2023

Sifilis Tersier: Ketahui Risiko dan Cara Mengobatinya

sifilis tersier 1

Klinik Utama Sentosa, Jakarta – Sifilis adalah penyakit menular seksual (PMS) yang sudah terjadi selama berabad-abad, dan salah satu tahap terparah dari penyakit ini di kenal sebagai sifilis tersier. Kondisi ini terjadi, ketika sifilis di tahap awal tidak di obati atau tidak mendapatkan pengobatan yang tepat.

Baca Juga: Ketahui Risiko dan Cara Penularan Penyakit Sifilis

Sifilis tersier adalah tahap yang sangat mengkhawatirkan, karena dapat menyebabkan kerusakan pada berbagai organ tubuh dan sistem saraf. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui risiko dan pengobatan yang tepat untuk mengatasi masalah ini.

Pengertian Sifilis Tersier

Sifilis tersier adalah tahap lanjut dari penyakit sifilis, yaitu penyakit menular seksual yang di sebabkan oleh bakteri bernama Treponema pallidum. Tahap ini muncul pada 10 sampai 30 tahun setelah terinfeksi, dan tahap ini dapat terjadi jika sifilis pada tahap primer dan sekunder tidak di obati atau di tangani dengan baik.

Pada tahap ini, bakteri dapat menyebar ke seluruh tubuh dan dapat menyebabkan kerusakan serius pada organ dan sistem saraf. Gejala dan komplikasi pada tahap ini dapat meliputi kerusakan otak, jantung, mata, tulang dan organ vital lainnya. Ini adalah tahap yang dapat mengancam jiwa jika tidak di obati dengan baik.

Penularan dan Faktor Risiko

Seseorang dapat tertular penyakit sifilis jika melakukan hubungan seksual secara vaginal, anal, atau oral dengan seseorang yang terinfeksi. Selain itu, penyakit ini dapat di tularkan dari ibu yang terinfeksi kepada bayinya selama hamil atau saat proses persalinan, kondisi ini di sebut sebagai sifilis kongenital.

Beberapa orang memiliki risiko lebih tinggi terkena sifilis tersier, jika:

  • Keterlambatan dalam pengobatan
  • Terlibat dalam hubungan seksual dengan banyak pasangan
  • Berhubungan seksual tanpa menggunakan pengaman atau kondom
  • Berhubungan seksual dengan orang yang terinfeksi sifilis
  • Memiliki riwayat penyakit sifilis sebelumnya

Perlu di ingat, bahwa sifilis tersier adalah tahap terparah dari penyakit sifilis. Oleh sebab itu, penting untuk mengobati penyakit sifilis pada tahap awal dengan pengobatan yang tepat, agar bakteri tidak berkembang dan terjadi sifilis tersier.

sifilis tersier 2

Diagnosis Sifilis Tersier

Untuk mendiagnosis sifilis tersier, Anda dapat mendatangi profesional medis, seperti Klinik Utama Sentosa. Dokter akan memberikan diagosa, dengan melakukan beberapa tahap pemeriksaan, seperti:

1. Pemeriksaan Fisik

Diagnosis sifilis tersier di mulai dengan pemeriksaan fisik oleh dokter, dokter akan mencari tanda-tanda yang menunjukan gejala pada tahap ini, seperti lesi kulit, kelainan mata, atau gangguan saraf.

2. Pemeriksaan Laboratorium

Untuk mengonfirmasi diagnosis, pemeriksaan laboratorium seringkali di perlukan. Beberapa metode atau tes yang di lakukan meliputi:

  • Tes darah, tes ini di lakukan untuk mendeteksi keberadaan antibodi terhadap bakteri treponema pallidum.
  • Tes VDRL (Venereal Disease Research Laboratory) dan TPHA (Treponema Pallidum Haemagglutination), tes ini di lakukan untuk menentukan tingkat dan perkembangan infeksi.

Cara Mengobati Sifilis Tersier Klinik Utama Sentosa

Sifilis tersier adalah tahap yang serius, tetapi beruntungnya penyakit ini dapat di obati dengan terapi antibiotik yang tepat. Untuk mendapatkan pengobatan yang tepat dan efektif, Anda dapat melakukan pemeriksaan dan pengobatan di Klinik Utama Sentosa.

Di Klinik Utama Sentosa, Anda akan di tangani dan di periksa langsung dengan dokter spesialis penyakit kulit kelamin yang berpengalaman dalam mengatasi penyakit sifilis atau penyakit menular seksual lainnya.

Pemeriksaan atau skrining sifilis juga di lakukan dengan menggunakan peralatan medis yang lengkap dan modern. Sehingga, hasil pemeriksaan akan akurat dan pengobatan yang di berikan akan tepat dan efektif.

Pengobatan pada tahap ini biasanya di lakukan dengan pemberian antibiotik melalui infus (jalur intravena). Durasi dan jenis antibiotik akan di berikan tergantung pada tingkat keparan penyakit.

Penting untuk di catat bahwa pengobatan sifilis pada tahap tersier harus di lakukan oleh dokter atau profesional medis yang berpengalaman dalam mengatasi penyakit menular seksual.

Baca Juga: Bagaimana Cara Pencegahan Penyakit Sifilis?

Oleh sebab itu, Anda dapat berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis kulit kelamin di Klinik Utama Sentosa, melalui layanan konsultasi online. Layanan ini dapat Anda akses melalui live chat atau whatsapp, secara gratis!

Jangan tunggu penyakit ini berkembang dan membahayakan diri Anda, segera berkosultasi dengan dokter dan dapatkan perawatan yang tepat!

About the Author: Rara

Zahara Yunita adalah seorang Content Writer di Klinik Utama Sentosa. Saat ini saya fokus menulis artikel terkait kesehatan, khususnya penyakit menular seksual (PMS) dan penyakit kelamin di Klinik Utama Sentosa.

Artikel Menarik Lainnya

Artikel Terkini

klinik andrologi

November 5, 2023

Sifilis Tersier: Ketahui Risiko dan Cara Mengobatinya

sifilis tersier 1

Klinik Utama Sentosa, Jakarta – Sifilis adalah penyakit menular seksual (PMS) yang sudah terjadi selama berabad-abad, dan salah satu tahap terparah dari penyakit ini di kenal sebagai sifilis tersier. Kondisi ini terjadi, ketika sifilis di tahap awal tidak di obati atau tidak mendapatkan pengobatan yang tepat.

Baca Juga: Ketahui Risiko dan Cara Penularan Penyakit Sifilis

Sifilis tersier adalah tahap yang sangat mengkhawatirkan, karena dapat menyebabkan kerusakan pada berbagai organ tubuh dan sistem saraf. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui risiko dan pengobatan yang tepat untuk mengatasi masalah ini.

Pengertian Sifilis Tersier

Sifilis tersier adalah tahap lanjut dari penyakit sifilis, yaitu penyakit menular seksual yang di sebabkan oleh bakteri bernama Treponema pallidum. Tahap ini muncul pada 10 sampai 30 tahun setelah terinfeksi, dan tahap ini dapat terjadi jika sifilis pada tahap primer dan sekunder tidak di obati atau di tangani dengan baik.

Pada tahap ini, bakteri dapat menyebar ke seluruh tubuh dan dapat menyebabkan kerusakan serius pada organ dan sistem saraf. Gejala dan komplikasi pada tahap ini dapat meliputi kerusakan otak, jantung, mata, tulang dan organ vital lainnya. Ini adalah tahap yang dapat mengancam jiwa jika tidak di obati dengan baik.

Penularan dan Faktor Risiko

Seseorang dapat tertular penyakit sifilis jika melakukan hubungan seksual secara vaginal, anal, atau oral dengan seseorang yang terinfeksi. Selain itu, penyakit ini dapat di tularkan dari ibu yang terinfeksi kepada bayinya selama hamil atau saat proses persalinan, kondisi ini di sebut sebagai sifilis kongenital.

Beberapa orang memiliki risiko lebih tinggi terkena sifilis tersier, jika:

  • Keterlambatan dalam pengobatan
  • Terlibat dalam hubungan seksual dengan banyak pasangan
  • Berhubungan seksual tanpa menggunakan pengaman atau kondom
  • Berhubungan seksual dengan orang yang terinfeksi sifilis
  • Memiliki riwayat penyakit sifilis sebelumnya

Perlu di ingat, bahwa sifilis tersier adalah tahap terparah dari penyakit sifilis. Oleh sebab itu, penting untuk mengobati penyakit sifilis pada tahap awal dengan pengobatan yang tepat, agar bakteri tidak berkembang dan terjadi sifilis tersier.

sifilis tersier 2

Diagnosis Sifilis Tersier

Untuk mendiagnosis sifilis tersier, Anda dapat mendatangi profesional medis, seperti Klinik Utama Sentosa. Dokter akan memberikan diagosa, dengan melakukan beberapa tahap pemeriksaan, seperti:

1. Pemeriksaan Fisik

Diagnosis sifilis tersier di mulai dengan pemeriksaan fisik oleh dokter, dokter akan mencari tanda-tanda yang menunjukan gejala pada tahap ini, seperti lesi kulit, kelainan mata, atau gangguan saraf.

2. Pemeriksaan Laboratorium

Untuk mengonfirmasi diagnosis, pemeriksaan laboratorium seringkali di perlukan. Beberapa metode atau tes yang di lakukan meliputi:

  • Tes darah, tes ini di lakukan untuk mendeteksi keberadaan antibodi terhadap bakteri treponema pallidum.
  • Tes VDRL (Venereal Disease Research Laboratory) dan TPHA (Treponema Pallidum Haemagglutination), tes ini di lakukan untuk menentukan tingkat dan perkembangan infeksi.

Cara Mengobati Sifilis Tersier Klinik Utama Sentosa

Sifilis tersier adalah tahap yang serius, tetapi beruntungnya penyakit ini dapat di obati dengan terapi antibiotik yang tepat. Untuk mendapatkan pengobatan yang tepat dan efektif, Anda dapat melakukan pemeriksaan dan pengobatan di Klinik Utama Sentosa.

Di Klinik Utama Sentosa, Anda akan di tangani dan di periksa langsung dengan dokter spesialis penyakit kulit kelamin yang berpengalaman dalam mengatasi penyakit sifilis atau penyakit menular seksual lainnya.

Pemeriksaan atau skrining sifilis juga di lakukan dengan menggunakan peralatan medis yang lengkap dan modern. Sehingga, hasil pemeriksaan akan akurat dan pengobatan yang di berikan akan tepat dan efektif.

Pengobatan pada tahap ini biasanya di lakukan dengan pemberian antibiotik melalui infus (jalur intravena). Durasi dan jenis antibiotik akan di berikan tergantung pada tingkat keparan penyakit.

Penting untuk di catat bahwa pengobatan sifilis pada tahap tersier harus di lakukan oleh dokter atau profesional medis yang berpengalaman dalam mengatasi penyakit menular seksual.

Baca Juga: Bagaimana Cara Pencegahan Penyakit Sifilis?

Oleh sebab itu, Anda dapat berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis kulit kelamin di Klinik Utama Sentosa, melalui layanan konsultasi online. Layanan ini dapat Anda akses melalui live chat atau whatsapp, secara gratis!

Jangan tunggu penyakit ini berkembang dan membahayakan diri Anda, segera berkosultasi dengan dokter dan dapatkan perawatan yang tepat!

About the Author: Rara

Zahara Yunita adalah seorang Content Writer di Klinik Utama Sentosa. Saat ini saya fokus menulis artikel terkait kesehatan, khususnya penyakit menular seksual (PMS) dan penyakit kelamin di Klinik Utama Sentosa.

Artikel Menarik Lainnya