November 2, 2026
Kenapa Ujung Kelamin Keluar Nanah? Ini Penjelasan Medisnya

Klinik Apollo, Jakarta – Ujung kelamin keluar nanah pria mengeluarkan nanah, merupakan kondisi yang tidak boleh Anda anggap sepele. Kondisi ini bisa menjadi tanda adanya peradangan atau infeksi pada saluran kemih dan organ reproduksi.
Cairan nanah yang keluar dari ujung penis, umumnya berasal dari saluran uretra. Salah satu penyebab yang sering berkaitan dengan kondisi ini adalah infeksi menular seksual (IMS), seperti gonore dan klamidia.
Namun, tidak semua cairan yang keluar dari penis merupakan nanah. Oleh karena itu, penting untuk mengenali penyebabnya, agar mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.
- Penyebab Ujung Kelamin Keluar Nanah
- Gejala Lain yang Perlu Anda Waspadai
- Bagaimana Cara Dokter Memastikan Penyebabnya?
- Bagaimana Cara Mengatasi Ujung Kelamin Keluar Nanah?
- Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
- FAQ Seputar Ujung Kelamin Keluar Nanah
- Pastikan Penyebab Ujung Kelamin Keluar Nanah di Klinik Apollo Jakarta
Penyebab Ujung Kelamin Keluar Nanah
Nanah dari ujung penis biasanya muncul akibat resposn tubuh terhadap infeksi. Berikut beberapa kemungkinan penyebabnya:
1. Gonore (Kencing Nanah)
Gonore merupakan infeksi menular seksual akibat bakteri Neisseria gonorrhoeae. Infeksi ini bisa menyerang uretra, sehingga menimbulkan keluarnya cairan bernanah dari ujung penis. Cairan yang keluar biasanya berwarna putih kekuningan hingga kehijauan. Gejalanya berupa:
- Nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil
- Ujung penis terasa gatal atau mengalami iritasi
- Lubang penis tampak kemerahan
- Frekuensi buang air kecil meningkat
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), keluarnya cairan dari penis dan nyeri saat buang air kecil termasuk gejala gonore pada pria.
2. Infeksi Klamidia
Klamidia merupakan infeksi menular seksual, yang terjadi akibat bakteri Chalmydia trachomatis. Infeksi inibisa menyebabkan peradangan pada uretra atau uretritis. Berikut beberapa gejala yang mungkin muncul, antara lain:
- Keluar cairan putih atau keruh dari penis
- Ujung penis terasa gatal
- Nyeri saat buang air kecil
- Rasa tidak nyaman pada saluran kemih
Pada sebagian pria, klamidia tidak menimbulkan gejala yang jelas. Meskipun begitu, infeksi tetap bisa menular kepada pasangan seksual.
3. Uretritis Non-Gonore
Uretritis adalah peradangan pada uretra atau saluran yang mengalirkan urine keluar dari tubuh. Kondisi ini tidak selalu terjadi akibat bakteri gonore. Beberapa mikroorganisme yang bisa memicu uretritis, antara lain:
- Chlamydia trachomatis (penyebab klamidia)
- Mycoplasm genitalium
Gejalanya bisa berupa keluarnya cairan dari ujung penis, rasa terbakar saat buang air kecil, serta iritasi pada lubang uretra.
4. Infeksi Saluran Kemih (ISK)
Infeksi saluran kemih terjadi ketika bakteri masuk dan berkembang biak pada saluran kemih. Pada pria, infeksi bisa melibatkan uretra dan menyebabkan peradangan. Gejalanya berupa:
- Nyeri saat buang air kecil
- Urine keruh atau berbau menyengat
- Sering ingin buang air kecil
Nyeri pada perut bagian bawah
Meskipun infeksi saluran kemih bisa menyebabkan peradangan pada saluran kemih, keluarnya nanah dari ujung penis lebih perlu dicurigai sebagai uretritis, termasuk akibat infeksi menular seksual.
5. Prostatitis (Peradangan Kelenjar Prostat)
Prostatitis merupakan peradangan pada kelenjar prostat, yang bisa terjadi akibat infeksi bakteri. Kondisi ini bisa menimbulkan gangguan saat buang air kecil dan rasa tidak nyaman pada area panggul. Gejalanya berupa:
- Nyeri pada perut bagian bawah atau panggul
- Sulit buang air kecil
- Nyeri saat ejakulasi
- Demam dan menggigil pada prostatitis akut
Pada kondisi tertentu, peradangan saluran kemih dan prostat bisa menimbulkan keluhan yang serupa. Pemeriksaan dokter perlu untuk memastikan penyebabnya.
Gejala Lain yang Perlu Anda Waspadai
Selain keluarnya nanah, perhatikan beberapa gejala berikut karena bisa menunjukkan adanya infeksi pada saluran reproduksi atau saluran kemih:
- Ujung penis kemerahan
- Kencing terasa perih
- Gatal pada saluran kemih
- Nyeri pada testis
- Keluar cairan tanpa rangsangan seksual
Berdasarkan panduan CDC, keluhan berupa cairan bernanah, iritasi uretra, dan nyeri saat buang air kecil merupakan tanda perlu dievaluasi untuk kemungkinan uretritis.
Bagaimana Cara Dokter Memastikan Penyebabnya?
Untuk mengetahui penyebab ujung kelamin keluar nanah, dokter bisa melakukan beberapa pemeriksaan berikut:
1. Pemeriksaan Fisik – Dokter akan melakukan pemeriksaan kondisi penis, lubang uretra, dan area genital.
2. Tes Urine – Sampel urine bisa dokter periksa untuk mengetahui tanda peradangan atau infeksi.
3. Tes NAAT – Pemeriksaan molekuler juga mungkin dokter lakukan untuk mendeteksi bakteri penyebab gonore dan klamidia.
4. Swab Uretra – Pengambilan sampel cairan dari uretra jika dokter perlukan, untuk pemeriksaan laboratorium.
Menurut CDC, pemeriksaan NAAT (Nucleic Acid Amplification Test) direkomendasikan untuk mendeteksi bakteri gonore dan klamidia. Pada pria, sampel urine awal bisa digunakan untuk pemeriksaan tersebut.
Bagaimana Cara Mengatasi Ujung Kelamin Keluar Nanah?
Penanganan harus sesuai dengan penyebab infeksi. Berikut adalah beberapa langkah medis yang bisa Anda lakukan, meliputi:
1. Menggunakan Antibiotik Sesuai Resep Dokter – Dokter bisa memberikan antibiotik apabila penyebabnya adalah infeksi bakteri. Jenis dan dosis obat harus sesuai dengan hasil pemeriksaan serta kondisi pasien.
2. Menghindari Hubungan Seksual Sementara – Hindari hubungan seksual, termasuk seks oral, sampai pengobatan selesai, gejala menghilang, dan dokter menyatakan aman untuk kembali berhubungan.
3. Melakukan Pemeriksaan Pasangan – Jika penyebabnya adalah IMS, pasangan seksual juga perlu menjalani pemeriksaan dan pengobatan sesuai anjuran dokter untuk mencegah penularan berulang.
4. Menjaga Kebersihan Area Genital – Bersihkan penis menggunakan air bersih dan hindari sabun atau produk yang berpotensi menyebabkan iritasi.
5. Melakukan Pemeriksaan Ulang – Jika keluhan tidak membaik atau kembali muncul, segera konsultasikan kepada dokter untuk evaluasi lebih lanjut.
CDC menekankan pentingnya pengobatan yang tepat, pemeriksaan pasangan, dan pencegah infeksi ulang pada pasien yang terdiagnosis gonore atau klamidia. Jangan konsumsi antibiotik sendiri atau menggunakan obat, tanpa pemeriksaan dokter.
Penggunaan antibiotik yang tidak tepat, bisa menyebabkan pengobatan tidak efektif dan meningkatkan risiko resistensi bakteri.

Ilustrasi seorang wanita yang mengalami ujung kelamin keluar nanah
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
Segera lakukan pemeriksaan apabila ujung kelamin mengeluarkan nanah, meskipun tidak disertai rasa sakit. Jangan menunggu sampai gejala semakin parah, karena infeksi bisa berkembang dan menimbulkan komplikasi. Terlebih lagi, segera cari pertolongan medis jika mengalami:
- Nyeri atau pembengkakan pada testis
- Demam tinggi atau menggigil
- Kesulitan atau tidak bisa buang air kecil
- Nyeri hebat pada perut bagian bawah atau panggul
Klinik Apollo Jakarta, menyediakan layanan konsultasi dan pemeriksaan kesehatan kelamin untuk membantu mengetahui penyebab keluhan. Dengan pemeriksaan yang tepat, dokter bisa menentukan diagnosis dan memberikan penanganan sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.
FAQ Seputar Ujung Kelamin Keluar Nanah
1. Kenapa Ujung Penis Mengeluarkan Cairan Nanah?
Kondisi ini bisa terjadi karena berbagai faktor, termasuk infeksi bakteri seperti gonore, klamidia, atau uretritis. Pemeriksaan medis perlu untuk memastikan penyebabnya.
2. Apakah Keluar Nanah dari Kelamin Sudah Pasti Gonore?
Tidak selalu. Selain gonore, kondisi ini bisa terjadi karena klamidia, uretritis, non-gonore, dan infeksi lainnya.
3. Apakah Keluar Nanah dari Penis Bisa Sembuh?
Bisa. Sebagian besar infeksi bakteri penyebab keluarnya nanah, bisa diobati dengan terapi yang tepat sesuai diagnosis dokter.
4. Apakah Keluar Nanah dari Penis Bisa Menular?
Jika penyebabnya adalah IMS seperti gonore atau klamidia, infeksi bisa menular melalui hubungan seksual vaginal, anal, maupun oral.
5. Bolehkah Mengobati Penis Keluar Nanah dengan Obat Sendiri?
Tidak disarankan. Pengobatan harus berdasarkan penyebabnya agar antibiotik yang dokter berikan tepat dan risiko komplikasi bisa dikurangi.
Baca Juga: Apakah Kencing Nanah Termasuk HIV? Kenali Risikonya
Pastikan Penyebab Ujung Kelamin Keluar Nanah di Klinik Apollo Jakarta
Berkonsultasi dan menjalani pemeriksaan medis dengan dokter Klinik Apollo Jakarta, bisa membantu Anda mengetahui penyebab pasti dari ujung kelamin keluar nanah.
Dengan fasilitas dan peralatan medis yang lengkap, tim medis kami bisa memberikan perawatan dan juga penanganan medis yang sesuai.
Selain itu, kami juga menyediakan layanan Konsultasi Dokter Online yang memudahkan pasien dalam berkonsultasi kapan dan di mana saja.
Layanan ini bisa Anda akses melalui Chat WhatsApp, yang beroperasi selama 24 jam dan tersedia secara gratis.
Jadi, tunggu apalagi? Segera konsultasikan kondisi Anda dengan tim medis kami dan dapatkan perawatan yang tepat.
Ditinjau secara medis oleh Tim Medis Klinik Apollo Jakarta
Artikel Menarik Lainnya
November 2, 2026
Kenapa Ujung Kelamin Keluar Nanah? Ini Penjelasan Medisnya

Klinik Apollo, Jakarta – Ujung kelamin keluar nanah pria mengeluarkan nanah, merupakan kondisi yang tidak boleh Anda anggap sepele. Kondisi ini bisa menjadi tanda adanya peradangan atau infeksi pada saluran kemih dan organ reproduksi.
Cairan nanah yang keluar dari ujung penis, umumnya berasal dari saluran uretra. Salah satu penyebab yang sering berkaitan dengan kondisi ini adalah infeksi menular seksual (IMS), seperti gonore dan klamidia.
Namun, tidak semua cairan yang keluar dari penis merupakan nanah. Oleh karena itu, penting untuk mengenali penyebabnya, agar mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.
- Penyebab Ujung Kelamin Keluar Nanah
- Gejala Lain yang Perlu Anda Waspadai
- Bagaimana Cara Dokter Memastikan Penyebabnya?
- Bagaimana Cara Mengatasi Ujung Kelamin Keluar Nanah?
- Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
- FAQ Seputar Ujung Kelamin Keluar Nanah
- Pastikan Penyebab Ujung Kelamin Keluar Nanah di Klinik Apollo Jakarta
Penyebab Ujung Kelamin Keluar Nanah
Nanah dari ujung penis biasanya muncul akibat resposn tubuh terhadap infeksi. Berikut beberapa kemungkinan penyebabnya:
1. Gonore (Kencing Nanah)
Gonore merupakan infeksi menular seksual akibat bakteri Neisseria gonorrhoeae. Infeksi ini bisa menyerang uretra, sehingga menimbulkan keluarnya cairan bernanah dari ujung penis. Cairan yang keluar biasanya berwarna putih kekuningan hingga kehijauan. Gejalanya berupa:
- Nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil
- Ujung penis terasa gatal atau mengalami iritasi
- Lubang penis tampak kemerahan
- Frekuensi buang air kecil meningkat
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), keluarnya cairan dari penis dan nyeri saat buang air kecil termasuk gejala gonore pada pria.
2. Infeksi Klamidia
Klamidia merupakan infeksi menular seksual, yang terjadi akibat bakteri Chalmydia trachomatis. Infeksi inibisa menyebabkan peradangan pada uretra atau uretritis. Berikut beberapa gejala yang mungkin muncul, antara lain:
- Keluar cairan putih atau keruh dari penis
- Ujung penis terasa gatal
- Nyeri saat buang air kecil
- Rasa tidak nyaman pada saluran kemih
Pada sebagian pria, klamidia tidak menimbulkan gejala yang jelas. Meskipun begitu, infeksi tetap bisa menular kepada pasangan seksual.
3. Uretritis Non-Gonore
Uretritis adalah peradangan pada uretra atau saluran yang mengalirkan urine keluar dari tubuh. Kondisi ini tidak selalu terjadi akibat bakteri gonore. Beberapa mikroorganisme yang bisa memicu uretritis, antara lain:
- Chlamydia trachomatis (penyebab klamidia)
- Mycoplasm genitalium
Gejalanya bisa berupa keluarnya cairan dari ujung penis, rasa terbakar saat buang air kecil, serta iritasi pada lubang uretra.
4. Infeksi Saluran Kemih (ISK)
Infeksi saluran kemih terjadi ketika bakteri masuk dan berkembang biak pada saluran kemih. Pada pria, infeksi bisa melibatkan uretra dan menyebabkan peradangan. Gejalanya berupa:
- Nyeri saat buang air kecil
- Urine keruh atau berbau menyengat
- Sering ingin buang air kecil
Nyeri pada perut bagian bawah
Meskipun infeksi saluran kemih bisa menyebabkan peradangan pada saluran kemih, keluarnya nanah dari ujung penis lebih perlu dicurigai sebagai uretritis, termasuk akibat infeksi menular seksual.
5. Prostatitis (Peradangan Kelenjar Prostat)
Prostatitis merupakan peradangan pada kelenjar prostat, yang bisa terjadi akibat infeksi bakteri. Kondisi ini bisa menimbulkan gangguan saat buang air kecil dan rasa tidak nyaman pada area panggul. Gejalanya berupa:
- Nyeri pada perut bagian bawah atau panggul
- Sulit buang air kecil
- Nyeri saat ejakulasi
- Demam dan menggigil pada prostatitis akut
Pada kondisi tertentu, peradangan saluran kemih dan prostat bisa menimbulkan keluhan yang serupa. Pemeriksaan dokter perlu untuk memastikan penyebabnya.
Gejala Lain yang Perlu Anda Waspadai
Selain keluarnya nanah, perhatikan beberapa gejala berikut karena bisa menunjukkan adanya infeksi pada saluran reproduksi atau saluran kemih:
- Ujung penis kemerahan
- Kencing terasa perih
- Gatal pada saluran kemih
- Nyeri pada testis
- Keluar cairan tanpa rangsangan seksual
Berdasarkan panduan CDC, keluhan berupa cairan bernanah, iritasi uretra, dan nyeri saat buang air kecil merupakan tanda perlu dievaluasi untuk kemungkinan uretritis.
Bagaimana Cara Dokter Memastikan Penyebabnya?
Untuk mengetahui penyebab ujung kelamin keluar nanah, dokter bisa melakukan beberapa pemeriksaan berikut:
1. Pemeriksaan Fisik – Dokter akan melakukan pemeriksaan kondisi penis, lubang uretra, dan area genital.
2. Tes Urine – Sampel urine bisa dokter periksa untuk mengetahui tanda peradangan atau infeksi.
3. Tes NAAT – Pemeriksaan molekuler juga mungkin dokter lakukan untuk mendeteksi bakteri penyebab gonore dan klamidia.
4. Swab Uretra – Pengambilan sampel cairan dari uretra jika dokter perlukan, untuk pemeriksaan laboratorium.
Menurut CDC, pemeriksaan NAAT (Nucleic Acid Amplification Test) direkomendasikan untuk mendeteksi bakteri gonore dan klamidia. Pada pria, sampel urine awal bisa digunakan untuk pemeriksaan tersebut.
Bagaimana Cara Mengatasi Ujung Kelamin Keluar Nanah?
Penanganan harus sesuai dengan penyebab infeksi. Berikut adalah beberapa langkah medis yang bisa Anda lakukan, meliputi:
1. Menggunakan Antibiotik Sesuai Resep Dokter – Dokter bisa memberikan antibiotik apabila penyebabnya adalah infeksi bakteri. Jenis dan dosis obat harus sesuai dengan hasil pemeriksaan serta kondisi pasien.
2. Menghindari Hubungan Seksual Sementara – Hindari hubungan seksual, termasuk seks oral, sampai pengobatan selesai, gejala menghilang, dan dokter menyatakan aman untuk kembali berhubungan.
3. Melakukan Pemeriksaan Pasangan – Jika penyebabnya adalah IMS, pasangan seksual juga perlu menjalani pemeriksaan dan pengobatan sesuai anjuran dokter untuk mencegah penularan berulang.
4. Menjaga Kebersihan Area Genital – Bersihkan penis menggunakan air bersih dan hindari sabun atau produk yang berpotensi menyebabkan iritasi.
5. Melakukan Pemeriksaan Ulang – Jika keluhan tidak membaik atau kembali muncul, segera konsultasikan kepada dokter untuk evaluasi lebih lanjut.
CDC menekankan pentingnya pengobatan yang tepat, pemeriksaan pasangan, dan pencegah infeksi ulang pada pasien yang terdiagnosis gonore atau klamidia. Jangan konsumsi antibiotik sendiri atau menggunakan obat, tanpa pemeriksaan dokter.
Penggunaan antibiotik yang tidak tepat, bisa menyebabkan pengobatan tidak efektif dan meningkatkan risiko resistensi bakteri.

Ilustrasi seorang wanita yang mengalami ujung kelamin keluar nanah
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
Segera lakukan pemeriksaan apabila ujung kelamin mengeluarkan nanah, meskipun tidak disertai rasa sakit. Jangan menunggu sampai gejala semakin parah, karena infeksi bisa berkembang dan menimbulkan komplikasi. Terlebih lagi, segera cari pertolongan medis jika mengalami:
- Nyeri atau pembengkakan pada testis
- Demam tinggi atau menggigil
- Kesulitan atau tidak bisa buang air kecil
- Nyeri hebat pada perut bagian bawah atau panggul
Klinik Apollo Jakarta, menyediakan layanan konsultasi dan pemeriksaan kesehatan kelamin untuk membantu mengetahui penyebab keluhan. Dengan pemeriksaan yang tepat, dokter bisa menentukan diagnosis dan memberikan penanganan sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.
FAQ Seputar Ujung Kelamin Keluar Nanah
1. Kenapa Ujung Penis Mengeluarkan Cairan Nanah?
Kondisi ini bisa terjadi karena berbagai faktor, termasuk infeksi bakteri seperti gonore, klamidia, atau uretritis. Pemeriksaan medis perlu untuk memastikan penyebabnya.
2. Apakah Keluar Nanah dari Kelamin Sudah Pasti Gonore?
Tidak selalu. Selain gonore, kondisi ini bisa terjadi karena klamidia, uretritis, non-gonore, dan infeksi lainnya.
3. Apakah Keluar Nanah dari Penis Bisa Sembuh?
Bisa. Sebagian besar infeksi bakteri penyebab keluarnya nanah, bisa diobati dengan terapi yang tepat sesuai diagnosis dokter.
4. Apakah Keluar Nanah dari Penis Bisa Menular?
Jika penyebabnya adalah IMS seperti gonore atau klamidia, infeksi bisa menular melalui hubungan seksual vaginal, anal, maupun oral.
5. Bolehkah Mengobati Penis Keluar Nanah dengan Obat Sendiri?
Tidak disarankan. Pengobatan harus berdasarkan penyebabnya agar antibiotik yang dokter berikan tepat dan risiko komplikasi bisa dikurangi.
Baca Juga: Apakah Kencing Nanah Termasuk HIV? Kenali Risikonya
Pastikan Penyebab Ujung Kelamin Keluar Nanah di Klinik Apollo Jakarta
Berkonsultasi dan menjalani pemeriksaan medis dengan dokter Klinik Apollo Jakarta, bisa membantu Anda mengetahui penyebab pasti dari ujung kelamin keluar nanah.
Dengan fasilitas dan peralatan medis yang lengkap, tim medis kami bisa memberikan perawatan dan juga penanganan medis yang sesuai.
Selain itu, kami juga menyediakan layanan Konsultasi Dokter Online yang memudahkan pasien dalam berkonsultasi kapan dan di mana saja.
Layanan ini bisa Anda akses melalui Chat WhatsApp, yang beroperasi selama 24 jam dan tersedia secara gratis.
Jadi, tunggu apalagi? Segera konsultasikan kondisi Anda dengan tim medis kami dan dapatkan perawatan yang tepat.
Artikel Menarik Lainnya






